JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Fushimi Inari Taisha: Mengenal Kuil Ikonik dengan Ribuan Torii di Jepang

by Penulis JNEWS
30 April 2026
Fushimi Inari Taisha: Mengenal Kuil Ikonik dengan Ribuan Torii di Jepang
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Fushimi Inari Taisha merupakan salah satu kuil Shinto yang penting perannya di Jepang, berlokasi di bagian selatan Kyoto. Kuil ini dikenal luas karena adanya deretan ribuan gerbang torii berwarna merah terang yang membentuk jalur panjang di area belakang bangunan utamanya.

Jalur dengan deretan torii ini merupakan rute untuk pengunjung yang berjalan masuk ke kawasan hutan di Gunung Inari. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 233 meter dan seluruh areanya masih termasuk bagian dari kompleks kuil, sehingga suasananya terasa menyatu antara tempat ibadah dan alam.

Kuil ini juga menjadi yang paling utama di antara ribuan kuil lain yang didedikasikan untuk Inari, dewa padi dalam kepercayaan Shinto. Menariknya, di sini pengunjung akan menemukan banyak sekali patung rubah dalam berbagai bentuk. Hewan ini memang dipercaya sebagai utusan Inari.

Secara sejarah, Fushimi Inari Taisha sudah ada sejak lama, bahkan sebelum Kyoto resmi dijadikan ibu kota Jepang pada tahun 794. Hal ini membuat kuil ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga bagian penting dari jejak sejarah panjang Jepang.

Awal Berdiri dan Perjalanan Fushimi Inari Taisha

Fushimi Inari Taisha: Mengenal Kuil Ikonik dengan Ribuan Torii di Jepang

Pada tahun 711, Hata no Iroku, seorang tokoh penting di Kekaisaran Jepang mendapat perintah dari Kaisar untuk membangun sebuah kuil di Gunung Inari. Kuil ini ditujukan sebagai tempat pemujaan tiga kami sekaligus, yang dikenal sebagai sanza.

Dalam konteks kepercayaan Shinto, kami adalah istilah untuk menyebut sosok yang dihormati atau disakralkan. Tidak selalu berarti dewa, tetapi bisa berupa roh alam, kekuatan tertentu, atau figur yang dianggap punya peran penting dalam kehidupan. Tiga kami yang ingin dihormati dengan dibangunnya kuil tersebut adalah Ōmiyame no Mikoto, Ukanomitama no Mikoto, dan Sarutahiko no Mikami.

Catatan tentang pendirian ini tidak hanya muncul di satu sumber, tetapi juga ditemukan dalam dokumen lama seperti Nijūni shaki dan catatan daerah Fudoki Provinsi Yamashiro yang masih tersisa hingga sekarang. Dalam bagian Jinmyōchō dari Engishiki, kuil ini disebut dengan nama Inari Jinja Sanza, yang secara harfiah merujuk pada kuil dengan tiga dewa utama.

Memasuki era modern, tepatnya tahun 1871, pemerintah Jepang mulai menerapkan sistem peringkat kuil yang dikenal sebagai Kindai shakaku seido. Dalam sistem ini, kuil Fushimi Inari Taisha mendapat status sebagai kuil resmi negara atau kampeisha. Bersamaan dengan itu, namanya disederhanakan menjadi Inari Jinja atau Kampei Taisha Inari Jinja.

Setelah Perang Dunia II berakhir, perubahan besar dalam pengelolaan lembaga keagamaan di Jepang. Pada tahun 1946, kuil ini akhirnya berdiri sebagai organisasi keagamaan mandiri yang memiliki badan hukum sendiri dan tidak lagi berada di bawah jaringan kuil yang terhubung dengan Ise Jingu. Sejak saat itu, nama Fushimi Inari Taisha resmi digunakan dan tetap dipakai hingga sekarang.

Baca juga: Itinerary Jepang 5 Hari untuk Liburan Pertama Kali

Menelusuri Fushimi Inari Taisha

Fushimi Inari Taisha: Mengenal Kuil Ikonik dengan Ribuan Torii di Jepang

Banyak orang datang ke Fushimi Inari Taisha untuk menikmati suasana dan menjelajahi jalur pendakiannya. Namun, jangan lupa, area bangunan utamanya juga punya peran penting.

Dikutip dari website Japan Guide, di bagian depan berdiri Romon Gate yang dibangun pada 1589 dari donasi oleh Toyotomi Hideyoshi, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Jepang pada abad ke-16. Ia dikenal sebagai pemimpin militer yang berhasil melanjutkan usaha penyatuan Jepang setelah gurunya, Oda Nobunaga, meninggal.

Setelah melewati gerbang ini, pengunjung akan sampai di Honden, tempat untuk memberi persembahan kepada dewa yang dihormati di kuil tersebut. Area ini menjadi titik utama aktivitas ibadah sebelum orang melanjutkan perjalanan ke jalur gunung.

Akses ke jalur pendakian dimulai dari bagian belakang kompleks utama. Di awal rute, terdapat dua barisan torii yang rapat dan sejajar, dikenal sebagai Senbon Torii. Setiap gerbang di sepanjang jalur ini merupakan hasil donasi, baik dari perorangan maupun perusahaan. Informasi penyumbang dan tahun donasi ditulis di bagian belakang gerbang. Nilai donasinya bervariasi, mulai sekitar 400.000 yen untuk ukuran kecil hingga lebih dari satu juta yen untuk gerbang yang lebih besar.

Perjalanan menuju puncak Gunung Inari dan kembali ke titik awal akan memakan waktu dua hingga tiga jam. Tidak ada aturan bagi pengunjung untuk menyelesaikan seluruh rute. Pengunjung bisa menentukan sendiri sejauh mana ingin berjalan.

Di sepanjang jalur terdapat beberapa kuil kecil yang dilengkapi torii berukuran mini, bisa jadi tempat singgah untuk beristirahat sambil melihat-lihat. Tersedia juga beberapa tempat makan yang menjual menu seperti Inari Sushi dan Kitsune Udon, yang menggunakan aburaage.

Aburaage adalah bahan makanan Jepang berupa tahu yang diiris tipis lalu digoreng hingga bagian luarnya kering dan bagian dalamnya tetap agak berongga. Di masakan Jepang, aburaage sering dipakai sebagai pelengkap atau wadah makanan. Contohnya pada Inari Sushi, aburaage diisi nasi berbumbu manis. Ada juga Kitsune Udon, yang menggunakan potongan aburaage sebagai topping.

Sekitar 30 hingga 45 menit dari titik awal, jumlah torii mulai berkurang. Pengunjung akan sampai di Yotsutsuji Intersection, yang berada di sekitar pertengahan jalur. Dari titik ini, jalur bercabang menjadi rute melingkar menuju puncak. Jika tidak ingin lanjut, pengunjung bisa berhenti sampai di sini. Kalau mau lanjut juga bisa, tetap variasi jalur sudah tidak banyak berubah dan kepadatan torii semakin menurun. Dari area ini juga terlihat pemandangan Kota Kyoto dari ketinggian.

Panduan Berkunjung ke Fushimi Inari Taisha

Fushimi Inari Taisha: Mengenal Kuil Ikonik dengan Ribuan Torii di Jepang

Fushimi Inari Taisha berada tepat di depan JR Inari Station, yang merupakan stasiun kedua dari Kyoto Station di jalur JR Nara Line. Waktu tempuhnya sekitar lima menit dari Kyoto Station dengan biaya sekitar 150 yen sekali jalan. Selain itu, kuil ini juga bisa diakses dengan berjalan kaki dari Fushimi Inari Station yang berada di Keihan Main Line. Jaraknya cukup dekat, jadi tidak butuh waktu lama untuk mencapainya.

Untuk jam operasional, area kuil selalu terbuka dan tidak memiliki hari tutup. Pengunjung bisa datang kapan saja tanpa batasan waktu. Tidak ada biaya masuk untuk mengakses area kuil, sehingga seluruh kawasan dapat dikunjungi secara gratis.

Baca juga: Dari Matcha hingga Kimono: Oleh-Oleh Khas Jepang yang Terkenal

Fushimi Inari Taisha bisa dikatakan sebagai tempat yang sukses menyatukan fungsi ibadah, sejarah, dan akses wisata dalam satu kawasan. Lokasinya mudah dijangkau, jalurnya fleksibel untuk berbagai durasi kunjungan, dan seluruh area bisa diakses tanpa biaya masuk.

Tak heran, Fushimi Inari Taisha menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup populer di Kyoto, Jepang, khususnya bagi yang ingin melihat sisi budaya Jepang.

Tags: budaya jepangGunung Inarijam operasional Fushimi Inari Taishakuil di Jepangkuil di KyotoKyoto Jepanglokasi Fushimi Inari Taishatiket masuk Fushimi Inari Taishatoriiwisata budaya
Share186Tweet117
Next Post
jne didik investigator internal

Menjaga Marwah Good Corporate Governance, JNE Gelar Pelatihan Investigator Internal Perusahaan

TERKINI

aksi donor darah karyawan jne

Beraksi Nyata dengan Aksi Donor Darah

30 April 2026
Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan

Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan

30 April 2026
jne didik investigator internal

Menjaga Marwah Good Corporate Governance, JNE Gelar Pelatihan Investigator Internal Perusahaan

30 April 2026
Fushimi Inari Taisha: Mengenal Kuil Ikonik dengan Ribuan Torii di Jepang

Fushimi Inari Taisha: Mengenal Kuil Ikonik dengan Ribuan Torii di Jepang

30 April 2026
karyawan jne mendapat pelatihan usaha menjelang pensiun

Lapak Berkah, Harapan dan Bekal Saat Purna Tugas Menjelang

30 April 2026
Lembah Baliem: Sejarah, Budaya, dan Keindahan Alam Papua

Lembah Baliem: Sejarah, Budaya, dan Keindahan Alam Papua

29 April 2026

POPULER

Patung Terbesar di Dunia dengan Ukuran Fantastis

7 Patung Terbesar di Dunia dengan Ukuran Fantastis

by Penulis JNEWS
6 April 2026

Apa Itu Godzilla El Nino? Fenomena Cuaca Ekstrem yang Perlu Dipahami

Apa Itu Godzilla El Nino? Fenomena Cuaca Ekstrem yang Perlu Dipahami

by Penulis JNEWS
11 April 2026

Batu Caves Malaysia: Mengenal Gua Ikonik dengan Patung Murugan

Batu Caves Malaysia: Mengenal Gua Ikonik dengan Patung Emas Dewa Murugan

by Penulis JNEWS
14 April 2026

Selat Hormuz: Mengenal Jalur Laut Vital yang Menghubungkan Energi Dunia

Selat Hormuz: Mengenal Jalur Laut Vital yang Menghubungkan Energi Dunia

by Penulis JNEWS
8 April 2026

kacab labuan bajo

Sosok Srikandi Nahkoda Baru JNE Labuan Bajo

by Redaksi JNEWS
27 April 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal