JNEWS – Sejak kecil, Arijal sudah terbiasa mengumandangkan azan di masjid lingkungan tempat tinggalnya. Dari waktu ke waktu, ia pun mengasah kemampuannya melantunkan azan dengan berbagai cengkok atau irama azan yang merdu. Berbagai perlombaan azan telah diikutinya, baik di luar maupun di dalam lingkungan internal perusahaan JNE.
Siang mulai beranjak, Jumat (7/8/2026). Para karyawan yang berkantor di JNE Tomang 11 dan sekitarnya, tampak bergegas menuju ballroom lantai 7 JNE Tomang 11 yang setiap Jumat digunakan untuk salat Jumatan.
Saat waktu salat tiba, Arijal yang minggu sebelumnya dinobatkan sebagai pemenang juara 1 dalam ajang ‘Lomba Adzan Karyawan JNE Tingkat Nasional’ berdiri dan mengumandangkan azan pertanda salat Jumat dimulai. Suaranya begitu merdu, panjang dan sesekali agak melengking tinggi.
“Suara Azan yang merdu akan membuat siapa saja yang mendengarnya akan tersentuh dan merasa terpanggil untuk segera melaksanakan ibadah salat di manapun mereka berada,” ujar Arijal saat ditemui JNEWS, beberapa saat sebelum jadi muazin salat Jumat.
Diungkapkan karyawan yang bertugas di Megahub JNE ini, dirinya sejak kecil memang menyukai azan. Ia tidak henti untuk mengasah kemampuannya melantunkan azan, termasuk mempelajari 7 langgam azan yang cukup populer, yakni Bayati, Shoba, Hijaz, Rost, Nahawand, Shika dan Jiharkah.
“Kalau langgam azan Rost atau yang biasa disebut langgam Muammar, pas dikumandangkan saat Subuh supaya yang dengar tidak tidur lagi dan membuat semangat untuk segera bangun dan menunaikan salat Subuh,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Rijal ini menuturkan, pada saat duduk di bangku SD, ia belajar azan secara autodidak dan kemudian ikut lomba azan serta menjadi juara. Sejak itulah dirinya mengaku semakin semangat untuk terus mengasah kemampuannya dalam mengumandangkan azan. Rijal pun akhirnya diminta oleh warga dan jamaah masjid dekat tempat tinggalnya yang ada di Tangerang untuk menjadi muazin.
Baca juga: Villa Yatuna dan Warisan Kedermawanan Pendiri JNE di Anyer
“Saya bersyukur pada tahun 2023 menjadi bagian dari keluarga besar JNE, terlebih saat mendengar di JNE juga ada lomba azan. Hobi saya yang sejak kecil melantunkan azan seakan tersalurkan,” ucapnya. “Kalau pas libur tidak bekerja dan ada di rumah, saya biasa jadi muazin di masjid dekat rumah sampai sekarang,” tambahnya.
Terkait raihan juara 1 Lomba Azan Karyawan JNE Tingkat Nasional 2026, menurutnya tidak diraih dengan mudah karena para kandidat atau peserta lainnya rata-rata mempunyai kualitas dan kemampuan melantunkan azan dengan baik.
“Alhamdulillah, di hadapan dewan juri, yang di antaranya Ustaz Daeng Syawal yang merupakan salah seorang muazin di Masjid Istiqlal Jakarta saya terpilih sebagai juara 1. Terima kasih JNE, semoga ke depannya akan ada terus lomba azan ini, karena peminatnya ternyata cukup banyak baik karyawan di JNE Jakarta maupun di daerah,” pungkasnya. *












