Benua Antartika: Fakta Menarik tentang Benua Es di Kutub Selatan

JNEWS – Benua Antartika seringnya dibayangkan sebagai wilayah kosong yang cuma dipenuhi es dan salju tanpa akhir. Padahal, benua di Kutub Selatan ini menyimpan banyak hal unik yang jarang diketahui orang.

Di benua ini, ada gunung berapi aktif, danau tersembunyi di bawah lapisan es, juga ada fenomena cuaca yang bikin langit terlihat aneh sekaligus indah. Suhunya memang ekstrem, tetapi kehidupan tetap ada di sana. Penguin, lumut, anjing laut, hingga berbagai stasiun penelitian dari banyak negara berdiri di tengah kondisi alam yang keras.

Fakta-Fakta Menarik Benua Antartika yang Tak Diketahui Semua Orang

Benua Antartika: Fakta Menarik tentang Benua Es di Kutub Selatan

Kalau dilihat sekilas, Benua Antartika mungkin tampak sunyi dan monoton. Namun semakin dipelajari, semakin kelihatan kalau benua ini punya peran besar bagi bumi. Berikut beberapa fakta menarik seputar benua di ujung selatan Planet Bumi yang tak semua orang tahu.

1. Cadangan Air Tawar

Benua Antartika menyimpan cadangan air tawar terbesar di dunia. Sekitar 60-90% air tawar bumi membeku di lapisan es raksasa yang menutupi benua ini. Lapisan es tersebut jadi yang terbesar di planet ini, membentang di area sekitar 14 juta kilometer persegi.

Hampir seluruh wilayah Antarktika tertutup es, mulai dari pegunungan, lembah, sampai dataran tinggi. Karena itu, hanya sekitar 1% wilayahnya yang benar-benar bebas es sepanjang tahun. Meski begitu, ada beberapa bagian yang mencair saat musim panas, terutama di kawasan Semenanjung Antarktika yang sering dikunjungi peneliti dan wisatawan ekspedisi.

Ketebalan es di Antarktika juga tidak main-main. Di titik terdalamnya bisa mencapai sekitar 4,5 kilometer. Tingginya bahkan setengah dari Gunung Everest.

Para ilmuwan sering mengingatkan dampaknya kalau seluruh es di Antarktika mencair. Permukaan laut dunia diperkirakan bisa naik sekitar 60 meter. Kalau itu terjadi, banyak kota pesisir di berbagai negara berpotensi tenggelam. Karena alasan itulah Antarktika jadi salah satu wilayah yang paling dipantau dalam penelitian perubahan iklim dunia.

Baca juga: Daftar Tempat Paling Dingin di Dunia dengan Rekor Suhu Ekstrem

2. Antartika Adalah Gurun

Meski dipenuhi es dan salju, Benua Antartika sebenarnya termasuk gurun. Kedengarannya memang aneh, karena kebanyakan orang langsung membayangkan gurun itu identik dengan pasir dan cuaca panas. Padahal, penentuan gurun bukan dilihat dari suhu atau bentuk wilayahnya, melainkan dari seberapa sedikit curah hujan yang turun setiap tahun. Wilayah yang hampir tidak menerima hujan, salju, kabut, atau embun tetap bisa disebut gurun, walaupun suhunya sangat dingin.

Curah hujan di Antarktika memang sangat rendah. Dalam 30 tahun terakhir, rata-rata curah hujan di sini hanya sedikit di atas 10 mm per tahun. Karena itulah Antarktika masuk kategori gurun kutub.

Lapisan es tebal yang menutupi Antarktika juga tidak terbentuk dalam waktu singkat. Es di sana tumbuh perlahan selama sekitar 45 juta tahun karena sedikitnya presipitasi yang turun setiap tahun. Selain dikenal sebagai salah satu tempat terkering di bumi, Antarktika juga tercatat sebagai benua paling dingin, paling berangin, dan memiliki ketinggian rata-rata tertinggi dibanding benua lain.

3. Suhunya Pernah Hangat

Suhu terdingin di daratan bumi pernah tercatat di benua ini, mencapai -89,2°C. Namun jutaan tahun lalu, Benua Antartika ternyata punya suhu berkisar 17°C. Kurang lebih seperti di Bandung.

Bukti perubahan besar itu ditemukan lewat berbagai penelitian fosil dan lapisan batuan kuno. Ilmuwan menemukan jejak hutan hijau lebat yang dulu tumbuh di Antarktika. Wilayah ini juga pernah dihuni dinosaurus sebelum akhirnya berubah menjadi benua es.

4. Mengalami Pemanasan Cepat

Semenanjung Antarktika termasuk salah satu wilayah yang mengalami pemanasan tercepat di bumi. Dalam 50 tahun terakhir, suhu rata-rata di kawasan ini naik sekitar 3°C. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding rata-rata kenaikan suhu global yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Kenaikan suhu tersebut mulai memengaruhi kehidupan di Benua Antartika. Beberapa koloni penguin harus berpindah lokasi dan perubahan waktu berkembang biak karena kondisi es laut ikut berubah. Lumut-lumut yang tumbuh di Semenanjung Antarktika sekarang juga punya musim tumbuh yang sedikit lebih panjang karena cuacanya tidak sedingin dulu.

5. Tidak Punya Zona Waktu

Di Kutub Selatan, semua garis bujur bertemu di satu titik, sehingga pembagian zona waktu jadi tidak berlaku. Kondisi alamnya juga bikin konsep waktu kacau.

Sebagian besar wilayah Benua Antartika mengalami siang terus selama sekitar 6 bulan saat musim panas, lalu gelap terus selama 6 bulan di musim dingin. Tanpa pergantian siang dan malam yang normal, orang-orang di sana sering kehilangan patokan waktu sehari-hari.

6. Semua Arah Adalah Utara

Kalau berdiri tepat di Kutub Selatan, kita berada di titik paling selatan di bumi. Karena posisinya ada di ujung bawah planet, arah mana pun yang kita tuju otomatis adalah utara. Tidak ada lagi arah selatan dari titik itu.

Hal ini sering bikin bingung saat mendengar istilah Antarktika Barat dan Antarktika Timur. Pembagian wilayah tersebut sebenarnya ditentukan berdasarkan garis meridian utama atau prime meridian, yaitu garis bujur 0 derajat yang melewati Greenwich di Inggris. Jadi, saat berdiri di Kutub Selatan dan menghadap ke arah Greenwich, wilayah di sebelah kiri disebut Antarktika Barat, sedangkan yang di sebelah kanan disebut Antarktika Timur. Pembagian ini dipakai untuk memudahkan pemetaan dan penelitian ilmiah di Benua Antartika.

7. Punya Gunung Berapi

Salah satu yang paling terkenal adalah Gunung Erebus di Pulau Ross. Gunung ini merupakan gunung berapi aktif paling selatan di bumi sekaligus gunung berapi tertinggi kedua di Benua Antartika.

Gunung Erebus dipenuhi es, tetapi tetap mengeluarkan panas dan gas vulkanik. Di sekitar kawahnya bahkan terbentuk fumarol es dan pahatan es alami yang muncul akibat uap panas dari dalam gunung.

Gunung berapi aktif lainnya berada di Pulau Deception, bagian dari Kepulauan South Shetland. Pulau ini sebenarnya adalah kaldera vulkanik raksasa.

8. Fenomena Air Terjun Darah

Pada tahun 1911, para peneliti menemukan pemandangan aneh di Gletser Taylor, Antarktika Timur. Es putih di kawasan itu terlihat seperti berdarah karena ada aliran air merah pekat yang keluar dari dalam gletser. Fenomena ini kemudian dikenal dengan nama Blood Falls atau Air Terjun Darah.

Pada tahun 2017 penelitian berhasil menjelaskan asal-usul fenomena ini. Air itu ternyata berasal dari danau bawah es yang tersembunyi jauh di dalam gletser. Kandungan garam dan zat besinya sangat tinggi. Saat air keluar dan terkena oksigen, zat besi di dalamnya mengalami oksidasi atau berkarat. Proses itulah yang membuat air berubah menjadi merah tua seperti darah.

9. Bukan Milik Negara Mana pun

Benua Antartika punya perjanjian internasional khusus yang disebut Antarctic Treaty atau Perjanjian Antarktika. Saat manusia pertama kali melihat benua ini pada tahun 1820, Antarktika menjadi satu-satunya benua tanpa penduduk asli. Setelah itu beberapa negara mulai mengklaim wilayah di sana sebagai milik mereka. Klaim tersebut sempat memicu ketegangan karena masing-masing negara punya pendapat berbeda soal siapa yang berhak menguasai Antarktika.

Untuk mencegah konflik, akhirnya dibuat kesepakatan bersama. Pada Desember 1959, sebanyak 12 negara menandatangani Antarctic Treaty. Isi utamanya adalah menjadikan benua ini sebagai kawasan damai dan pusat penelitian ilmiah, bukan tempat perebutan kekuasaan.

10. Fenomena Diamond Dust

Di benua ini juga ada fenomena cuaca unik, diamond dust. Meski curah hujan di sana sangat rendah, udara dinginnya sering membentuk kristal es kecil yang melayang di dekat permukaan tanah. Bentuknya mirip kabut tipis, tetapi isinya bukan tetesan air melainkan partikel es sangat halus.

Saat terkena sinar matahari, kristal-kristal es itu memantulkan cahaya dan terlihat berkilau seperti jutaan berlian kecil yang beterbangan di udara. Efeknya bisa sangat cantik, apalagi di hamparan es Antarktika yang luas dan terang. Fenomena ini juga jadi penyebab munculnya efek optik alami seperti halo matahari, sun dog, dan pilar cahaya yang kadang terlihat di wilayah kutub.

Baca juga: 12 Tempat Paling Liar di Muka Bumi yang Belum Tersentuh Peradaban

Karena kondisi alam dan cuacanya yang ekstrem, Benua Antartika memang punya banyak fenomena yang sulit ditemukan di tempat lain di bumi. Tidak heran kalau benua ini terus jadi lokasi penting untuk penelitian sekaligus tujuan ekspedisi yang menarik perhatian banyak orang.

Exit mobile version