JNEWS – Desa Sawai berada di pesisir Pulau Seram, Maluku, dengan suasana alam yang masih asli. Ada banyak hal yang membuat desa ini berbeda. Rumah-rumah yang berdiri di atas air, laut yang jernih, dan latar tebing kapur jadi pemandangan yang mencuri perhatian.
Selain pemandangan, kehidupan sehari-hari di sini juga punya cerita sendiri. Warga menjalani rutinitas sebagai nelayan dan pekebun, sambil tetap menjaga kebiasaan yang sudah ada sejak lama. Beberapa tradisi masih dilakukan, termasuk cara menangkap ikan yang tidak biasa.
Jejak Awal Desa Sawai di Pulau Seram

Tidak ada catatan resmi yang benar-benar memastikan kapan Desa Sawai mulai berdiri. Cerita yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa desa ini dibentuk oleh para pedagang Arab yang datang ke Pulau Seram jauh sebelum Spanyol, Portugis, dan Belanda masuk untuk menguasai perdagangan rempah. Konon, Desa Sawai adalah desa tertua di Maluku.
Latar belakang ini menjelaskan kenapa jejak budaya Arab cukup kuat di Desa Sawai. Pengaruhnya bisa dilihat dari keseharian warga, mulai dari seni gambus, penggunaan baju gamis, hingga ciri fisik sebagian penduduk yang terlihat seperti keturunan Arab.
Keberadaan masjid tua di desa ini juga sering dikaitkan dengan asal-usul tersebut, apalagi mayoritas warganya beragama Islam. Hal ini memperkuat cerita tentang hubungan Desa Sawai dengan para pedagang Arab di masa lalu.
Selain itu, bentuk rumah di desa ini juga punya ciri yang berbeda dibanding desa adat lain di Maluku. Gaya bangunannya memperlihatkan campuran arsitektur Arab dan Mediterania, yang masih bisa dilihat jelas sampai sekarang.
Sebagian besar warga bekerja sebagai nelayan karena letaknya yang langsung menghadap laut. Mereka menggantungkan penghasilan dari hasil tangkapan ikan, baik untuk dijual maupun dikonsumsi sendiri. Selain cara biasa, ada juga tradisi yang disebut kalawai, yaitu menangkap ikan dengan tombak khusus. Kegiatan ini biasanya dilakukan malam hari saat kondisi air lebih tenang.
Di luar aktivitas melaut, banyak warga juga berkebun di sekitar desa. Lahan yang ada dimanfaatkan untuk menanam palawija seperti singkong dan jagung, serta berbagai buah-buahan. Hasil kebun ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus jadi tambahan penghasilan.
Baca juga: Pesona Desa Arborek: Surga Kecil di Raja Ampat yang Mendunia
Daya Tarik Wisata Desa Sawai
Desa Sawai punya banyak sisi menarik dan unik yang berkaitan dengan alam, cara hidup warga, dan bentuk permukiman yang tidak biasa.
1. Permukiman di Atas Laut
Rumah-rumah di Desa Sawai berdiri di atas air, ditopang tiang kayu yang tertanam di dasar laut dangkal. Di bagian lain, rumah-rumah menempel di daratan sempit tepat di kaki tebing kapur yang menjulang.
Akses antar rumah lewat jembatan kayu sederhana yang saling terhubung. Pemandangan seperti ini bukan hanya menarik dilihat, tapi juga menunjukkan cara warga beradaptasi dengan kondisi alam yang terbatas.
2. Sungai Air Asinahu
Air Sungai Air Asinahu jernih dan tenang, sehingga sering dipakai warga untuk mandi atau sekadar mencuci. Menariknya, bagian dasar sungai ini dipasang keramik. Jadi saat turun ke air, pijakannya terasa rata dan tidak berlumpur. Ini membuat aktivitas di sungai jadi lebih nyaman, apalagi untuk anak-anak dan orang tua. Sungai ini bukan cuma sumber air, tapi juga bagian dari rutinitas harian warga.
3. Penginapan Terapung
Di sekitar Desa Sawai, terutama dekat kawasan Pantai Ora, tersedia banyak penginapan yang dibangun di atas laut. Bentuknya berupa cottage kayu dengan teras langsung menghadap air. Dari kamar, tamu bisa langsung melihat laut jernih. Beberapa penginapan bahkan menyediakan akses turun langsung ke air untuk berenang atau snorkeling.
Suasananya cenderung tenang, cocok untuk yang ingin istirahat tanpa banyak gangguan. Keberadaan penginapan ini juga membantu ekonomi warga setempat karena banyak dikelola langsung oleh masyarakat.
4. Budaya dan Penduduk
Warga Desa Sawai dikenal ramah dan terbuka terhadap pendatang. Hal ini ada kaitannya dengan latar budaya mereka yang dipengaruhi oleh kedatangan pedagang Arab di masa lalu.
Jejak-jejak sejarah tersebut masih bisa dilihat sampai sekarang, seperti gaya berpakaian gamis, serta kesenian musik seperti gambus yang masih dimainkan. Bentuk rumah juga memperlihatkan campuran gaya lokal dengan sentuhan Arab dan Mediterania.
Mau Berkunjung ke Desa Sawai?

Desa Sawai berada di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Letaknya di pesisir Pulau Seram, menghadap langsung ke laut dengan latar tebing kapur dan hutan yang masih lebat.
Posisi ini membuat Sawai tidak terlalu ramai, dengan lingkungan yang masih bersih dan alami. Dari sini juga cukup dekat untuk menuju beberapa titik wisata di sekitar Seram, termasuk kawasan Taman Nasional Manusela.
Untuk sampai ke Desa Sawai, pilihan jalurnya ada dua. Bisa lewat laut dari pelabuhan di Maluku Tengah menggunakan perahu, atau lewat jalur darat menyusuri Pulau Seram.
Perjalanan darat akan makan waktu cukup panjang karena kondisi jalan dan jarak antarwilayah yang tidak dekat. Kalau lewat laut, waktu tempuh bisa lebih singkat, tapi tetap tergantung cuaca. Akses ini memang tidak instan, tapi masih cukup terjangkau untuk wisatawan yang sudah merencanakan perjalanan dari awal.
Setibanya di Desa Sawai, ada beberapa aktivitas yang bisa langsung dicoba. Sungai Asinahu jadi salah satu spot yang sering didatangi karena airnya jernih dan nyaman untuk berenang. Untuk yang suka laut, snorkeling bisa dilakukan di perairan sekitar yang masih bersih dan tenang.
Kalau ingin sedikit menjauh dari desa, trekking ke kawasan Taman Nasional Manusela juga jadi pilihan, terutama buat yang ingin melihat hutan dan satwa khas Maluku. Setelah beraktivitas, kuliner lokal seperti papeda biasanya jadi menu yang mudah ditemukan. Makanan di sini umumnya sederhana, tapi cukup mengenyangkan dan memang sudah jadi bagian dari keseharian warga.
Baca juga: Pulau Morotai: Surga Bahari di Ujung Maluku Utara
Desa Sawai memberi gambaran tentang kehidupan pesisir yang berjalan apa adanya, dengan alam dan kebiasaan warga yang hidup berdampingan. Suasananya sederhana, tapi menyimpan banyak hal menarik untuk dilihat.











