JNEWS – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan embarkasi haji berbasis hotel. Terobosan layanan haji ini bertujuan memuliakan Tamu Allah dengan fasilitas hotel sebelum terbang ke Tanah Suci.
Sebanyak 354 jemaah asal Kulon Progo menjadi kelompok terbang (kloter) perdana yang dilayani embarkasi berbasis hotel yang terkoneksi dengan bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Bagi warga setempat, fasilitas ini bukan sekadar efisiensi waktu, melainkan kebanggaan daerah. Pasalnya selama bertahun-tahun, masyarakat DIY yang hendak berhaji diberangkatkan melalui embarkasi Donohudan di Boyolali Jawa Tengah.
Kegembiraan ini pula yang dirasakan Siti Musfiroh, jemaah haji asal Temon Kulon Progo. Penantian panjangnya sejak mendaftar di bulan Juni 2012, kini terwujud dengan pengalaman yang luar biasa.
”Saya sangat bangga sekali dengan pelayanan di embarkasi hotel ini. Sebagai warga Kulon Progo, saya merasa ikut memiliki fasilitas ini. Menginap di sini, dan bisa terbang lewat kampung halaman sendiri, rasanya sungguh luar biasa,” tutur Siti.
Ngatijan, jemaah asal Kedung Tangkil, Karangsari, Pengasih, Kulon Progo juga merasakan hal serupa. Meski harus menggunakan kursi roda akibat kondisi kesehatan, semangatnya tidak surut untuk tetap menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.

“Persiapan sudah sejak lama sesuai arahan panitia. Saya memang sempat jatuh dan nanti harus pakai kursi roda, tapi Alhamdulillah sekarang sudah mulai bisa jalan lagi. Semoga di tanah suci lancar menjalankan rukun haji,” tuturnya.
Baca juga: Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Apresiasi Program Umrah Karyawan JNE
Berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 11 Tahun 2025, Embarkasi YIA tahun ini melayani total 9.320 jamaah haji yang terbagi dalam 26 kloter. Kanwil Kemenhaj DIY menyebutkan, sebaran jamaah terdiri dari 3.829 jamaah berasal dari DIY, sementara 5.387 lainnya berasal dari wilayah eks-Karesidenan Kedu, Jawa Tengah, serta didampingi oleh 104 petugas kloter.
Pada operasional penerbangan haji pertama tahun ini, YIA akan melayani keberangkatan sebanyak 26 kloter haji menuju Jeddah dan Madinah mulai 21 April hingga 20 Mei 2026. Sebanyak 26 kloter tersebut berasal dari beberapa wilayah yaitu Kabupaten Kulon Progo, Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta (DIY), kemudian dari Kota Magelang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo serta Kabupaten Purworejo.
Menggerakkan Ekonomi Lokal
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengutarakan, Yogyakarta menjadi pelopor embarkasi haji berbasis hotel di Indonesia. Embarkasi Yogyakarta ini unik karena menjadi satu-satunya di Indonesia yang menggunakan hotel sebagai tempat persiapan jemaah sebelum terbang. Selain itu biaya haji di DIY tahun ini juga termasuk yang paling kompetitif secara nasional.
Sebelumnya, DIY secara resmi memiliki Embarkasi Haji setelah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 11 Tahun 2025. Embarkasi YIA diharapkan mampu memberikan pelayanan haji yang lebih modern, nyaman, dan terintegrasi, sekaligus menjadi model pengembangan layanan embarkasi haji di Indonesia.
“Ini adalah momentum bersejarah. Untuk pertama kalinya jemaah kita berangkat melalui Embarkasi YIA. Kami berpesan agar bapak/ibu benar-benar menjaga kesehatan, waspada terhadap risiko heatstroke, serta mematuhi seluruh aturan agar ibadah dapat berjalan dengan khusyuk,” kata Ni Made.
Ia juga mengingatkan agar para jamaah selalu berkoordinasi dengan petugas haji yang telah disiapkan, sehingga seluruh proses ibadah dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar. Ia berharap upaya embarkasi haji ini menjadi langkah penting bagi DIY khususnya YIA yang berkelanjutan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengutarakan, keberadaan Embarkasi Haji YIA di Kabupaten Kulon Progo memberikan dampak positif terhadap tingkat okupansi hotel di wilayah tersebut.
“Yang paling penting adalah okupansi itu bisa naik, karena selama ini (okupansi) yang paling rendah dari DIY itu di Kulon Progo,” ujar Deddy.
Deddy menyebut empat hotel berbintang siap mendukung operasional Embarkasi Haji 2026 yakni Novotel, Ibis, Morazen, dan Swiss-Bel. Menurut Deddy, empat hotel tersebut dinilai mencukupi kapasitas jamaah karena keberangkatan dilakukan secara bertahap per kloter. Tidak seluruh kamar hotel nantinya digunakan untuk jamaah haji. Manajemen hotel diberi keleluasaan menentukan porsi pemanfaatan kamar untuk jamaah maupun keluarga atau tamu umum.
Baca juga: Mengenal Pura Pakualaman di Yogyakarta, Istana Kecil yang Sarat Nilai Sejarah
Dengan ditetapkan DIY sebagai embarkasi haji, Deddy meminta pengelola hotel menyiapkan fasilitas dan layanan yang layak bagi para calon haji, mulai dari kualitas kamar, kebersihan, hingga pelayanan makanan.
Deddy menilai kebijakan pemanfaatan hotel sebagai asrama haji pertama di Indonesia ini membawa keuntungan ganda. Selain meningkatkan okupansi, skema tersebut diyakini bakal menggerakkan ekonomi lokal. Untuk itu, Pemda DIY tidak perlu membangun gedung embarkasi baru yang membutuhkan anggaran besar sehingga cukup memanfaatkan hotel di sekitar YIA.
“Dari pada dananya dihamburkan untuk membangun asrama, perputaran uangnya akan lebih baik dikasih ke anggota kami karena kami juga berkontribusi kepada negara lewat PAD dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Deddy.
Ia menambahkan keberadaan embarkasi di Kulon Progo sekaligus dapat memperkuat citra daerah sebagai kawasan layanan haji yang modern dan ramah wisata.