Cara Dapur Mama Nizam Bertahan Selama Pandemi

UKM Dapur Mama Nizam Bakery mengalami penurunan omzet 30 persen selama pandemi, lalu bagaimana cara Dapur Mama Nizam bertahan selama pandemi?

CARA UMKM DAPUR MAMA NIZAM BERTAHAN SAAT PANDEMI

Pandemi covid-19 tidak hanya merusak tatanan kesehatan tetapi juga menghantam sektor perekonomian Usaha Kecil Menengah (UKM). Hal yang sama juga dirasakan Syarifah Kemala, pemilik UKM Dapur Mama Nizam Bakery yang mengalami penurunan omzet 30 persen selama pandemi, lalu bagaimana cara Dapur Mama Nizam bertahan selama pandemi?

Dapur Mama Nizam Bakery tetap bertahan dan eksis di Kabupaten Siak, Riau berkat inovasi dan gencarnya promosi lewat media sosial.

Usaha yang dimulainya sejak 2017 ini sudah memiliki omzet di atas Rp100 juta per bulan, dengan 8 orang karyawan yang membantunya setiap hari. Selain memasarkan secara offline, Kemala juga aktif mempromosikan produk Dapur Mama Nizam bakery secara online di media sosial seperti Instagram, group WhatApp, dan Facebook.

“Saat pandemi lagi tinggi-tingginya, saya sempat memberlakukan sistem shift pada karyawan Dapur Mama Nizam, tetapi tidak berlangsung lama, hanya 2 minggu,” ucap Kemala pada JNEWS.

Terus berinovasi, serta mengenalkan produk-produk baru dengan harga standar agar pelanggan tidak bosan adalah cara Dapur Mama Nizam Bakery bertahan selama pandemi ini. Tidak lupa juga aktif mempromosikan di media sosial agar pelanggan tidak ketinggalan informasi.

“Promosi secara online di media sosial lebih cepat dalam menjangkau pasar secara luas. Dapur Mama Nizam lebih cepat dikenal dan tersebar luas dari jenis produk hingga kualitas produk,” ungkap Kemala.

BACA JUGA: Nyaris Gulung Tikar, UKM Ini Bertahan Karena Beralih ke Online

Pantang Menyerah

Kemala bercerita, untuk membuat Dapur Mama Nizam Bakery sampai di titik ini bukanlah hal yang mudah. Ia sempat mengalami kegagalan berulang kali, diusir Satpol-PP saat bazar, ditipu reseller hingga kerugian dari segi produksi.

Pantang menyerah adalah kunci dari keberhasilan Kemala dalam mengembangkan usahanya Dapur Mama Nizam Bakery.

Syarifah Kemala atau yang akrap disapa Mala ini memulai usaha Dapur Mama Nizam Bakery dari kegemarannya dalam mencoba resep baru untuk memenuhi gizi anak. Sukarnya membuat anak-anak senang makan adalah tantangan besar bagi para ibu.

“Awalnya saya tidak bisa memasak, lalu belajar lewat youtube dan coba-coba resep dan ragam kreasi baru untuk makanan anak. Karena bentuknya yang unik anak-anak jadi suka, lalu mempostingnya di media sosial,” sebutnya.

Walau sering kali gagal, namun ia tidak putus asa untuk terus belajar memasak. Setiap masakan yang telah berhasil dibuatnya, ia posting di laman Facebook. Tidak hanya foto ia juga menyertakan resep masakan buatannya, hingga memberinya nama Dapur Mama Nizam, yang diambil dari nama anak pertamanya.

Ternyata hal ini mendapat respon yang positif dari teman-temannya. Sejak saat itu banyak yang memesan kue buatannya. Usaha Dapur Mama Nizam bakery pun dimulai pada Oktober 2017.

“Berawal dari coba-coba, hingga saat ini sudah banyak yang berlangganan bahkan untuk dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang kampung,” jelas Mala.

Hingga kini, Dapur Mama Nizam Bakery sudah membuat 100 lebih jenis kue kering dan basah dengan harga beragam. Bahkan ia juga dibanjiri permintaan snackbox untuk kegiatan pemerintah daerah maupun swasta di Kabupaten Siak sekitar.

Saat ini Kemala sedang mempersiapkan toko sendiri dan pengembangan cabang di beberapa titik di Kabupaten Siak dan Kota Pekanbaru. Begitulah cara Dapur Mama Nizam Bakery bertahan selama pandemi Covid-19, bisa Anda tiru di tengah lesunya perekonomian akibat pandemi.

BACA JUGA: Kesalahan Fatal Pengelolaan Modal Usaha Bisnis Online

Exit mobile version