JNEWS – Menyusun itinerary Oman untuk lima hari perlu memperhitungkan jarak antarwilayah karena kota-kota di negara ini unik.
Muscat cocok untuk mengenal arsitektur dan kehidupan kota, sementara Nizwa membawa suasana Oman yang lebih kental dengan sejarah dan tradisi. Perjalanan juga bisa diselingi kawasan pegunungan serta gurun yang menjadi bagian khas lanskap negara ini.
Rute lima hari memungkinkan perjalanan dibuat cukup padat tanpa harus berpindah hotel setiap malam. Dengan urutan perjalanan yang tepat, Muscat, Nizwa, Jebel Akhdar, Wadi Bani Khalid, dan Wahiba Sands bisa masuk dalam satu rangkaian perjalanan. Durasi berkendara tetap perlu diperhitungkan, terutama saat menuju wilayah pedalaman dan gurun.
Itinerary Oman Hari 1: Menjelajahi Kemegahan Klasik Muscat

Itinerary Oman hari pertama bisa digunakan untuk mengenal Muscat, ibu kota Oman yang memiliki suasana tenang dengan bangunan rendah dan latar pegunungan.
Mulailah pagi di Sultan Qaboos Grand Mosque, yang dibuka gratis untuk pengunjung nonmuslim pukul 08.00 – 11.00 waktu setempat, kecuali Jumat. Masjid ini dikenal lewat arsitektur Islam modernnya, termasuk lampu gantung kristal berukuran besar dan karpet buatan tangan di ruang salat utama. Pengunjung wajib mengenakan pakaian sopan, perempuan juga wajib memakai kerudung.
Siang hari, lanjutkan perjalanan ke kawasan Old Muscat untuk melihat Al Alam Palace, istana seremonial Sultan Oman dengan pilar berwarna biru dan emas. Di sekitar istana terdapat Benteng Al Jalali dan Al Mirani, dua bangunan pertahanan peninggalan Portugis dari abad ke-16.
Menjelang sore, bisa lanjut jalan-jalan di Mutrah Corniche sebelum masuk ke Mutrah Souq, pasar tradisional yang menjual kemenyan, perhiasan perak, rempah, dan berbagai kerajinan khas Oman. Jangan lupa untuk menawar harga kalau beli sesuatu.
Baca juga: Menjelajahi Cita Rasa Timur Tengah lewat 13 Makanan Khas Oman
Hari 2: Menikmati Sisi Modern dan Laut Muscat
Hari kedua dimulai di Royal Opera House Muscat, pusat pertunjukan seni yang memadukan arsitektur modern dengan unsur tradisional Oman. Bangunannya menggunakan marmer Italia dan detail kayu khas Oman sehingga menarik untuk dikunjungi meski hanya untuk melihat kompleksnya.
Siang hingga sore, lanjutkan dengan tur laut dari Marina Bandar Al Rowdha. Perairan sekitar Muscat menjadi habitat lumba-lumba liar yang dapat ditemui dalam perjalanan dengan perahu. Kalau mau, bisa ikut tur snorkeling di kawasan Bandar Khayran. Perairannya jernih dan menjadi habitat berbagai biota laut, termasuk penyu.
Setelah seharian di luar ruangan, tutup hari dengan makan malam di restoran lokal dan cicipi shuwa, hidangan olahan daging yang dimasak perlahan selama berjam-jam hingga teksturnya empuk, lalu disajikan bersama nasi berbumbu.
Itinerary Oman Hari 3: Menyusuri Nizwa dan Pegunungan Jebel Akhdar
Itinerary Oman hari ketiga bisa dimulai pagi menuju Nizwa, sekitar 1,5 jam dari Muscat naik mobil. Kota ini pernah menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan penting di Oman.
Nizwa Fort menjadi tujuan utama dengan menara pertahanannya yang besar dan pemandangan perkebunan kurma dari bagian atas benteng. Setelah itu, lanjutkan ke Nizwa Souq yang berada tidak jauh dari benteng. Jika datang pada Jumat pagi, pengunjung dapat melihat tradisi lelang hewan yang berlangsung sejak pagi hari.
Puas di Nizwa, bisa langsung menuju Jebel Akhdar di kawasan Pegunungan Al Hajar. Suhunya lebih sejuk karena berada di dataran tinggi, sementara lerengnya dihiasi desa-desa bertingkat, kebun delima, dan perkebunan mawar yang menghasilkan air mawar khas daerah tersebut.
Akses menuju kawasan pegunungan cukup curam, sehingga paling disarankan naik kendaraan 4×4. Malamnya, bisa menginap di kawasan Jebel Akhdar atau kembali ke Nizwa untuk bermalam.
Hari 4: Wadi Bani Khalid dan Gurun Wahiba Sands
Dari Nizwa, perjalanan berlanjut ke arah tenggara menuju Wadi Bani Khalid. Oase ini memiliki kolam air tawar berwarna hijau kebiruan yang dikelilingi pepohonan dan tebing batu. Tempat ini cocok untuk beristirahat sekaligus berenang sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan gurun. Saat berenang, tetap gunakan pakaian yang sopan sesuai kebiasaan setempat.
Sore hari, lanjutkan itinerary Oman menuju Wahiba Sands, yang juga dikenal sebagai Sharqiya Sands. Jika menggunakan kendaraan sendiri, tekanan ban perlu disesuaikan sebelum memasuki area pasir.
Pengunjung bisa coba dune bashing, tetapi disarankan menggunakan jasa pengemudi atau operator lokal yang berpengalaman. Setelah tiba di kamp gurun, nikmati matahari terbenam dari atas bukit pasir, dilanjutkan makan malam dengan menu khas Bedouin. Malam hari menjadi kesempatan untuk menikmati langit gurun yang minim cahaya buatan.
Hari 5: Sur dan Perjalanan Kembali ke Muscat
Nikmati bangun pagi di kamp gurun, sembari melihat matahari terbit sebelum sarapan. Jika tersedia, bisa juga coba naik unta sebentar.
Itinerary Oman selanjutnya adalah Sur, kota pesisir yang terkenal dengan tradisi pembuatan kapal dhow, yaitu kapal kayu tradisional yang masih dibuat secara manual di sejumlah galangan.
Dari Sur, ambil jalur pesisir menuju Muscat dan singgah di Bimmah Sinkhole. Kawah alami ini memiliki kolam air berwarna biru kehijauan yang terbentuk akibat runtuhan batuan.
Setelah menikmati kawasan tersebut, perjalanan dapat diteruskan ke Muscat untuk penerbangan pulang atau bermalam satu malam lagi sebelum kembali ke tanah air.
Baca juga: Itinerary Mesir 5 Hari: Jelajahi Kairo, Giza, dan Luxor
Lima hari di Oman cukup untuk melihat sisi negara ini lewat rute yang padat tetapi masih nyaman diikuti. Itinerary Oman seperti ini juga memperlihatkan bahwa jarak antardestinasi perlu diperhitungkan sejak awal agar waktu perjalanan tidak terlalu banyak mengambil porsi liburan.