JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Desa Wisata Setulang, Harmoni Alam dan Kearifan Lokal di Kalimantan Utara

by Penulis JNEWS
30 January 2026
Desa Wisata Setulang dan 6 Daya Tariknya

Sumber: Jadesta Kemenparekraf

Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Desa Wisata Setulang berlokasi di Kabupaten Malinau, sekitar 32 km dari Kota Malinau dan 221 km dari Tanjung Selor, ibu kota Kalimantan Utara. Desa ini merupakan permukiman masyarakat adat Dayak Kenyah Oma Lung yang hingga kini masih mempertahankan cara hidup tradisional dalam keseharian mereka.

Sejak awal, warga desa wisata ini telah menjaga alam dan menjalankan aturan adat dengan ketat. Lingkungan desa masih dikelilingi hutan dan sungai yang menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat.

Desa Wisata Setulang dan 6 Daya Tariknya

Desa Wisata Setulang berawal dari pindahnya masyarakat adat Dayak Kenyah Oma Lung dari wilayah hulu sungai. Perpindahan ini dilakukan secara bertahap, mengikuti kebutuhan hidup, keamanan, dan ketersediaan sumber daya alam.

Sejak awal menetap di lokasi saat ini, masyarakat Setulang hidup dengan bergantung langsung pada hutan dan sungai di sekitarnya. Hutan tidak hanya menjadi sumber pangan dan obat-obatan, tetapi juga bagian penting dari sistem adat dan kepercayaan.

Berikut adalah beberapa daya tarik Desa Wisata Setulang yang membuat desa ini dikenal sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya di Kabupaten Malinau.

Desa Wisata Setulang dan 6 Daya Tariknya
Sumber: Kolom Desa

1. Budaya Adat Dayak Kenyah Oma Lung Masih Dijalani Sehari-hari

Budaya Dayak Kenyah Oma Lung di Desa Setulang dapat dilihat dengan jelas dalam aktivitas harian warga. Salah satunya di sini sering ada pertunjukan tari Kancet Ledo dan Kancet Lasan, yang biasanya ditampilkan dalam acara adat desa.

Selain tari, musik tradisional dengan alat petik seperti sape’ juga masih dimainkan, baik untuk mengiringi tarian maupun sebagai bagian dari kegiatan adat.

Dalam kehidupan sehari-hari, musyawarah adat masih menjadi cara utama warga mengambil keputusan penting, mulai dari pengelolaan hutan hingga urusan sosial desa. Tokoh adat memiliki peran besar, tetapi keputusan tetap diambil secara bersama, bukan sepihak.

Rumah adat dan balai pertemuan digunakan untuk kegiatan bersama, seperti rapat adat, upacara, atau penerimaan tamu. Pakaian adat juga masih dikenakan pada momen-momen tertentu, terutama saat upacara adat atau acara penting desa.

Budaya juga terlihat dari cara warga menjaga hubungan dengan alam, misalnya melalui aturan adat tentang kapan dan bagaimana hasil hutan boleh diambil.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Budaya dan Tradisi Masyarakat Adat di Kalimantan Utara

2. Hutan Adat Tane’ Olen

Hutan adat Tane’ Olen—yang kalau diterjemahkan secara bebas artinya adalah tanah yang dilarang—adalah hutan hujan tropis seluas 4.315 hektare yang menjadi jantung kehidupan Desa Wisata Setulang. Hutan ini merupakan contoh konkret bagaimana masyarakat menjaga alam dengan aturan adat.

Hutan ini tidak boleh ditebang sembarangan, karena ada kesepakatan bersama yang dijaga lintas generasi. Setiap bagian hutan punya fungsi, ada yang dilindungi penuh, ada yang boleh dimanfaatkan dengan batasan yang tegas.

Banyak jenis tanaman hutan yang masih tumbuh alami di area hutan ini, termasuk yang digunakan untuk obat tradisional. Warga desa memahami betul mana yang boleh diambil dan mana yang harus dibiarkan.

3. Sungai dan Permandian yang Alami

Selain hutan adat, keberadaan Sungai Malinau di sekitar Desa Wisata Setulang juga menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Sungai digunakan untuk mandi, mencuci, dan kadang menjadi jalur transportasi tradisional. Airnya relatif jernih karena kawasan hutan di hulu masih terjaga dengan baik.

Beberapa titik sungai membentuk kolam alami yang sering dimanfaatkan sebagai tempat berendam atau bermain air. Salah satunya adalah Air Panas Semolon. Pemandian ini berada di kawasan hutan dan memiliki aliran air hangat yang membentuk undakan alami seperti air terjun kecil. Sumber air panasnya bukan berasal dari gunung berapi, melainkan dari proses alami di dalam tanah, sehingga suhunya tidak terlalu ekstrem dan aman untuk berendam.

Desa Wisata Setulang dan 6 Daya Tariknya
Sumber: Jadesta Kemenparekraf

4. Warga Desa yang Ramah

Di Malinau, terdapat 4 desa wisata, dan Desa Wisata Setulang adalah salah satunya. Sebagai lokasi tujuan wisata, warga Desa Wisata Setulang sangat ramah menyambut tamu. Bahkan sering kali ditunjukkan tari-tarian penyambutan seperti Tari Perang.

Dalam banyak kasus, warga juga bersedia menjadi pemandu jika wisatawan ingin mengeksplorasi hutan adat, sungai, atau Air Panas Semolon. Keramahan warga di sini bukan layanan, tetapi kebiasaan sosial yang sudah lama terbentuk.

5. Kerajinan Tangan dengan Nilai Seni Tinggi

Desa Wisata Setulang memiliki beragam kerajinan khas yang dibuat dari rotan dan anyaman tradisional. Masyarakat setempat dikenal terampil mengolah rotan menjadi berbagai benda fungsional maupun hiasan.

Beberapa di antaranya adalah taket loong tong, yaitu topi tradisional yang biasa dikenakan dalam tarian dan kegiatan adat, serta tazeng, tikar anyaman dengan motif khas yang mencerminkan identitas budaya setempat. Selain itu, terdapat engen atau kerokang, bentuk anyaman lain yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, serta balanyat atau lanyet kalung, tas punggung tradisional berbahan rotan.

Seluruh kerajinan ini dibuat dengan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun. Keunikan dan nilai budayanya membuat produk-produk tersebut diminati oleh wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

6. Aktivitas Bertani dan Pola Hidup yang Masih Bergantung pada Alam

Sebagian besar warga Desa Wisata Setulang masih menjalani aktivitas bertani dan berkebun sebagai sumber penghidupan utama. Lahan pertanian dikelola secara sederhana, tanpa alat berat atau sistem industri. Jenis tanaman yang ditanam umumnya disesuaikan dengan kebutuhan keluarga dan kondisi alam sekitar. Pola tanam mengikuti musim dan pengalaman turun-temurun.

Selain bertani, warga juga memanfaatkan hasil hutan non-kayu seperti rotan, buah hutan, dan tanaman obat, dengan batasan yang jelas menurut adat. Tidak semua area hutan boleh dimasuki atau diambil hasilnya.

Baca juga: 10 Desa Terindah di Dunia dengan Pemandangan Memesona

Desa Wisata Setulang dikenal sebagai ruang hidup yang menyatukan alam, adat, dan aktivitas masyarakat dalam keseharian yang masih terjaga. Akses menuju desa ini dapat ditempuh dari Kota Tarakan ke Malinau melalui jalur udara sekitar 30 menit atau menggunakan speedboat, kemudian dilanjutkan perjalanan darat sejauh kurang lebih 32 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam menuju Setulang.

Tags: Air Panas Semolonbudaya suku DayakDayak Kenyah Oma Lungdesa setulangdesa wisatahutan adatkalimantan utaraKota MalinauSuku DayakSungai MalinauTane' Olen
Share186Tweet116
Next Post
Celaya Meksiko: Kota Bersejarah di Jantung Guanajuato

Celaya, Meksiko: Kota Bersejarah di Jantung Guanajuato

TERKINI

Celaya Meksiko: Kota Bersejarah di Jantung Guanajuato

Celaya, Meksiko: Kota Bersejarah di Jantung Guanajuato

30 January 2026
Desa Wisata Setulang dan 6 Daya Tariknya

Desa Wisata Setulang, Harmoni Alam dan Kearifan Lokal di Kalimantan Utara

30 January 2026
Dirjen Imigrasi membuka kesempatan bagi warga diaspora yang punya ikatan khusus, seperti hubungan darah dan kekerabatan, dengan Indonesia, izin tinggal tanpa batas waktu

Imigrasi Resmikan GCI, Izin Tinggal Tetap Bagi Warga Diaspora

30 January 2026
peluncuran logo imlek nasional

Pemerintah Resmi Luncurkan Tema dan Logo Imlek Nasional 2026

30 January 2026
Ide Kerja Remote Tanpa Pengalaman

14 Ide Kerja Remote Tanpa Pengalaman yang Bisa Langsung Dicoba

30 January 2026
Ksatria dan Srikandi JNE dari Direktorat QAGC seusai workshop “Sinergi Proses Kerja QAGC 2026: How To Achieve, How To Control” di Yayasan Yatuna (15/1/26)

JNE Perkuat Tata Kelola dan Kendali Mutu Lewat Workshop QAGC 2026

29 January 2026

POPULER

Makanan Pokok Jepang Paling Umum

Mengenal 4 Makanan Pokok Jepang dari Tradisi hingga Kini

by Penulis JNEWS
13 January 2026

Bukit Menoreh dan Keindahan Lanskapnya

Mengenal Bukit Menoreh dan Keindahan Lanskapnya

by Penulis JNEWS
21 January 2026

UMKM Kuliner Penting Punya PIRT, Ini Alasannya

Pentingnya PIRT untuk UMKM Kuliner dan Cara Membuatnya

by Penulis JNEWS
15 January 2026

Tempat Wisata di Klaten dari Alam hingga Buatan

20 Tempat Wisata di Klaten dari Alam hingga Buatan

by Penulis JNEWS
15 January 2026

Waterpark di Malaysia yang Paling Seru

Rekomendasi Waterpark di Malaysia yang Paling Seru

by Penulis JNEWS
14 January 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal