JNEWS – Sushi bukan sekadar makanan Jepang cepat saji yang bisa dimakan sembarangan dan langsung habis dalam beberapa gigitan. Cara memegang, mencelupkan, sampai urutan memakannya punya peran dalam menjaga rasa tetap seimbang. Karena itu, kita perlu tahu cara makan sushi yang “benar”, sesuai dengan tradisi aslinya.
Langkah-Langkah Cara Makan Sushi sesuai Tradisinya

Di Jepang, cara makan sushi berkembang dari kebiasaan sederhana yang dijaga terus-menerus. Seenarnya sih, tidak ada aturan yang terlalu kaku. Tapi, kalau ingin mendapatkan pengalaman yang lengkap, makan sushi sesuai pakem pastinya akan lebih baik.
Setiap detail langkah ini ada alasannya, mulai dari cara menyentuh makanan sampai bagaimana menikmatinya di meja. Kalau dilakukan, niscaya pengalaman makan sushinya akan terasa berbeda dibandingkan makanan lain. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Bersihkan Tangan sebelum Mulai Makan
Saat duduk, pelayan akan memberikan oshibori, yakni handuk kecil yang disediakan di restoran Jepang untuk membersihkan tangan sebelum makan. Ambil dan gunakan untuk mengelap kedua tangan.
Hal ini penting karena sushi kadang juga dimakan dengan tangan langsung. Tangan yang bersih menjaga rasa tetap netral tanpa gangguan bau lain. Jangan dipakai untuk wajah atau leher karena fungsinya memang khusus untuk tangan.
Setelah selesai, lipat kembali dengan rapi seperti saat pertama diberikan. Letakkan di samping, bukan dilempar sembarangan di meja. Dengan begitu, kita akan terkesan paham cara menghargai tempat makan. Dari awal sudah terlihat cara kita memperlakukan makanan.
Baca juga: Jenis-Jenis Sushi yang Menarik Diketahui dan Karakter Rasa Masing-Masing
2. Tentukan Pakai Tangan atau Sumpit
Begitu sudah disajikan, kita bisa langsung memilih cara makan sushi yang paling pas.
Untuk nigiri, lebih sering pakai tangan karena bentuknya memang mudah diangkat tanpa bantuan alat. Sentuhan tangan juga membantu menjaga posisi ikan tetap di atas nasi. Kalau pakai sumpit, pastikan menjepit bagian samping dengan tekanan ringan. Jangan terlalu kuat karena nasi bisa pecah. Untuk sashimi, sumpit lebih praktis karena potongannya tipis dan licin.
Tidak perlu ragu soal pilihan yang dilihat adalah cara makan yang tetap rapi. Selama tidak membuat sushi berantakan, keduanya sama-sama diterima. Fokusnya ada di kontrol, bukan gaya.
3. Celupkan ke Kecap dengan Cara yang Tepat
Ambil satu potong sushi, lalu putar sedikit agar bagian ikan menghadap ke bawah. Sentuhkan tipis ke kecap, cukup sebentar saja.
Nasi tidak perlu kena kecap karena mudah menyerap dan jadi lembek. Kalau nasi sampai basah, bentuknya bisa hancur sebelum sampai ke mulut. Selain itu, rasa asin akan mendominasi dan menutup rasa asli ikan.
Banyak yang keliru dengan cara makan sushi ini. Mereka mencelupkan seluruh bagian, padahal itu membuat keseimbangan rasanya hilang. Kecap hanya sebagai pelengkap ringan. Gunakan secukupnya agar tiap gigitan tetap terasa bersih. Lebih baik kurang daripada berlebihan.
4. Gunakan Wasabi tanpa Dicampur ke Kecap
Kalau ingin menambahkan wasabi, jangan langsung mencampurnya ke dalam kecap. Mencampur wasabi ke kecap asin (shoyu) dianggap kurang sopan di restoran kelas atas Jepang karena merusak warna dan aroma kecap serta menghina racikan chef.
Umumnya, wasabi sudah diselipkan di antara nasi dan ikan dengan takaran tertentu. Kalau ingin menambah, ambil sedikit dan letakkan langsung di atas ikan. Dengan cara makan sushi seperti ini, rasa pedasnya menyatu dengan ikan, bukan bercampur di cairan.
Mencampur wasabi ke kecap membuat rasanya menyebar dan sulit dikontrol. Hasilnya rasa tidak akan seimbang. Lebih enak kalau tiap elemen tetap punya peran yang jelas. Jadi gunakan wasabi tanpa berlebihan.
5. Habiskan Sushi dalam Satu Gigitan
Satu potong sushi dibuat dengan ukuran yang pas untuk sekali makan. Saat masuk ke mulut utuh, nasi dan ikan akan terasa seimbang.
Memotong sushi dengan sumpit atau menggigit sebagian biasanya dihindari. Karena kalau digigit setengah, bagian dalamnya akan terbuka dan mudah berantakan. Nasi bisa lepas, ikan bisa bergeser. Selain itu, rasa juga jadi tidak utuh karena tidak masuk bersamaan.
Kalau ukurannya agak besar, tetap coba dimakan dalam satu suapan, tapi perlahan. Jangan terburu-buru, nikmati saja.
Sebenarnya, cara makan sushi tidaklah kaku. Tapi kalau bisa menjaga bentuk dan rasa pasti pengalamannya akan lebih terasa.
6. Manfaatkan Jahe sebagai Penetral Rasa
Kalau makan sushi, jahe acar biasanya juga disajikan di sisi piring. Ambil sedikit di antara satu jenis sushi dan berikutnya. Jangan menaruh jahe di atas sushi karena begitu cara makannya.
Jahe bukan topping, melainkan untuk membersihkan sisa rasa di mulut untuk berganti ke sushi berikutnya. Jahe ini bisa membantu kita membedakan karakter rasa di setiap sushi. Kalau langsung makan sushinya berurutan tanpa jeda, rasa bisa saling bercampur.
Kunyah jahe acar perlahan, rasanya segar dan sedikit tajam. Makan seperlunya saja, tidak perlu terlalu sering.
7. Hargai Tempo Penyajian dari Chef
Di sushi bar, chef biasanya akan menyajikan sushi satu per satu. Idealnya, mulailah dari ikan yang rasanya ringan/putih (seperti kakap atau cumi), lalu ke ikan yang lebih berlemak/merah (seperti tuna atau salmon), dan diakhiri dengan yang rasanya manis atau kuat (seperti belut/unagi atau tamago). Ini bertujuan agar rasa ikan yang berat tidak menutupi rasa ikan yang lembut.
Saat sushi sampai di depan kita, bisa langsung dimakan. Kalau dibiarkan terlalu lama, tekstur nasi bisa berubah dan ikan kehilangan kesegarannya.
Jangan terlalu banyak menambahkan bumbu tambahan karena racikannya sudah dipikirkan sebelumnya. Duduk di sushi bar berarti kita sudah bersedia mengikuti alur yang dibuat chef.
Jadi, nikmati saja ritmenya. Makan, jeda sebentar, lalu lanjut. Boleh juga sambil ngobrol.
8. Minum Teh sebagai Pendamping
Teh hijau biasanya tersedia sepanjang makan. Minum di sela-sela membantu membersihkan mulut dari sisa rasa sebelumnya. Dengan begitu, setiap gigitan sushi berikutnya akan lebih enak.
Rasa teh tidak akan mengganggu rasa sushi karena ringan. Dibanding minuman manis atau bersoda, teh jauh lebih netral. Ambil satu atau dua teguk saja, tidak perlu banyak. Air putih juga bisa, tapi teh lebih umum digunakan.
9. Gunakan Sumpit dengan Sopan
Kalau memakai sumpit, ada beberapa cara makan sushi yang perlu diperhatikan, di antaranya:
- Jangan menancapkan sumpit ke nasi karena punya makna berbeda dalam budaya Jepang.
- Hindari juga menggesek-gesek sumpit untuk membersihkan serpihan kayu.
- Saat mengambil sushi, jepit dengan lembut dari samping. Tidak perlu menusuk atau menekan terlalu kuat.
- Kalau sedang tidak dipakai, letakkan di penyangga sumpit atau di tepi piring dengan rapi.
- Jangan meletakkan sumpit sembarangan apalagi menyilang di atas mangkuk.
Hal-hal kecil ini wajib diperhatikan. Terlihat sepele, tapi menunjukkan cara makan sushi yang beradab dan tertata.
10. Jaga Sikap saat Makan
Cara makan sushi itu wajib tenang. Tidak perlu berbicara terlalu keras atau membuat suara saat mengunyah. Ambil makanan sesuai porsi, tidak menumpuk di piring sekaligus. Nikmati satu per satu tanpa terburu-buru. Fokus pada apa yang dimakan, bukan sekadar cepat selesai.
Kalau makan bersama orang lain, beri ruang agar semua nyaman. Bergeraklah dengan santai, tenang, dan tetap rapi. Dengan begitu, pengalaman makan terasa lebih enak tanpa perlu banyak aturan yang dipikirkan.
Baca juga: Restoran Jepang dan Ragam Pengalaman Makan yang Ditawarkan
Cara makan sushi di atas sebenarnya tidaklah kaku. Tetapi kalau dilakukan, maka kita akan dapat menikmati sushi dengan lebih rapi. Tidak semua harus diikuti persis, tapi memahami dasarnya bikin pengalaman makan jadi lebih enak tanpa gangguan hal kecil yang sebenarnya bisa dihindari. Kalau sudah terbiasa, semua nantinya akan mengalir begitu saja, tanpa perlu banyak berpikir lagi.
Sushi itu enak sekali. Jadi setiap suapannya harus dinikmati semaksimal mungkin, agar terasa utuh dan meninggalkan kesan.