JNEWS – Indonesia punya banyak gunung api aktif dengan karakter yang berbeda-beda. Ada yang lama tenang lalu meletus besar, ada juga yang aktivitasnya muncul hampir setiap hari. Gunung Dukono termasuk yang paling sering mengalami erupsi dan sudah lama menjadi perhatian para peneliti vulkanologi.
Gunung ini berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kawasan yang memang dikenal memiliki aktivitas geologi cukup tinggi. Meski namanya tidak sepopuler Merapi atau Semeru, aktivitas Dukono terus dipantau karena letusannya berlangsung dalam waktu panjang dan belum benar-benar berhenti hingga sekarang.
Lokasi Gunung Dukono dan Kondisi Alam Sekitarnya

Gunung Dukono berada di bagian utara Pulau Halmahera, salah satu pulau besar di kawasan timur Indonesia yang dikenal memiliki banyak gunung api aktif.
Dari Kota Tobelo, perjalanan menuju kawasan Dukono memerlukan waktu beberapa jam melalui jalur darat. Akses menuju gunung belum seramai destinasi wisata populer di Jawa, sehingga suasana di sekitarnya masih cukup sepi dan alami.
Baca juga: Pulau Morotai: Surga Bahari di Ujung Maluku Utara
Bentang Alam di Sekitar Gunung
Kawasan di sekitar Gunung Dukono masih didominasi hutan tropis dengan vegetasi yang cukup lebat. Pepohonan tinggi, semak liar, dan jalur tanah basah menjadi pemandangan yang umum ditemukan di wilayah ini.
Karena aktivitas vulkaniknya berlangsung terus-menerus, beberapa bagian lereng gunung terlihat dipenuhi material abu dan batuan hasil erupsi. Warna tanah di sekitar gunung juga tampak lebih gelap akibat campuran material vulkanik yang terus keluar dari kawah.
Di sekitar kawasan gunung terdapat beberapa aliran sungai kecil yang menjadi jalur material vulkanik ketika hujan deras turun. Abu dan pasir dari kawah bisa ikut terbawa air menuju area yang lebih rendah. Kondisi ini membuat beberapa wilayah perlu waspada terhadap potensi banjir lahar, terutama saat curah hujan sedang tinggi. Material vulkanik yang menumpuk selama bertahun-tahun bisa bergerak sewaktu-waktu ketika debit air meningkat.
Berada dekat gunung api aktif, alam Halmahera sebenarnya menyimpan pemandangan yang masih sangat alami. Kabut tipis sering terlihat menyelimuti hutan di pagi hari, sementara suara serangga dan burung masih terdengar jelas di beberapa kawasan.
Gunung Dukono dalam Jalur Cincin Api Pasifik
Gunung Dukono termasuk bagian dari jalur Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Jalur ini membentang mengelilingi Samudra Pasifik dan dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas gempa bumi serta gunung api paling tinggi di dunia. Indonesia berada tepat di jalur tersebut, sehingga memiliki ratusan gunung api aktif yang tersebar di berbagai pulau, termasuk Halmahera.
Wilayah Halmahera memiliki aktivitas vulkanik tinggi karena berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik besar. Pergerakan lempeng tersebut menghasilkan tekanan di dalam bumi yang kemudian memicu aktivitas magma dan letusan gunung api. Proses ini berlangsung sangat lama dan masih terus terjadi sampai sekarang. Karena itulah, gunung seperti Dukono dapat terus mengalami erupsi dalam waktu panjang.
Aktivitas vulkanik di kawasan Halmahera juga membuat daerah ini sering mengalami gempa bumi dengan kekuatan bervariasi. Sebagian gempa tidak terlalu terasa, tetapi ada juga yang cukup kuat hingga memengaruhi aktivitas masyarakat.
Sejarah Panjang Aktivitas Gunung Dukono
Gunung Dukono sudah tercatat aktif sejak ratusan tahun lalu. Dalam beberapa catatan sejarah vulkanologi, erupsi besar gunung ini pernah terjadi pada abad ke-16, tepatnya sekitar tahun 1550.
Letusan tersebut disebut cukup kuat hingga menghasilkan aliran lava yang mengubah kondisi wilayah di sekitar Halmahera bagian utara. Material vulkanik yang keluar saat itu memenuhi area di sekitar pesisir dan memengaruhi jalur daratan di dekat Gunung Mamuya.
Setelah letusan besar pada masa itu, aktivitas Dukono tidak pernah benar-benar hilang. Erupsi kembali tercatat pada beberapa periode berikutnya, termasuk pada tahun 1719, 1868, dan awal 1900-an. Skala letusannya berbeda-beda. Ada yang menghasilkan semburan abu ringan, ada juga yang memicu lontaran material vulkanik dalam jumlah cukup besar.
Kondisi geografis Halmahera yang masih dipenuhi hutan lebat membuat dampak letusan masa lalu tidak selalu terdokumentasi secara detail seperti sekarang. Meski begitu, keberadaan lapisan abu vulkanik di beberapa area menjadi bukti bahwa aktivitas Dukono berlangsung berulang selama berabad-abad.
Aktivitas gunung ini juga memengaruhi kehidupan masyarakat sekitar. Abu vulkanik dapat menutupi kebun, mencemari sumber air, dan mengganggu jalur perjalanan antardesa. Pada masa ketika transportasi dan komunikasi masih terbatas, letusan gunung api menjadi ancaman besar bagi warga di sekitar Halmahera Utara. Sebagian masyarakat bahkan harus berpindah sementara ketika aktivitas gunung meningkat. Situasi seperti itu terus berulang dari generasi ke generasi.
Aktivitas Erupsi yang Berlangsung Sejak 1933
Periode aktivitas Gunung Dukono yang paling dikenal dimulai sejak tahun 1933. Sejak saat itu, gunung ini hampir terus mengalami erupsi tanpa jeda panjang.
Aktivitasnya memang tidak selalu berupa ledakan besar, tetapi semburan abu, gempa vulkanik, dan lontaran material dari kawah terus terjadi sampai sekarang. Karena itulah Gunung Dukono disebut sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.
Karakter erupsinya berbeda dibanding gunung seperti Kelud atau Sinabung yang punya fase tenang cukup panjang sebelum meletus besar. Dukono lebih sering mengeluarkan letusan kecil hingga menengah dalam frekuensi tinggi. Dalam beberapa hari, erupsi bisa terjadi berkali-kali. Kolom abu dari kawahnya juga rutin membumbung ratusan hingga ribuan meter ke udara. Aktivitas semacam ini membuat kawasan di sekitar gunung hampir selalu berada dalam pengawasan.
Sepanjang Mei 2026, aktivitas Gunung Dukono kembali meningkat dan menjadi perhatian nasional. Pada 8 Mei 2026, erupsi besar terjadi dengan kolom abu mencapai sekitar 10 kilometer di atas puncak gunung. Letusan tersebut menimbulkan korban jiwa dan melukai beberapa pendaki yang berada di kawasan gunung saat erupsi berlangsung.
Beberapa hari setelah erupsi besar itu, aktivitas Dukono masih terus berlangsung. Dalam satu pekan di awal Mei saja, erupsi tercatat berulang kali dengan tinggi kolom abu yang terus berubah. Kondisi ini memperlihatkan bahwa aktivitas magma di bawah Gunung Dukono masih sangat aktif hingga sekarang.
Baca juga: Gunung Semeru: Fakta dan Keunikan Gunung Tertinggi di Jawa
Gunung Dukono menunjukkan bahwa aktivitas alam di Indonesia masih terus bergerak dan berubah dari waktu ke waktu. Erupsi yang berlangsung selama puluhan tahun membuat gunung ini menjadi salah satu gunung api paling aktif di tanah air.
Kehidupan masyarakat di sekitar Halmahera Utara pun berjalan berdampingan dengan abu vulkanik, gempa kecil, dan peringatan aktivitas gunung yang datang bergantian.
Dari sejarah letusannya hingga kondisi terbarunya sekarang, Gunung Dukono menjadi gambaran nyata tentang wilayah Indonesia yang berada di jalur cincin api dunia dan terus menyimpan aktivitas geologi yang kuat hingga hari ini.