JNEWS – Prabhu Farm menjadi oase menarik. Peternakan domba, kambing perah dan kambing peranakan etawa (PE) untuk kontes ini berhasil mengemasnya menjadi edukasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Mereka yang pernah mengunjungi Prabhu Farm pasti sepakat: bersih dan nyaman. Jauh dari kesan peternakan konvensional yang kotor, kumuh dengan bau kotoran menyengat. Peternakan yang didirikan tahun 2023 di Desa Sanggrahan, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman tersebut mampu menerapkan standar berbeda.
Semuanya bermula dari filosofi yang diterapkan Prabhu Farm. Prabhu merupakan kependekan dari Prana Alas Bhumi. Sebuah gambaran kehidupan yang kembali ke alam.
“Di tengah hirup pikuk fenomena digital, orang membutuhkan hiburan dengan kembali ke alam. Menyapa pertanian, perkebunan, peternakan,” kata Manager Prabhu Farm, Rahmat Bintang Ramadan kepada JNEWS di lokasi peternakan, Jumat (7/5/2026).
Potensi ini ditangkap Prabhu Farm dengan menyuguhkan edukasi wisata yang menerapkan kebersihan demi kenyamanan pengunjung yang didominasi kunjungan PAUD, TK dan keluarga. Menurut Rahmat, dengan bekal ilmu yang dimilikinya ketika menempuh kuliah di Fakultas Peternakan UGM, peternakan bisa dibangun dengan lebih modern, bersih dan asri.
“Kami meramunya dengan ilmu dan hati. Visinya sederhana kandang harus bersih,” kata pemuda 24 tahun tersebut.

Tak ayal, kandang-kandang yang dibangun menyerupai panggung dengan sekat-sekat kayu yang dipelitur warna cokelat. Kandang panggung ini memungkinkan kotoran hewan dialirkan ke lubang sedalam dua meter di bawahnya, sehingga tidak menumpuk dan menimbulkan bau menyengat. Manajemen limbah ini menjadi kunci utama menghilangkan bau busuk menyengat. Kotoran tersebut lantas diangkut untuk diolah menjadi pupuk.
Pengunjung, terutama anak-anak bisa leluasa berinteraksi dengan cempe-cempe. Mereka diajak memberi makan rumput, menyuapi dengan dot susu, dan diajarkan memerah susu kambing. Pengalaman ini menjadi pembelajaran di luar kelas yang menyenangkan dan menambah wawasan sejak dini.
Baca juga: Museum Benteng Vredeburg, Tempat Belajar Sejarah yang Menarik di Yogyakarta
Kandang-kandang Prabhu Farm terbagi beberapa sektor. Untuk kandang penggemukan domba mampu menampung 350 ekor. Kandang yang dilengkapi kipas angin ini jadi satu dengan area umbaran yang bersih dan asri. Kandang berikutnya adalah kandang kambing khusus untuk perahan yang diambil susunya.
Berikutnya kandang mewah yang menampung kambing PE. Kandang ini bak hotel. Maklum penghuninya adalah kambing peranakan untuk kontes. Perawatannya tidak main-main. Setiap hari dimandikan. Diberi sampo khusus. Pakannya spesial. Pantas harganya mahal.
“Kemarin kelas cempe menang di Kediri. Sudah ditawar Rp30 juta. Kalau yang besar ditawar Rp140 juta, tapi belum dilepas,” ujarnya.
Seluruh ternak mendapat perawatan terbaik, seperti dimandikan setiap hari. Hewan-hewan ini lantas diumbar untuk dikeringkan sebelum masuk kandang. Pakan diberikan dua kali sehari. Khusus PE bisa sampai 4 kali sehari. Wajar jika ternak di sini bersih, putih dan hitam legam.
Pakan yang diberikan di Prabhu Farm sangat terjaga kualitasnya. Rahmat meracik sendiri pakan konsentrat dengan formula yang disesuaikan dengan kebutuhan ternak. Bahan utamanya adalah rumput, dan konsentrat sebagai penguat terdiri atas kopra, polar, jagung, premiks, dan mineral.
“Kami memiliki lahan 1,5 hektare yang khusus ditanami rumput. Namun terkadang masih kurang, sehingga harus mencari lagi,” ujarnya.
Kambing PE koleksi Prabhu Farm juga kerap menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari Belanda. Warga negara penghasil ternak tersebut kagum dengan peranakan etawa karena memiliki postur tinggi besar, rambut panjang. Karena masuk hewan tropis, PE tidak dijumpai di negara mereka.
“Banyak yang pengin bawa ke negara asal, namun regulasinya belum memungkinkan,” ujarnya.
Pun begitu, Prabhu Farm sering menerima kunjungan dari berbagai perusahaan, seperti BUMN untuk membekali pegawainya yang memasuki prapensiun. Mereka dibekali ilmu dan pelatihan budi daya ternak domba, kambing dan PE yang bisa dijadikan ladang bisnis selepas purna tugas.
“Peminatnya banyak. Dari perusahaan ada, individu juga ada. Kami menyediakan paket pelatihannya,” ujar Rahmat.

Prabhu Farm juga memiliki divisi pengolahan susu kambing. Setiap hari mampu menghasilkan sekitar 70 liter. Susu ini kemudian diolah menjadi beberapa produk turunan seperti susu, kue hingga yogurt. Sebagian lainnya disetor ke pabrik pengolahan keju di Klaten.
Baca juga: Pantai Siung, Surga Tebing Karang yang Memikat di Gunungkidul Yogyakarta
“Permintaan susu kambing ini cukup tinggi, produksi kami sudah ada yang menampung, sehingga jika ada lebihnya, itu tidak banyak,” kata Rahmat.
Demikian pula menyambut musim Idul Adha 1447 H/Tahun 2026, Prabhu Farm jauh-jauh hari menyiapkan domba-domba untuk hewan kurban. Tahun lalu, lanjut Rahmat, Prabhu Farm mampu menjual sekitar 140 ekor domba, dan tahun ini diproyeksikan mampu terjual hingga dua kali lipatnya. Domba tersebut dijual mulai dari Rp2 juta hingga Rp11 juta dengan berat antara 20 kg sampai 100 kg.
Pembeli tidak hanya dari wilayah Yogyakarta, namun ada dari wilayah Magelang, Semarang hingga Jabodetabek untuk mendapatkan indukan atau pejantan pilihan. Shohibul kurban juga mendapatkan garansi perawatan, gratis pengiriman se-Yogya.












