Perajin Ini Sulap Sampah Laut Jadi Barang Berharga

Pengrajin dari sampah laut/ Dok. Beritajakarta

Bagi sebagian orang, sampah merupakan barang bekas yang tak ada nilainnya. Tapi, di mata orang lain, justru sampah masih memiliki daya tarik untuk diolah dan dirancang bangun menjadi barang yang memiliki nilai jual.

Salah satunya orang yang memanfatkan sampah untuk dijadikan barang bernilai adalah Harun, warga sekaligus pengrajin di Pulau Harapan, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu.

Berangkat dari ketekunan dan keterampilannya dalam menghasilkan karya menarik, Harun sukses mengolah sampah atau barang bekas menjadi sebuah karya seni berkelas, sekaligus memiliki nilai jual.

BACA JUGA : Dari Skateboard Bekas, Kacamata Kabau Tembus Pasar Mancanegara

Sudah cukup banyak karya seni yang lahir dari tangan Harun berbekal material barang bekas. Mulai dari miniatur keajaiban dunia, hiasan dinding dengan bermacam ukuran, sampai miniatur kapal yang dikerjakan dengan ragam tingkat kesulitan.

Menariknya lagi, pria paruh baya tersebut secara total mengerjakan karya-karya secara handmade. Alias benar-benar mengandalkan tangan tanpa campur tangan mesin-mesin canggih.

“Saya memanfaatkan barang bekas dari kayu dan bambu yang terbawa arus ke pantai untuk dibuat suvenir. Semua handmade,” ujar Harun yang dikutip dari BeritaJakarta.

Menurut dia, olahan hasil karyanya dipasarkan di restoran apung miliknya yang tak jauh dari Dermaga Pulau Harapan yang juga kerap dikunjungi warga maupun wisatawan.

Hasil kerajinan Harun dari sampa laut
Hasil karya kerajinan Harun dari sampah laut/ Dok. Beritajakarta

Untuk banderolnya juga bervariasi, semua tergantung dari ragam tingak kesulitan dalam mengerjakannya. Mulai dari Rp 1 juta, sampai Rp 3 juta.

BACA JUGA : Kuliner Paling Diburu Versi Tokopedia, dari Kopi Literan sampai Pisang Goreng

“Ada saja wisatawan, termasuk dari mancanegara yang membeli sebagai cenderamata untuk dibawa ke negaranya,” ungkap Harun.

Harun menjelaskan bila usaha kerajinan tangan dari olahan barang bekas yang ditemukannya di pantai tersebut, cukup menjanjikan secara ekonomis terutama memanfaatkan pasar dari para turis mancanegara yang datang berkunjung.

Apalagi dalam kondisi pendemi, di mana menuntut banyak orang untuk pintar-pintar memutar otak mencari penghasilan lebih. Tapi palin menariknya, apa yang dilakukan Harun juga sekaligus menjadi langkah melestarikan pesisi pantai dari banyaknya sampah.

“Dalam kondisi pandemi seperti ini, saya juga mengajak tetangga dan kawan untuk membuat kerajinan dengan mengajarkan cara membuat hingga menampung hasil karya mereka disini untuk dipasarkan,” terangnya.

Ia berharap, pemerintah terus memberikan dalam hal pembinaan dan pemasaran produk agar hasil kerajinannya bisa lebih dikenal secara nasional maupun mancanegara.

“Pembinaan dan pemasaran itu hal yang penting bagi kami,” kata dia.

Exit mobile version