JNEWS – Carlos, seorang Ksatria JNE Flores Timur bersama karyawan lainnya, selama ini terlibat aktif dalam tradisi Tikam Turo. Ia ikut menancapkan dan membuat pagar bambu di sepanjang sisi jalan yang akan dilalui arak-arakan prosesi Semana Santa.
“Saya sudah bergabung di JNE Flores Timur sejak 2022 dan di setiap tahunnya selalu ikut tradisi Tikam Turo. Dari kantor memang tidak begitu jauh, tepatnya di Kelurahan Lohayong, Larantuka, Kota Flores Timur,” ujar Carlos kepada JNEWS.
Sebagai keluarga besar JNE, Carlos merasa bangga karena perusahaan tempatnya bekerja selalu memberikan dukungan untuk terlibat aktif di tradisi yang sudah turun temurun ini. “Saat hari H kegiatan, sejak pagi saya sudah ikut membuat pagar bambu dan membagikan konsumsi. Bagi saya Tikam Turo bukan hanya sebagai tradisi budaya melainkan juga bagian dari pada keimanan yang saya anut,” terangnya.
“Saya bangga dengan kebinekaan yang ada di JNE. Semua agama hidup berdampingan dan saling menghargai. Semuanya bekerja keras untuk memajukan JNE. Di JNE Flores Timur banyak juga karyawan yang beragama Islam, semuanya hidup rukun dan damai,” urai Ksatria di bagian operasional ini.
Seperti diketahui, Tikam Turo menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian prosesi Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, NTT. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai budaya tetapi juga mengandung makna teologis yang mendalam bagi umat Katolik setempat.
Setelah pelaksanaan Tikam Turo, masyarakat yang terlibat biasanya disuguhkan makanan dan minuman sebagai bentuk kebersamaan dan ungkapan syukur. Tradisi ini juga sekaligus wujud gotong royong dan persiapan spiritual umat Katolik menyambut Tri Hari Suci. *
Baca juga: Pengalaman Berkesan, Sehari Mondok di Pesantren Express JNE di Jakarta
