JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Rammang-Rammang: Surga Karst di Maros dengan Pemandangan Bak Negeri Dongeng

by Penulis JNEWS
4 August 2026
Rammang-Rammang: Surga Karst di Maros dengan Pemandangan Bak Negeri Dongeng
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Rammang-Rammang merupakan kawasan wisata karst di Sulawesi Selatan yang masuk dalam wilayah Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark. Lanskapnya didominasi gugusan batu kapur, tebing tinggi, sungai, persawahan, dan lembah yang dikelilingi pegunungan karst.

Kawasan ini disebut sebagai salah satu bentang karst terbesar di dunia, bersama Shilin di Tiongkok dan Tsingy di Madagaskar.

Nama Rammang-Rammang berasal dari bahasa Makassar, yaitu rammang yang berarti awan atau kabut. Nama tersebut merujuk pada kabut yang kerap menutupi kawasan karst, terutama pada pagi hari. Saat kabut turun, sebagian puncak dan tebing batu kapur tampak tertutup sehingga suasananya tampak begitu magis, bak di negeri dongeng.

Jejak Zaman Prasejarah di Rammang-Rammang

Rammang-Rammang: Surga Karst di Maros dengan Pemandangan Bak Negeri Dongeng

Pegunungan karst Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan membentang panjang dengan kontur bergelombang. Tebing-tebing batu gampingnya tertutup pepohonan hijau dan di beberapa bagian menyempit hingga membentuk koridor alami. Di sela tebing tersebut terdapat jalur purba dan sumber air yang menyimpan jejak kehidupan manusia dari puluhan ribu tahun lalu.

Pada masa lalu, koridor di antara tebing karst digunakan manusia dan berbagai mamalia untuk berpindah melintasi kawasan yang luas. Jejak aktivitas mereka kemudian ditemukan di ceruk dan gua yang tersebar di sepanjang bentang karst Maros-Pangkep.

Penelitian arkeologi menemukan beragam peninggalan, mulai dari lukisan gua, perkakas batu, mata panah yang dikenal sebagai Maros point atau lancipan Maros, sisa makanan, hingga gerabah. Salah satu temuan penting berasal dari Leang Timpuseng di Maros. Pada 2014, pengujian dengan metode uranium-series menunjukkan bahwa lukisan tangan di gua tersebut berusia sedikitnya 39.900 tahun.

Hasil penanggalan itu menarik perhatian dunia karena lebih tua dibandingkan lukisan di Gua El Castillo, Spanyol, yang sebelumnya menjadi salah satu rujukan seni gua tertua dengan usia sekitar 37.300 tahun. Penemuan berikutnya kembali memperlihatkan panjangnya sejarah manusia di kawasan ini. Apalagi ditemukan juga lukisan adegan perburuan di Leang Bulu’ Sipong 4, Pangkep, yang diketahui berusia setidaknya 43.900 tahun.

Pada 2021, penelitian terhadap lukisan figuratif babi kutil Sulawesi kembali menghasilkan temuan penting. Lukisan tersebut diperkirakan berusia sedikitnya 45.500 tahun. Rangkaian penemuan ini memperlihatkan bahwa manusia modern awal di Sulawesi sudah memiliki kemampuan membuat seni figuratif sejak puluhan ribu tahun lalu.

Para arkeolog mengaitkan lukisan-lukisan tersebut dengan Homo sapiens yang telah menghuni Sulawesi sejak masa prasejarah. Jejak kehidupan di kawasan karst Maros-Pangkep mencakup beberapa periode, antara lain sekitar 50.000–20.000 tahun lalu dan 18.000–10.000 tahun lalu.

Sekitar 4.000–5.000 tahun lalu, kawasan ini kemudian dihuni masyarakat penutur bahasa Austronesia yang telah mengenal teknologi bercocok tanam dan menghasilkan berbagai peralatan untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Baca juga: 5 Daerah Karst di Indonesia yang Indah dan Wajib Dikunjungi

Daya Tarik Utama Rammang-Rammang

5 Daerah Karst di Indonesia yang Indah, Wajib Dikunjungi

Selain menyimpan jejak peradaban manusia purba, Rammang-Rammang juga punya beragam daya tarik wisata. Agar kunjungan lebih maksimal, berikut beberapa tempat dan aktivitas yang paling populer saat menjelajahi kawasan ini.

1. Menyusuri Sungai Pute dengan Perahu Jolloro

Salah satu cara menikmati kawasan Rammang-Rammang adalah menyusuri Sungai Pute menggunakan jolloro, perahu kayu bermotor yang digunakan masyarakat setempat. Perjalanan dimulai dari dermaga dan membawa pengunjung menyusuri sungai menuju kawasan Kampung Berua.

Sepanjang perjalanan, perahu melaju di antara gugusan batu kapur yang menjulang hingga puluhan meter. Beberapa bagian sungai cukup sempit sehingga dinding karst terlihat semakin dekat dari atas perahu.

Vegetasi di tepian Sungai Pute juga cukup rapat. Pohon nipah dan mangrove tumbuh mengikuti aliran sungai, bercampur dengan tanaman lain yang menutupi kaki-kaki bukit karst.

2. Mengunjungi Kampung Berua

Kampung Berua merupakan salah satu permukiman yang berada di tengah kawasan karst Rammang-Rammang. Dusun ini dikelilingi bukit-bukit batu kapur dan area persawahan yang luas. Lokasinya cukup terpencil dan akses menuju kampung dapat ditempuh dengan menyusuri Sungai Pute menggunakan perahu, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Kampung ini juga masih dihuni masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari seperti bertani dan mengurus rumah. Sejumlah rumah panggung kayu khas Sulawesi Selatan masih dapat ditemukan di sekitar permukiman.

3. Menjelajahi Hutan Batu

Hutan Batu menjadi salah satu bagian menarik dari kawasan Rammang-Rammang. Area ini dipenuhi formasi batu kapur berwarna abu-abu gelap hingga kehitaman dengan permukaan yang kasar dan tajam. Batuan ini terbentuk melalui proses pelarutan dan erosi batuan kapur selama jutaan tahun.

Pengunjung dapat berjalan menyusuri jalur dan celah di antara batuan karst sambil mengamati formasinya dari dekat. Beberapa bagian menyerupai lorong atau labirin alami, dengan batu-batu besar yang berdiri rapat dan vegetasi yang tumbuh di antaranya. Formasi tersebut juga membuat Hutan Batu memiliki banyak sudut menarik untuk fotografi.

4. Menjelajahi Gua Prasejarah dan Telaga Bidadari

Kawasan karst Maros-Pangkep memiliki banyak gua yang menyimpan jejak kehidupan prasejarah. Salah satu kawasan yang terkenal adalah Leang-Leang, tempat ditemukannya lukisan telapak tangan, gambar hewan, serta berbagai peninggalan manusia masa lalu. Temuan tersebut membantu peneliti mempelajari kehidupan Homo sapiens yang telah menghuni Sulawesi sejak puluhan ribu tahun lalu.

Selain gua, juga ada Telaga Bidadari, kolam air tawar alami yang berada di antara formasi batuan karst. Lokasinya tersembunyi di balik celah bebatuan dan dapat dicapai dengan menyusuri jalur di kawasan tersebut.

Panduan Berkunjung ke Rammang-Rammang

Lokasi Wisata Alam Tana Toraja

Waktu yang cukup nyaman untuk mengunjungi Rammang-Rammang adalah pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 09.00 WITA. Udara masih relatif sejuk dan matahari belum terlalu terik untuk berjalan kaki. Kabut juga masih bisa dijumpai pada waktu tertentu. Jika ingin melihat persawahan Kampung Berua dalam kondisi hijau, bisa berkunjung pada bulan April hingga Juli.

Dari Kota Makassar atau Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, perjalanan dilanjutkan ke arah Kabupaten Maros menuju Dermaga Rammang-Rammang di Salenrang. Waktu tempuh berkisar 1 hingga 1,5 jam, tergantung titik keberangkatan dan kondisi lalu lintas. Kendaraan dapat diparkir di sekitar dermaga, kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu jolloro menyusuri Sungai Pute.

Tiket masuk kawasan berkisar Rp10.000-Rp15.000 per orang, sedangkan sewa jolloro sekitar Rp200.000-Rp300.000 per perahu untuk perjalanan pulang-pergi. Satu perahu dapat digunakan beberapa penumpang sehingga biayanya bisa dibagi bersama rombongan. Tarif dapat berubah, jadi sebaiknya cek kembali harga terbaru sebelum berangkat. Uang tunai pecahan kecil juga sebaiknya dibawa karena belum semua transaksi di dalam kawasan menggunakan pembayaran digital.

Untuk perlengkapan, gunakan pakaian yang nyaman, topi, kacamata hitam, dan sunscreen, terutama jika berkunjung hingga siang hari. Pilih alas kaki yang nyaman dan tidak licin karena sebagian perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki melewati tanah, persawahan, dan area berbatu. Air minum dan camilan ringan juga bisa dibawa sendiri.

Baca juga: 7 Lokasi Wisata Alam Tana Toraja yang Tidak Boleh Dilewatkan

Rammang-Rammang menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Keindahan alam dan nilai sejarah yang tersimpan membuat destinasi wisata satu ini layak masuk dalam daftar tempat yang perlu dikunjungi saat berada di Sulawesi Selatan.

Tags: Destinasi Wisatajam buka Rammang-Rammangkawasan karstlokasi Rammang-RammangMaros Pangkeppegunungan karstsulawesi selatantempat wisata di Marostempat wisata di Sulawesi Selatantiket masuk Rammang-Rammangwisata Sulawesi Selatan
Share187Tweet117
Next Post
Tanda Gaya Hidup FOMO yang Diam-Diam Menguras Waktu dan Uang

12 Tanda Gaya Hidup FOMO yang Diam-Diam Menguras Waktu dan Uang

TERKINI

Tanda Gaya Hidup FOMO yang Diam-Diam Menguras Waktu dan Uang

12 Tanda Gaya Hidup FOMO yang Diam-Diam Menguras Waktu dan Uang

4 August 2026
Rammang-Rammang: Surga Karst di Maros dengan Pemandangan Bak Negeri Dongeng

Rammang-Rammang: Surga Karst di Maros dengan Pemandangan Bak Negeri Dongeng

4 August 2026
Foto: Istimewa

Kabar Baik, Awal Agustus Harga Pertamax RON 92 Turun!

3 August 2026
Kepulauan Hawaii, Gugusan Pulau Eksotis dengan Alam dan Budaya yang Memikat

Mengenal Kepulauan Hawaii, Gugusan Pulau Eksotis dengan Alam dan Budaya yang Memikat

3 August 2026
tausiyah kesehatan

Tausiyah Kesehatan Dr Zaidul Akbar Untuk Para Karyawan JNE

3 August 2026
Suku Bali Aga: Mengenal Masyarakat Bali Asli yang Sarat Tradisi

Suku Bali Aga: Mengenal Masyarakat Bali Asli yang Sarat Tradisi

3 August 2026

POPULER

Table Manner untuk Pemula: Panduan Praktis agar Tidak Salah Etika

Table Manner untuk Pemula: Panduan Praktis agar Tidak Salah Etika

by Penulis JNEWS
24 July 2026

Tower Bridge London: Sejarah, Keunikan, dan Daya Tariknya bagi Wisatawan

Tower Bridge London: Sejarah, Keunikan, dan Daya Tariknya bagi Wisatawan

by Penulis JNEWS
10 July 2026

Kepulauan Whitsundays, Destinasi Wisata Impian di Queensland

Mengenal Kepulauan Whitsundays, Destinasi Wisata Impian di Queensland

by Penulis JNEWS
12 July 2026

Rekomendasi Tempat Wisata di Prabumulih untuk Mengisi Akhir Pekan

Rekomendasi Tempat Wisata di Prabumulih untuk Mengisi Akhir Pekan

by Penulis JNEWS
20 July 2026

11 Wisata Religi Katolik di Indonesia yang Terkenal dan Banyak Dikunjungi

by Penulis JNEWS
7 July 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal