JNEWS – Setelah sukses dengan angkatan sebelumnya, kini pemerintah akan kembali membuka Program Magang Nasional untuk lulusan baru (fresh graduate) batch 4. Pendaftaran program tersebut dimulai pada Juli 2026 dengan kuota 150.000 peserta dan didukung penuh oleh anggaran pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 4,14 triliun. “Program magang nasional batch 4 ini akan dilakukan di bulan Juli untuk 150 ribu peserta dengan anggaran sebesar Rp 4,14 triliun,” ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).
Airlangga memastikan hal tersebut setelah disepakati dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Ketenagakerjaan.
Awal Mei lalu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sempat mengatakan bakal mengubah formulasi pemberian upah bagi lulusan perguruan tinggi yang menjadi peserta magang nasional. Rencananya, perusahaan akan diminta ikut patungan membayar gaji para peserta magang mulai semester II 2026. Namun hal tersebut urung dilaksanakan, di mana gaji peserta magang sepenuhnya masih ditanggung oleh pemerintah.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan untuk Program Magang Nasional Batch I yang berlaku sampai Mei 2026, gajinya masih ditanggung oleh APBN sepenuhnya.
Ia menjelaskan sistem pembagian pembayaran upah dengan perusahaan ini masih dalam tahap pembahasan, begitu juga dengan besaran pembagiannya. Jadi belum ada keputusan final.
Tahun ini, Kemnaker mengusulkan kuota Program Magang Nasional 2026 naik 50 persen menjadi 150 ribu peserta, meningkat signifikan dari 100 ribu orang pada 2025. Selain menambah kuota, cakupan bidang keahlian pun akan diperluas. Program magang tidak lagi hanya berfokus pada administrasi, manajemen maupun pemasaran, tetapi dibuka juga untuk berbagai sektor guna mengakomodasi lebih banyak lulusan diploma dan sarjana. *
Baca juga: Tips Fokus Work From Cafe untuk Pekerja Kreatif dan Freelancer












