JNEWS – Kepala Cabang JNE Sambas, Kalimantan Barat, merasa bersyukur hujan telah turun di wilayahnya sehingga Karhutla yang menyebabkan gangguan kabut asap dan membuat kondisi udara tidak sehat, kini telah reda. Hal ini berdampak positif pada kembali meningkatnya perekonomian masyarakat dan juga ikut mengerek volume kiriman JNE di Kabupaten Sambas.
Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan JNE Cabang Sambas, Okta Wahyudi, kepada JNEWS, Senin (5/10/2026). Menurutnya, pada periode Agustus di mana Karhutla tengah memuncak yang mengakibatkan Bandara di Pontianak dan juga Singkawang ditutup membuat volume kiriman agak menurun.
“Alhamdulillah belum lama ini di Sambas dan sekitarnya sudah turun hujan lebat. Bandara pun sudah kembali beroperasi normal, termasuk bandara di Singkawang tempat kiriman inbound maupun outbound JNE diproses. Saat ini kiriman sudah kembali normal bahkan mulai mengalami peningkatan meski belum signifikan,” ujar Okta.
Ia mengungkapkan, memang di tahun 2026 tantangan yang dihadapi cukup tinggi, terlebih dengan adanya bencana Karhutla. Meski demikian dengan kerja keras untuk memaksimalkan semua potensi yang ada, ke depannya JNE Sambas diyakini akan tetap bertumbuh.
Potensi-potensi tersebut di antaranya seperti dari kiriman ritel dan korporasi hingga bekerja sama dengan instansi pemerintahan setempat. JNE juga menjalin kerja sama dengan beberapa SMK, dengan tujuan supaya generasi muda lebih jauh mengenal dan juga familiar menggunakan layanan JNE, sebab anak sekolah sekarang juga sudah biasa berbelanja online.
“Untuk kiriman ritel di sini banyak pelaku UMKM seperti pembuat kue khas Sambas yakni kue bulan, di mana permintaannya banyak datang dari luar kota. Jabodetabek adalah destinasi favoritnya. Kemudian banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang pengiriman dokumen, sampel bibit dan lain sebagainya menggunakan JNE Sambas,” jelasnya.
Baca juga: Urutan Pengiriman JNE: Mengenal Proses Paket dari Pengirim hingga Tujuan
Adapun kerja sama dengan beberapa SMK, selain untuk memperkenalkan JNE secara lebih luas kepada generasi muda, jika suatu waktu JNE Sambas membutuhkan karyawan baru maka mereka yang terbaik dari siswa-siswi magang akan direkrut untuk bekerja.
“Walau tantangan semakin tinggi, dengan kerja keras untuk memaksimalkan semua potensi dan peluang yang ada, kami di JNE Sambas selalu menatap optimis akan tetap menjadi yang terdepan dan menjadi pilihan utama masyarakat Sambas dalam hal pengiriman paket,” pungkas Okta yang merasa lega karena kondisi udara di Sambas sudah mulai membaik. *
