Istana Buton, Keraton Bersejarah dengan Benteng Terluas di Dunia

JNEWS – Istana Buton bisa dikunjungi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Lokasinya berada di dalam kawasan Benteng Keraton Buton yang luas. Bangunan ini dulu menjadi kediaman para Sultan Buton sekaligus tempat berlangsungnya berbagai kegiatan pemerintahan.

Bentuk istana ini berupa rumah kayu bertingkat dengan gaya arsitektur tradisional yang khas. Yang menarik, bagian-bagian bangunannya disusun tanpa paku.

Ingin mengenal lebih jauh mengenai istana ini? Yuk, ikuti kisahnya berikut ini.

Mengenal Istana Buton, Istana Kayu Tanpa Paku

Istana Buton, yang sering disebut juga Istana Malige, adalah bekas kediaman resmi para Sultan Buton yang berlokasi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Letaknya di area perbukitan yang menghadap laut, sehingga sejak dulu kawasan ini punya posisi strategis sekaligus menjadi simbol kekuasaan Kesultanan Buton.

Dari segi arsitektur, Istana Buton dibangun dengan gaya tradisional Banua Tada. Bangunannya berupa rumah kayu bertingkat tiga yang disusun tanpa menggunakan paku. Semua bagian disatukan dengan teknik sambungan kayu berupa sistem lubang dan pasak, metode konstruksi tradisional yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Struktur seperti ini membuat bangunan tetap kokoh meskipun seluruhnya berbahan kayu. Bentuknya juga khas dengan banyak tiang penyangga yang menopang bangunan utama.

Menariknya, tata struktur istana ini juga mengandung simbol tertentu. Susunan bangunan digambarkan seperti anatomi tubuh manusia. Deretan tiang di bagian bawah melambangkan kaki, lantai pertama yang menjadi ruang utama menggambarkan badan, sedangkan bagian atas atau loteng di lantai dua dan tiga dianggap sebagai kepala.

Pada masa kejayaannya, istana ini menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Buton, kerajaan maritim yang cukup berpengaruh di wilayah timur Nusantara sejak abad ke-16 hingga awal abad ke-20. Dari tempat inilah berbagai keputusan politik, perdagangan, dan hubungan dengan kerajaan lain dijalankan.

Saat ini Istana Malige difungsikan sebagai Museum Kebudayaan Wolio. Di dalamnya tersimpan berbagai benda peninggalan kesultanan, seperti meriam tua, senjata tradisional berupa tombak dan perisai kuningan, hingga guci-guci bernilai tinggi yang dulu menjadi barang berharga dalam perdagangan. Koleksi tersebut membantu menggambarkan kehidupan istana sekaligus sejarah panjang Kesultanan Buton.

Baca juga: 9 Tempat Wisata di Baubau yang Paling Populer dan Ramai Dikunjungi Wisatawan

Situs Penting di Kawasan Istana Buton

Istana Buton, Keraton Bersejarah dengan Benteng Terluas di Dunia

Di dalam kawasan Keraton Buton tidak hanya berdiri Istana Malige. Area ini juga memiliki beberapa tempat penting yang berkaitan dengan sejarah, tradisi, dan kehidupan keagamaan masyarakat Buton sejak masa kesultanan.

1. Masjid Agung

Masjid Agung Keraton Buton menjadi salah satu bangunan bersejarah di dalam kompleks ini. Masjid ini dibangun pada tahun 1712 dan sampai sekarang masih berdiri kokoh. Usianya sudah lebih dari tiga abad, sehingga dianggap sebagai salah satu masjid tertua di kawasan Sulawesi Tenggara.

Bentuk bangunannya cukup khas, berbeda dari masjid modern yang banyak memakai kubah besar. Struktur kayunya masih mempertahankan gaya arsitektur tradisional yang sederhana namun kuat. Sejak dulu masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi keluarga kesultanan dan masyarakat sekitar.

2. Batu Popaua

Di kawasan yang sama terdapat Batu Popaua, sebuah batu yang memiliki nilai simbolik bagi Kesultanan Buton. Tempat ini dikenal sebagai lokasi pelantikan para sultan pada masa lalu. Prosesi penobatan dilakukan dengan ritual adat yang melibatkan tokoh-tokoh kerajaan.

Batu Popaua merupakan salah satu titik sakral di dalam kompleks keraton terkait ritual ini. Hingga sekarang, lokasi ini masih sering disebut ketika membahas sejarah pergantian kepemimpinan di Kesultanan Buton.

3. Makam Sultan Murhum

Di kompleks keraton juga ada Makam Sultan Murhum, sultan pertama dalam sejarah Kesultanan Buton. Ia dikenal sebagai tokoh penting yang mengawali sistem pemerintahan kesultanan di wilayah tersebut. Makamnya berada tidak jauh dari area utama keraton dan sering menjadi tempat yang dikunjungi saat orang ingin menelusuri sejarah Buton.

Keberadaan makam ini mengingatkan bahwa kawasan keraton bukan hanya pusat pemerintahan pada masa lalu, tetapi juga ruang yang menyimpan jejak tokoh-tokoh penting dalam perjalanan sejarah daerah.

Benteng Istana Buton, Benteng Terluas di Dunia

Istana Buton berada di dalam kawasan Benteng Keraton Buton, yang juga dikenal sebagai Benteng Wolio. Benteng ini tercatat sebagai benteng terluas di dunia. Pengakuan ini diberikan secara resmi pada September 2006 oleh Guinness World Records dan juga dicatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Luas kawasan benteng ini mencapai sekitar 23,3 hektare atau sekitar 233.750 meter persegi. Beberapa catatan lokal bahkan menyebut wilayahnya bisa jadi lebih luas jika seluruh sistem pertahanan di sekitarnya ikut dihitung.

Ukuran tembok benteng juga cukup besar. Panjang kelilingnya sekitar 2.740 meter, dengan tinggi dinding berkisar antara 2 sampai 8 meter. Ketebalan temboknya pun mencapai sekitar 2 meter, sehingga cukup kuat untuk fungsi pertahanan pada masa lalu.

Hal lain yang menarik adalah teknik pembangunannya. Tembok benteng disusun dari batu kapur dan direkatkan menggunakan campuran putih telur, bukan semen seperti yang digunakan pada bangunan modern. Cara ini sudah dipakai sejak ratusan tahun lalu dan terbukti mampu membuat struktur benteng tetap bertahan hingga sekarang.

Karena areanya sangat luas, kawasan di dalam benteng tidak hanya berisi bangunan istana. Di dalamnya terdapat berbagai tempat penting seperti Istana Malige, Masjid Agung Keraton Buton, makam para sultan, serta permukiman warga yang masih dihuni sampai saat ini. Benteng ini juga memiliki 12 gerbang utama yang dikenal dengan sebutan lawa.

Belakangan sempat muncul klaim tentang benteng lain di Sulawesi Tenggara yang disebut memiliki area lebih besar, seperti Benteng Kota Muna. Meski begitu, Benteng Istana Buton masih tercatat sebagai pemegang rekor resmi benteng terluas di dunia berdasarkan pengakuan Guinness World Records.

Baca juga: Menelusuri Istana Kedatuan Luwu, Pusat Sejarah Kerajaan Luwu di Palopo

Istana Buton masih berdiri sebagai bagian penting dari kawasan Keraton Buton di Baubau. Bangunan kayu ini menyimpan cerita tentang kehidupan istana, tradisi pemerintahan kesultanan, dan cara masyarakat setempat membangun ruang yang fungsional sekaligus bermakna.

Di sekelilingnya, benteng batu, masjid tua, dan situs bersejarah lain ikut melengkapi gambaran kawasan keraton yang luas. Semua itu membuat tempat ini tetap dikenal sebagai salah satu peninggalan sejarah penting di Sulawesi Tenggara.

Exit mobile version