JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Hobi JONI
    • Lokasi JNE
    • Loker JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • Video
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • 34 Tahun JNE
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2024
      • Content Competition 2025
      • Pemenang Content Competition 2023
      • Pemenang Content Competition 2024
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • JNE x Slank
    • Pekan Kartini
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Hobi JONI
    • Lokasi JNE
    • Loker JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • Video
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • 34 Tahun JNE
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2024
      • Content Competition 2025
      • Pemenang Content Competition 2023
      • Pemenang Content Competition 2024
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • JNE x Slank
    • Pekan Kartini
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Mengenal Benteng Rotterdam: Simbol Sejarah di Pinggir Pantai Makassar

by Penulis JNEWS
19 July 2024
Mengenal Benteng Rotterdam: Simbol Sejarah di Pinggir Pantai Makassar
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Mengintip ke belakang lembaran sejarah Sulawesi Selatan, Benteng Rotterdam berdiri gagah sebagai saksi bisu perjalanan panjang Kota Makassar. Terletak tepat di pinggir pantai, struktur ini banyak merekam peristiwa penting. Benteng ini juga menjadi lambang kekuatan serta kegigihan masyarakat lokal dalam menghadapi berbagai gelombang penjajahan.

Dengan arsitektur yang memadukan gaya Eropa dan lokal, Benteng Rotterdam bisa menjadi titik awal yang bagus untuk memulai eksplorasi tentang warisan kota Makassar dan sekitarnya.

Sejarah Benteng Rotterdam yang Panjang

Mengenal Benteng Rotterdam: Simbol Sejarah di Pinggir Pantai Makassar

Dikutip dari situs Indonesia Travel milik Kemenparekraf, sejarah Benteng Rotterdam, atau Fort Rotterdam, dimulai sebagai Benteng Ujungpandang. Dibangun pada 1545 oleh Raja Gowa X, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung, benteng ini memiliki desain awal segi empat. Desain ini khas gaya Portugis, dengan menggunakan batu dan tanah liat yang dipadatkan dan dikeringkan.

Perubahan besar terjadi pada 9 Agustus 1634 ketika Sultan Gowa XIV, I Mangerangi Daeng Manrabbia, menggantikan dinding asli dengan tembok batu padas hitam, material yang diambil dari Gowa dan Takalar. Pembangunan tembok kedua dimulai pada 23 Juni 1635, tepat di sekitar pintu masuk benteng.

Selama periode 1655 hingga 1669, benteng tersebut mengalami kerusakan parah akibat Perang Makassar. Belanda, yang menyerang Kesultanan Gowa di bawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin, menghancurkan sebagian besar benteng.

Konflik berpuncak pada 18 November 1667, menghasilkan kehancuran lebih lanjut dan kekalahan bagi Kesultanan Gowa. Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani Perjanjian Bongaya setelah kejadian tersebut.

Pasca penaklukan Kesultanan Gowa, Gubernur Jendral Speelman memprakarsai pemulihan benteng. Sebagian struktur yang hancur dibangun ulang dengan gaya arsitektur Belanda. Benteng kemudian dinamai Fort Rotterdam, mengambil nama dari kota kelahiran Speelman di Belanda, melambangkan era baru dalam sejarahnya.

Baca juga: Pantai Losari Makassar: Destinasi Pantai Eksotis di Indonesia Timur

Profil dan Arsitektur Benteng Rotterdam

Benteng Rotterdam terletak di Jalan Ujung Pandang No 1, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Area sekitar benteng ini dibatasi oleh beberapa jalan penting. Di sebelah utara berbatasan dengan Jalan Riburane, timur berbatasan dengan Jalan Slamet Riyadi. Sementara di sisi selatan berbatasan dengan Jalan WR. Supratman, dan di sebelah barat berbatasan dengan Jalan Ujung Pandang serta Selat Makassar.

Luas total benteng mencapai 12,41 hektare. Setiap sisi benteng memiliki panjang yang beragam, dengan tinggi tembok berkisar antara 5-7 meter dan ketebalan tembok mencapai 2 meter.

Dalam konteks arsitektur, Fort Rotterdam merupakan artefak urban yang penting di Kota Makassar. Benteng ini menampilkan beberapa karakteristik utama.

1. Denah Berbentuk Penyu

Site plan benteng ini sangat unik, berbentuk penyu yang merupakan simbol dari Kerajaan Gowa. Bentuk ini mencerminkan adaptasi dan kekuatan kerajaan di darat dan laut.

Denahnya ini membuat Fort Rotterdam jadi unik, berbeda dari benteng kolonial lain di Indonesia. Terutama pada bagian kepala dan ekor penyu.

2. Gerbang Utama

Salah satu elemen penting lainnya adalah gerbang utama. Dari luar, gerbang tampak sederhana dengan lengkungan tanpa ornamen. Namun dari dalam, ornamen batu yang tidak simetris menambah keunikan struktur ini. Bangunan utama di dalam kompleks ini sepenuhnya mengikuti gaya arsitektur kolonial dengan elemen gevel yang khas pada bangunan-bangunan dormer.

3. Bastion

Fort Rotterdam juga dilengkapi dengan bastion di setiap sudutnya, yang berfungsi sebagai titik pertahanan utama. Ada lima bastion yang masing-masing memiliki posisi dan nama yang berbeda, mencerminkan elemen-elemen pertahanan yang krusial.

Selain itu, tembok pertahanan yang tinggi dan kokoh dibangun dari batu padas dan bata, disusun secara simetris untuk menambah kekuatan struktur.

4. Parit Pertahanan

Parit pertahanan yang mengelilingi benteng berfungsi sebagai lapisan pertahanan tambahan. Meskipun sebagian besar parit telah ditutup karena adanya pembangunan di sekitar area, tetapi sampai saat ini masih ada sekitar 300 meter dari parit yang asli yang berada di bagian selatan benteng. Hal ini memberikan gambaran tentang sistem pertahanan yang kompleks pada masa itu.

5. Bagian Dalam Benteng

Fort Rotterdam memang tidak hanya penting secara historis tetapi juga merupakan daya tarik wisata utama di Kota Makassar. Beberapa bangunan di dalam benteng masih berdiri kokoh dan terawat, menarik minat pengunjung yang ingin menyelami sejarah dan arsitektur kolonial.

Di dalam kompleks Benteng Rotterdam, terdapat Museum La Galigo yang menyimpan koleksi penting mengenai sejarah dan kebudayaan Makassar, termasuk era kejayaan Gowa-Tallo. Museum ini juga menampilkan artefak dari periode prasejarah di Sulawesi Selatan.

Selain itu, Fort Rotterdam juga memiliki nilai sejarah khusus sebagai lokasi pengasingan Pangeran Diponegoro oleh kolonial Belanda. Ada sebuah ruangan kecil di dalam benteng yang dulunya digunakan sebagai sel penjara untuk Pangeran Diponegoro.

Panduan Wisata ke Benteng Rotterdam Makassar

Mengenal Benteng Rotterdam: Simbol Sejarah di Pinggir Pantai Makassar

Fort Rotterdam terletak strategis di pusat Kota Makassar, hanya 2 kilometer dari Pantai Losari dan berdekatan dengan pelabuhan laut. Benteng ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WITA, dan pengunjung tidak dikenakan biaya masuk.

Lokasinya mudah ditemukan, benteng ini menjadi tujuan populer bagi wisatawan dan penduduk lokal. Dari Bandara Sultan Hasanuddin, pengunjung bisa naik bus Damri rute Bandara Hasanuddin-Karebosi dan turun langsung di Fort Rotterdam.

Bagi yang datang dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, ada opsi untuk naik pete-pete atau angkot dengan kode B rute Pasar Butung-Malengkeri, atau angkot L dengan rute yang sama. Keduanya berhenti di dekat benteng.

Untuk yang berangkat dari Terminal Daya, angkot kode D rute Sudiang-Makassar Mall/Sentral bisa menjadi pilihan. Setelah itu, perjalanan bisa dilanjutkan dengan angkot R rute Kampus Unhas-Pasar Baru yang juga berhenti dekat benteng.

Sementara pengunjung yang hendak berangkat dari Terminal Malengkeri, bisa naik angkot kode B atau L rute Malengkeri-Pasar Butung, langsung menuju Fort Rotterdam.

Baca juga: 4 Tempat Makan Sop Konro Terbaik di Makassar yang Wajib Dicoba

Selain transportasi umum, alternatif lain seperti becak, ojek, atau bentor juga tersedia di berbagai titik sekitar kota. Alternatif ini memberikan fleksibilitas bagi pengunjung untuk memilih sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.

Tags: arsitektur benteng rotterdamFort Rotterdamkota makassarpanduan wisataPangeran Diponegorosejarah benteng rotterdamsulawesi selatanwisata sejarah
Share191Tweet120
Next Post
Cerita Malin Kundang: Dari Dongeng Rakyat ke Destinasi Wisata

Cerita Malin Kundang: Dari Dongeng Rakyat ke Destinasi Wisata

TERKINI

Tempat Wisata di Bima dan Pesonanya

16 Tempat Wisata di Bima yang Bikin Jatuh Hati

29 August 2025
Tempat Wisata di Magelang Instagramable

9 Tempat Wisata di Magelang yang Lagi Hits dan Instagramable

29 August 2025
Oleh-Oleh Khas Dieng untuk Dibawa Pulang

15 Oleh-Oleh Khas Dieng yang Wajib Dibawa Pulang

29 August 2025
Kepala Cabang JNE Ciamis, Eko Triwastono (tengah) bersama karyawan.

JNE Ciamis Lirik Sektor Kuliner untuk Tingkatkan Kiriman

29 August 2025
kereta whoosh kini semakin terkoneksi dengan sejumlah bandara di Jakarta

Layanan Antarmoda: Whoosh Kini Terkoneksi dengan Bandara di Jakarta

29 August 2025
jne resmikan sales counter di ibu kota nusantara

Disertai Aksi Penghijauan, JNE Operasikan Sales Counter di Ibu Kota Nusantara

28 August 2025

POPULER

Pekerjaan Freelance untuk Mahasiswa sambil Kuliah

30 Pekerjaan Freelance untuk Mahasiswa, Cari Cuan sambil Kuliah

by Penulis JNEWS
20 August 2025

Tips Liburan Long Weekend Seru dan Hemat

Tips Liburan Long Weekend Cerdas biar Tetap Seru dan Hemat

by Penulis JNEWS
9 August 2025

Gili Air: Pantai Cantik, View Indah, dan Udara Segar

Gili Air, Tempat Liburan Ideal dengan Pantai Cantik, Pemandangan Indah, dan Udara Segar

by Penulis JNEWS
14 August 2025

Tempat Wisata di Tidore: Alam, Bahari, Sejarah

11 Tempat Wisata di Tidore: Alam, Bahari, dan Sejarah

by Penulis JNEWS
21 August 2025

Fahombo Nias: Tradisi Lompat Batu Warisan Leluhur

Fahombo Nias: Tradisi Lompat Batu yang Sarat Makna dan Keberanian

by Penulis JNEWS
7 August 2025

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Hobi JONI
    • Lokasi JNE
    • Loker JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • Video
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • 34 Tahun JNE
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2024
      • Content Competition 2025
      • Pemenang Content Competition 2023
      • Pemenang Content Competition 2024
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • JNE x Slank
    • Pekan Kartini

©2020 - Your Trusted Logistic Portal