JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Burung Dodo: Kisah Tragis Burung yang Punah dari Pulau Mauritius

by Penulis JNEWS
15 September 2026
Burung Dodo: Kisah Tragis Burung yang Punah dari Pulau Mauritius
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Burung dodo mungkin sudah sering kita lihat muncul dalam buku sejarah, film, atau ilustrasi tentang hewan-hewan yang telah punah. Burung yang berasal dari Pulau Mauritius ini dikenal akan kisah hidupnya yang berakhir tragis hanya dalam waktu kurang dari dua abad setelah manusia datang ke habitatnya.

Sebelumnya, dodo hidup tenang di Mauritius tanpa harus menghadapi banyak predator. Namun, ketika manusia dan hewan pendatang mulai masuk ke Mauritius, mereka tidak bisa dengan cepat beradaptasi. Kepunahan dodo menjadi salah satu contoh paling terkenal tentang bagaimana kedatangan manusia dapat mengubah kehidupan satwa di sebuah pulau.

Asal Usul Burung Dodo

Burung Dodo: Kisah Tragis Burung yang Punah dari Pulau Mauritius

Burung dodo merupakan burung endemik Pulau Mauritius, sebuah pulau yang berada di Samudra Hindia, sebelah timur Madagaskar. Dodo termasuk keluarga Columbidae, kelompok yang juga mencakup merpati dan tekukur. Nama ilmiahnya adalah Raphus cucullatus.

Asal-usul burung dodo berkaitan erat dengan sejarah geologi Mauritius. Pulau ini terbentuk dari aktivitas vulkanik dan sejak lama terpisah dari daratan besar. Kondisi geografis tersebut membuat sejumlah hewan berkembang dengan karakter yang sangat khas karena tidak menghadapi tekanan predator seperti yang dialami satwa di benua.

Nenek moyang burung dodo diperkirakan merupakan burung yang mampu terbang dan tiba di Mauritius pada masa lampau. Setelah hidup selama banyak generasi di lingkungan pulau yang relatif aman, kemampuan terbang menjadi semakin kurang dibutuhkan. Tubuhnya berkembang menjadi lebih besar, sementara sayapnya mengecil.

Ketika pelaut Eropa mencapai Mauritius pada akhir abad ke-16, dodo masih hidup di pulau tersebut. Catatan dari para pelaut dan penjelajah kemudian menjadi sumber informasi penting mengenai keberadaan burung ini. Sayangnya, catatan tersebut juga menggambarkan perubahan cepat yang terjadi setelah manusia mulai sering datang ke Mauritius.

Baca juga: Kepulauan Mauritius: Negara Eksotik di Samudra Hindia yang Memikat Wisatawan

Keistimewaan Burung Dodo

Walaupun sudah tidak dapat ditemukan dalam kondisi hidup, gambaran mengenai dodo masih bisa disusun melalui catatan sejarah, lukisan, ilustrasi, serta penelitian terhadap sisa-sisa tubuhnya. Ada beberapa ciri yang membuat burung dodo begitu menarik dalam sejarah satwa.

1. Tidak Bisa Terbang

Salah satu ciri paling terkenal dari burung dodo adalah ketidakmampuannya untuk terbang. Lingkungan Mauritius membuat kemampuan terbang menjadi kurang diperlukan. Apalagi tidak ada predator darat besar yang mengejarnya, sehingga burung ini dapat mencari makanan di tanah tanpa harus mengandalkan penerbangan untuk melarikan diri.

Sayapnya tumbuh tidak sebagaimana mestinya, dan akhirnya tidak lagi berfungsi untuk membawa tubuh ke udara. Sementara itu, burung ini memiliki sepasang kaki yang kuat, sehingga membantunya bergerak di permukaan tanah.

2. Tubuhnya Cukup Besar

Tubuh dodo berukuran cukup besar, apalagi kalau dibandingkan dengan sayapnya. Bobotnya diperkirakan mencapai beberapa belas kilogram. Sejumlah lukisan lama menggambarkan dodo dengan tubuh yang sangat gemuk, tetapi hal ini belum tentu mencerminkan bentuk tubuhnya di alam liar.

3. Memiliki Paruh Besar

Salah satu ciri khas dodo adalah paruhnya yang besar dan cukup tebal. Bagian ujungnya melengkung ke bawah, sementara bentuk keseluruhannya terlihat kokoh dan lebar.

Struktur paruh tersebut diperkirakan membantu dodo memakan berbagai jenis makanan yang tersedia di habitatnya, seperti buah, biji, dan bagian tumbuhan lainnya.

4. Hidup di Lingkungan Tanpa Predator Darat Besar

Mauritius menawarkan lingkungan yang relatif aman bagi satwa asli sebelum kedatangan manusia. Tidak ada mamalia pemangsa besar di pulau ini, sehingga kondisi tersebut ikut membentuk perilaku dodo.

Karena tidak ada predator, dodo diperkirakan tidak memiliki insting menyelamatkan diri yang kuat. Responsnya tidak kuat untuk menghindari manusia. Sifat yang sebelumnya membantu dodo hidup tenang di pulau akhirnya menjadi kelemahan terbesar ketika manusia mulai memburunya.

5. Bertelur di Tanah

Dodo diyakini membuat sarang di permukaan tanah dan hanya menghasilkan sedikit telur dalam satu masa berkembang biak. Karakter semacam ini cukup berisiko ketika lingkungan mulai dipenuhi hewan yang bisa memakan telur atau anak burung.

Mengapa Burung Dodo Bisa Punah?

Burung Dodo: Kisah Tragis Burung yang Punah dari Pulau Mauritius

Dodo punah sebelum zoologi modern memiliki dokumentasi lengkap mengenai perilaku satwa. Karena itu, banyak gambaran tentang burung ini berasal dari kombinasi catatan pelaut, lukisan, tulang, dan penelitian ilmiah yang dilakukan jauh setelah kepunahannya.

Punahnya burung dodo tidak terjadi karena satu penyebab saja. Kedatangan manusia ke Mauritius memang membawa perubahan besar pada ekosistem pulau, sehingga ada banyak hal yang menyebabkan kepunahan burung ini.

Para pelaut dan pendatang juga membawa hewan seperti tikus, babi, serta anjing ke Mauritius. Hewan-hewan tersebut memangsa telur dan anak dodo yang berada di sarang tanah. Dodo dewasa yang hidup tanpa predator alami sebelumnya tidak memiliki perilaku pertahanan yang kuat terhadap ancaman baru. Dodo tidak bisa terbang untuk membawa anak atau dirinya ke tempat aman, seperti halnya burung pada umumnya.

Perubahan habitat juga memberi tekanan tambahan. Hutan yang menjadi tempat hidup dodo terganggu keseimbangannya akibat meningkatnya aktivitas manusia. Ketika sumber makanan dan tempat berkembang biak ikut berubah, populasi yang sudah terbatas menjadi semakin sulit bertahan.

Burung dodo sendiri juga menjadi sasaran perburuan. Dagingnya dimanfaatkan oleh pelaut, meskipun ada catatan yang menunjukkan bahwa rasa daging burung dodo ini tidak begitu enak dan cenderung keras.

Dodo kemungkinan menghilang dari alam sekitar akhir abad ke-17. Tahun pasti kepunahannya tidak diketahui. Catatan terakhir yang sering dikaitkan dengan keberadaan dodo berada pada dekade 1660-an, sementara beberapa laporan setelah periode tersebut masih menjadi bahan perdebatan. Sejumlah perkiraan menempatkan kepunahannya sekitar 1680-an.

Baca juga: Mengenal Burung Cendrawasih: Simbol Keindahan Alam Indonesia Timur

Burung dodo telah menjadi bagian dari ekosistem Mauritius yang berkembang selama ribuan tahun dalam kondisi khas sebuah pulau. Ketika lingkungan tersebut berubah akibat aktivitas manusia, dodo tidak punya cukup waktu untuk beradaptasi. Jejaknya kini hanya tersisa dalam tulang, catatan sejarah, dan penelitian ilmiah.

Kisah kepunahan burung yang unik terus menjadi pengingat tentang betapa cepat sebuah spesies dapat hilang ketika habitatnya mengalami perubahan besar.

Post Views: 484
Tags: burung endemikhewan endemikhewan yang sudah punahPulau Mauritius
Share549Tweet343
Next Post
Tip Membuat Perpustakaan Pribadi di Rumah, Nyaman untuk Baca dan Koleksi Buku

Tip Membuat Perpustakaan Pribadi di Rumah, Nyaman untuk Baca dan Koleksi Buku

TERKINI

Makanan Khas Prancis Terpopuler di Dunia dan Menarik untuk Dicoba

10 Makanan Khas Prancis Terpopuler di Dunia dan Menarik untuk Dicoba

11 October 2026
bisnis kuliner bandung

Peluang Bisnis Kuliner Bandung 2026: Franchise, Frozen Food hingga Oleh-oleh Viral

10 October 2026
4 Flyover Tertinggi di Dunia dengan Konstruksi Spektakuler

4 Flyover Tertinggi di Dunia dengan Konstruksi Spektakuler

10 October 2026
jne raih sertifikat halal

Raih Sertifikat Halal, JNE Komit Ciptakan Nilai Tambah bagi Pelanggan

9 October 2026
Ngarai Sianok: Pesona Lembah Hijau yang Mengapit Kota Bukittinggi

Ngarai Sianok: Pesona Lembah Hijau yang Mengapit Kota Bukittinggi

9 October 2026
Ide Bisnis Berbasis Seni yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan

11 Ide Bisnis Berbasis Seni yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan

9 October 2026

POPULER

Bisnis Warung Madura: Panduan Memulai hingga Mengelola Usaha

Bisnis Warung Madura: Panduan Memulai hingga Mengelola Usaha

by Penulis JNEWS
2 October 2026

Mengenal Gunung Anak Krakatau, Gunung Api yang Tumbuh dari Laut

Mengenal Gunung Anak Krakatau, Gunung Api yang Tumbuh dari Laut

by Penulis JNEWS
23 September 2026

Ingin Buka Usaha Fotokopi? Ini Panduan Memulainya dari Nol

Ingin Buka Usaha Fotokopi? Ini Panduan Memulainya dari Nol

by Penulis JNEWS
28 September 2026

Mengenal Rumah Bung Karno di Bengkulu, Saksi Jejak Perjuangan Sang Proklamator

Mengenal Rumah Bung Karno di Bengkulu, Saksi Jejak Perjuangan Sang Proklamator

by Penulis JNEWS
23 September 2026

Burung Dodo: Kisah Tragis Burung yang Punah dari Pulau Mauritius

Burung Dodo: Kisah Tragis Burung yang Punah dari Pulau Mauritius

by Penulis JNEWS
15 September 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1

©2020 - Your Trusted Logistic Portal