JNEWS – Pulau Lihaga merupakan bagian dari Taman Laut Likupang, yang merupakan salah satu destinasi super prioritas di Indonesia. Nama Lihaga disebut berasal dari ungkapan “I Hoga.” Dalam bahasa setempat, ungkapan tersebut kira-kira berarti “Ih, hantu.”
Cerita ini muncul karena dahulu pulau tersebut sempat dianggap misterius oleh masyarakat sekitar. Konon, pulau berpasir putih ini pernah menghilang dari pandangan untuk waktu yang cukup lama. Ketika kemudian kembali terlihat dan ditemukan lagi, orang-orang menyambutnya dengan rasa heran sekaligus takjub.
Kini, Pulau Lihaga dikenal sebagai pulau berpasir putih bersih dengan laut yang jernih. Wisatawan datang untuk menikmati keindahan pantai, snorkeling, atau sekadar berjalan santai di sepanjang bibir pulau. Cerita legenda tentang namanya justru menjadi tambahan menarik yang membuat Pulau Lihaga terasa punya karakter sendiri.
Daya Tarik Pulau Lihaga

Pulau Lihaga memang bukan pulau besar, tetapi keindahan alamnya sudah banyak diakui. Beberapa hal berikut inilah yang biasanya membuat wisatawan tertarik datang dan ingin berlama-lama menikmati suasana Pulau Lihaga.
1. Air Lautnya Jernih Berwarna Tosca
Salah satu hal pertama yang langsung menarik perhatian ketika mendekati Pulau Lihaga adalah warna lautnya. Airnya terlihat sangat jernih, dengan gradasi warna tosca yang terang dan menyegarkan mata. Dari atas perahu saja, dasar laut sudah bisa terlihat dengan jelas. Ombaknya juga cenderung tenang, sehingga perjalanan menuju pulau terasa santai dan menyenangkan.
Baca juga: Indahnya Likupang yang Menjadi Salah Satu Destinasi Super Prioritas
2. Masih Sepi dan Alami
Pulau Lihaga termasuk pulau yang tidak berpenghuni. Karena itulah suasananya masih ealami dan jauh dari hiruk-pikuk tempat wisata yang ramai. Luasnya hanya sekitar 8 hektare, kecil memang tetapi malah mudah dijelajahi.
Pepohonan tumbuh cukup lebat di beberapa titik, memberikan bayangan alami di tengah panasnya matahari. Dari sudut pandang laut, bentuk pulau ini terlihat semakin indah. Kita bisa melihat garis pantai putih yang mengelilinginya, berpadu dengan warna laut yang kontras.
3. Pantai Berpasir Putih
Saat akhirnya turun dari perahu, wisatawan akan langsung disambut oleh hamparan pasir putih di sepanjang pantai. Pasirnya bersih dan halus ketika diinjak.
Garis pantainya cukup panjang untuk ukuran pulau kecil. Terdapat pepohonan yang cukup rindang, cocok untuk berteduh sambil menikmati pemandangan laut.
Kombinasi antara pasir putih, air jernih, dan pepohonan tropis membuat suasananya terasa sangat tenang. Tidak sedikit yang menyebut tempat ini seperti potongan kecil surga di tengah laut.
4. Waktu Terbaik Berkunjung di Musim Kemarau
Pulau Lihaga sebenarnya bisa dikunjungi sepanjang tahun, tetapi banyak orang menyarankan datang pada musim kemarau. Pada periode ini air laut biasanya lebih tenang dan visibilitas di dalam air juga lebih baik. Bahkan tanpa peralatan snorkeling sekalipun, kehidupan lautnya kadang sudah terlihat dari permukaan air.
Aktivitas biota laut juga sedang tinggi karena banyak yang memasuki masa berkembang biak. Jika sedang beruntung, pengunjung bisa melihat penyu yang naik ke pantai untuk bertelur. Momen seperti ini tentu jarang ditemui di tempat wisata biasa.
5. Bisa Camping
Bagi yang ingin merasakan suasana pulau lebih lama, Pulau Lihaga juga bisa dijadikan tempat berkemah. Pengunjung bisa membawa tenda sendiri dan mendirikan kemah di area pantai yang aman.
Ketika malam tiba, suasana pulau berubah menjadi sangat tenang. Minimnya cahaya buatan membuat langit terlihat sangat bersih. Bintang-bintang tampak jelas, bahkan kadang terlihat seperti memenuhi seluruh langit.
Cara Menuju Pulau Lihaga dan Informasi Biaya Kunjungan

Meskipun terlihat seperti pulau kecil yang terpencil, sebenarnya perjalanan menuju Pulau Lihaga tidak terlalu rumit. Dari Kota Manado, perjalanan bisa dimulai dengan menuju wilayah Likupang di Kabupaten Minahasa Utara. Waktu tempuhnya sekitar satu setengah jam menggunakan kendaraan menuju Pelabuhan Serei.
Dari pelabuhan ini, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan kapal bermotor menuju Pulau Lihaga. Perjalanan lautnya tidak terlalu lama, dan sepanjang perjalanan pengunjung biasanya sudah disuguhi pemandangan laut biru yang cukup menenangkan.
Menurut informasi yang ada di website Wonderful Indonesia, di Pelabuhan Serei tersedia beberapa pilihan kapal bermotor yang bisa disewa. Untuk rombongan kecil, ada kapal dengan kapasitas sekitar 10 hingga 15 orang. Biaya sewanya relatif terjangkau, berkisar sekitar Rp100.000 per orang tergantung kesepakatan dengan pemilik kapal.
Jika datang dalam rombongan yang lebih besar, tersedia juga kapal yang lebih besar dengan tarif sekitar Rp800.000 hingga Rp1.000.000 untuk sekali perjalanan. Karena kapasitasnya bisa menampung lebih dari 20 orang, biaya tersebut biasanya terasa lebih ringan jika dibagi bersama rombongan.
Setibanya di pulau, pengunjung juga akan dikenakan tiket masuk. Untuk wisatawan domestik, tarifnya sekitar Rp50.000 per orang. Sementara wisatawan mancanegara dikenakan biaya sekitar Rp100.000.
Pulau Lihaga juga memiliki seorang penjaga pulau yang bertugas menjaga kebersihan serta membantu mengelola kebutuhan dasar wisatawan. Di sana biasanya tersedia beberapa barang sederhana yang bisa dibeli oleh pengunjung.
Selain itu, fasilitas wisata di pulau ini juga mulai berkembang. Saat ini sudah tersedia area Lihaga Beach Club yang menawarkan fasilitas rekreasi dan penginapan. Wisatawan bahkan bisa mencoba pengalaman glamping, yaitu berkemah dengan fasilitas yang lebih nyaman.
Dengan adanya fasilitas ini, pengunjung yang ingin menikmati suasana pulau lebih lama kini punya pilihan untuk menginap langsung di Pulau Lihaga.
Baca juga: Taman Nasional Bunaken: Keindahan Alam Bawah Laut yang Memukau di Sulawesi Utara
Pulau Lihaga selalu menarik untuk masuk dalam daftar perjalanan saat berada di Sulawesi Utara. Jadi, kapan rencana berkunjung ke pulau kecil ini?












