JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Sidang Isbat Tentukan Hari Lebaran 2026: 20 atau 21 Maret?

by Redaksi JNEWS
19 March 2026
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Penentuan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia pada Kamis, 19 Maret 2026. Sejumlah data astronomis menunjukkan posisi hilal tahun ini berada dalam kondisi yang cukup menantang untuk diamati.

Berdasarkan perhitungan dari Observatorium Bosscha, posisi bulan sabit muda saat matahari terbenam berada sangat dekat dengan Matahari di langit barat. Kondisi ini membuat peluang terlihatnya hilal menjadi terbatas.

Secara astronomis, elongasi atau jarak sudut Bulan terhadap Matahari di Indonesia berkisar antara 4,6 hingga 6,2 derajat, dengan ketinggian hilal hanya sekitar 0 hingga 3 derajat di atas ufuk, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat.

Peneliti Observatorium Bosscha, Yatny Yulianty, menjelaskan bahwa kondisi tersebut berada di batas visibilitas hilal

“Keberhasilan pengamatan sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer, transparansi langit, serta pengalaman dan metode pengamatan,” ujar Yatny dalam keterangan medianya, Rabu (18/3/2026).

Untuk mendukung proses penentuan awal Syawal, tim astronom akan melakukan pengamatan di dua lokasi, yakni di Lembang, Jawa Barat, dan Lhok Nga, Aceh. Lokasi di Aceh dipilih karena berada di area yang mendekati batas kriteria visibilitas hilal, sehingga penting untuk dilakukan verifikasi melalui observasi langsung.

Baca juga: Mudik Lebaran dengan Anak Kecil: Hal yang Perlu Dipersiapkan

Dengan kondisi hilal yang berada di ambang batas, hasil sidang isbat tahun ini diperkirakan akan menjadi perhatian publik. Situasi ini juga membuka kemungkinan adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia.

Sidang Isbat

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar sidang isbat pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H. Hasil sidang tersebut akan menjadi acuan resmi penetapan 1 Syawal bagi masyarakat Indonesia.

Dalam menentukan awal bulan Hijriah, pemerintah menggunakan kombinasi metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Kriteria yang digunakan merujuk pada standar MABIMS, yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Sejumlah lembaga memprediksi kriteria tersebut belum akan terpenuhi pada saat pengamatan. Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, memperkirakan Idul Fitri kemungkinan besar jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Prediksi serupa juga disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang menilai posisi hilal saat pemantauan masih berada di bawah ambang batas kriteria MABIMS.

Di sisi lain, Nahdlatul Ulama belum menetapkan tanggal Lebaran. Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, NU cenderung mengikuti keputusan pemerintah karena menggunakan pendekatan yang sama, yakni perpaduan hisab dan rukyat.

Berbeda dengan pemerintah dan NU, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab dengan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menyebutkan bahwa ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, sehingga kriteria awal bulan sudah terpenuhi menurut metode yang mereka gunakan.

Keputusan akhir sidang isbat nantinya akan mempertimbangkan gabungan data hisab dan hasil rukyat dari berbagai titik pengamatan di Indonesia, termasuk laporan dari para ahli astronomi.

25 juta pemudik lintasi Jabar

Dinas Perhubungan Jawa Barat perkirakan 51 persen penduduk Jabar akan melakukan pergerakan pada masa mudik dan balik Lebaran 2026.

Kadishub Jabar, Dhani Gumelar menyampaikan, di masa angkutan Lebaran 2026 sebagian warga Jabar diperkirakan akan melakukan pergerakan dengan berbagai tujuan seperti mudik, berwisata dan silaturahmi.

“Berdasarkan hasil survei, potensi pergerakan Jabar di angkutan Lebaran 1447 H diperkirakan 51 persen atau sekitar 25,6 juta orang dengan tujuan paling banyak mudik,” ungkap Dhani, Selasa (10/3/2026) lalu.

Mengenai jumlah penduduk yang bermaksud mudik jumlahnya kurang lebih 24,84 juta atau 96,737 persen dari total masyarakat yang akan melakukan pergerakan.

“Sedangkan sisanya, tujuannya wisata, silaturahmi tidak pulang kampung (di dalam kota), bekerja, jadi memang kalau dilihat dari data hasil survei, maksud perjalanan dari pergerakan ini paling banyak adalah mudik,” katanya.

Terkait moda transportasi yang akan digunakan, mayoritas mobil pribadi dengan jumlah 16,75 juta orang.

“Ada tiga moda yang paling banyak digunakan. Pertama mobil pribadi dengan  jumlah 16,75 juta orang, kemudian motor dengan jumlah 3,91 juta orang dan ketiga kereta api dengan jumlah 3,34 juta orang,” ungkapnya.

Baca juga: Angpao Lebaran untuk Anak-Anak, Berapa Nominal yang Wajar?

“Dan pemilihan jalur mudik paling banyak Tol Trans Jawa, Japek-Cipali-Palikanci, diperkiraka 14,18 juta kendaraan pribadi itu memilih jalur Tol Trans Jawa. Sisanya bus umum dengan jumlah 0,78 juta, mobil sewa 0,48 juta, travel 0,25 juta, bus pariwisata 0,04 juta, pesawat 0,06 juta dan kapal 0,01 juta,” lanjutnya.

Untuk memastikan masa mudik dan balik Lebaran lancar, Dishub Jabar dikatakan sudah menyiapkan 26 CCTV analytic di sejumlah lokasi rawan dengan 10 sensor traffic count. Rencananya pemerintah akan menambah 100 CCTV yang akan difungsikan sebagai Arterial Transport Management System (AtMS).

Sistem terintegrasi ini dikembangkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk memantau, mengelola, dan meningkatkan kinerja jaringan jalan nasional.**

Tags: hari lebaran menurut Muhammadiyahhasil sidang isbatlebaran 20 atau 21 maret?sidang isbat 19 maret 2026
Share191Tweet119
Next Post
tips listrik di rumah tetap aman selama mudik

Ini Tips dari PLN Agar Listrik di Rumah Tetap Aman Selama Mudik

TERKINI

Pemrpov NTB targetkan 2,5 juta wisatawan berkunjung di tahun 2026

Pemprov Nusa Tenggara Barat Bidik 2,5 Juta Wisatawan di Tahun 2026

3 May 2026
aktivitas jet ski di senggigi

Kedepankan Keselamatan, Dishub Lombok Barat Tertibkan Aktivitas Jet Ski di Senggigi

2 May 2026
Cara Membuat Foto Produk yang Menarik untuk Meningkatkan Penjualan

Cara Membuat Foto Produk yang Menarik untuk Meningkatkan Penjualan

2 May 2026
Hollywood Sign: Sejarah dan Fakta Menarik di Balik Ikon Los Angeles

Hollywood Sign: Sejarah dan Fakta Menarik di Balik Ikon Los Angeles

1 May 2026
aksi donor darah karyawan jne

Beraksi Nyata dengan Aksi Donor Darah

30 April 2026
Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan

Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan

30 April 2026

POPULER

Oleh-Oleh Khas Sukabumi yang Layak Masuk Daftar Belanja

10 Oleh-Oleh Khas Sukabumi yang Layak Masuk Daftar Belanja

by Penulis JNEWS
24 April 2026

Cara Mengelola Keuntungan Bisnis Bisa Terus Berkembang

Cara Mengelola Keuntungan Bisnis Bisa Terus Berkembang

by Penulis JNEWS
15 April 2026

12 Makanan Khas Riau yang Menggugah Selera

12 Makanan Khas Riau yang Menggugah Selera

by Penulis JNEWS
22 April 2026

Louvre Museum: Mengenal Museum Seni Terbesar di Dunia

Louvre Museum: Mengenal Museum Seni Terbesar di Dunia

by Penulis JNEWS
21 April 2026

Apa Itu Gaya Hidup Soft Life? Memahami Konsep Hidup yang Lebih Tenang

Apa Itu Gaya Hidup Soft Life? Memahami Konsep Hidup yang Lebih Tenang

by Penulis JNEWS
17 April 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal