Jenis-Jenis Sushi yang Menarik Diketahui dan Karakter Rasa Masing-Masing

JNEWS – Penggemar kuliner Jepang pasti tak asing lagi dengan jenis-jenis sushi yang tersaji dalam berbagai bentuk dan rasa. Ada yang bentuknya supersimpel dengan sepotong ikan di atas nasi, ada juga yang digulung rapi dengan banyak lapisan isian. Semuanya punya ciri khas masing-masing.

Sekilas ragam sushi ini memang terlihat mirip, tetapi saat dicicipi, terasa banget perbedaannya. Ada yang menonjolkan kesegaran ikan, ada yang lebih seimbang karena perpaduan nasi dan rumput laut, dan ada juga yang justru manis serta ringan tanpa sentuhan seafood mentah.

Variasi inilah yang membuat sushi tidak terasa monoton meski bahan dasarnya hampir sama.

Jenis-Jenis Sushi dan Karakter Rasanya

Memahami jenis-jenis sushi bisa membantu kita menikmatinya dengan lebih santai dan tanpa ragu. Tidak semua jenis memiliki rasa yang kuat atau khas laut seperti yang sering dibayangkan. Beberapa justru lembut, creamy, bahkan sedikit manis.

Cara penyajiannya pun memengaruhi pengalaman makan, apakah dinikmati dalam satu gigitan kecil atau disendok dari mangkuk. Dengan mengenal karakter tiap jenisnya, pilihan di meja makan jadi lebih mudah dan sesuai selera.

Jenis-Jenis Sushi dan Karakter Rasanya

1. Nigiri Sushi

Nigiri adalah salah satu jenis-jenis sushi paling sederhana. Nigiri dibuat dengan membentuk nasi Jepang yang khas, lalu di atasnya diletakkan irisan ikan atau topping lainnya, seperti udang atau telur. Kadang diberi sedikit wasabi di antara nasi dan ikan.

Rasanya sangat bergantung pada kualitas bahan. Kalau pakai salmon segar, teksturnya lembut dan sedikit berminyak. Tuna punya karakter lebih tegas dan bersih, tidak se-creamy salmon. Sementara itu, udang rebus memberi rasa manis alami dan tekstur kenyal. Tamago, atau telur dadar Jepang, memberi rasa manis dan empuk, cocok untuk yang belum terbiasa dengan ikan mentah.

Nigiri sebaiknya dimakan dalam satu atau dua suapan. Tidak perlu terlalu banyak kecap asin, karena bisa menutup rasa asli ikan.

Baca juga: Mengenal 4 Makanan Pokok Jepang dari Tradisi hingga Kini

2. Maki Sushi

Maki adalah jenis-jenis sushi yang paling mudah dikenali karena bentuknya bulat dan sudah dipotongi dengan rapi, tinggal suap saja.

Maki terdiri atas nasi dan isian yang digulung menggunakan nori, lalu dipotong menjadi beberapa bagian. Di setiap potongan, terlihat lapisan nasi, nori, dan isi di tengahnya.

Rasa maki lebih seimbang karena semua elemen hadir dalam satu gigitan. Nori memberi aroma laut yang khas dan sedikit rasa gurih. Jika isinya ada mentimun, rasanya segar dan ringan. Kalau isinya tuna atau salmon, rasanya akan jadi lebih kaya lagi.

Ada juga yang disebut hosomaki, bentuknya kecil dan hanya berisi satu jenis isian. Ada futomaki yang lebih besar dengan kombinasi beberapa bahan sekaligus. Maki juga sering diisi sayuran seperti wortel atau alpukat. Jadi, tidak selalu dominan seafood.

Karena ukurannya kecil, maki cocok untuk pemula. Tidak terlalu intens seperti nigiri atau sashimi. Teksturnya pun konsisten, dari luar ke dalam.

3. Sashimi

Sashimi sebenarnya bukan termasuk jenis-jenis sushi karena tidak memakai nasi, tetapi hampir selalu hadir dalam menu yang sama. Potongan ikan mentah disajikan polos, biasanya di atas parutan lobak atau es batu untuk menjaga suhu.

Dalam sajian ini, tidak ada bahan lain yang menutupi rasa ikan. Itulah sebabnya kualitas bahan menjadi sangat penting di sashimi

Setiap jenis ikan punya karakter sendiri. Ada yang manis alami, ada yang gurih, ada yang netral. Salmon, misalnya, tidak boleh sembarangan, harus yang lembut dan sedikit berlemak. Dengan begitu, muncul sensasi halus di lidah. Tuna juga sering digunakan. Bedanya dengan salmon, tuna lebih padat, bersih, dan lebih ringan.

Sashimi biasanya dimakan dengan sedikit wasabi dan kecap asin. Namun wasabi tidak untuk ditenggelamkan dalam kecap, melainkan disentuhkan tipis ke ikan. Dengan begitu, rasa pedasnya hanya mempertegas, bukan mendominasi.

4. Uramaki

Uramaki dikenal sebagai sushi “inside out” karena posisi nasi dan norinya terbalik. Nasi berada di luar, sedangkan nori membungkus isian di dalam. Bagian luar biasanya ditaburi wijen atau tobiko sehingga tampilannya lebih menarik.

Karena nasi berada di luar, tekstur yang pertama kali terasa saat disuap adalah nasi yang lembut dan sedikit lengket. Setelah itu baru muncul rasa nori dan isi di bagian tengah.

Secara rasa, uramaki ini lebih “ramah” untuk selera umum. Kombinasinya tidak selalu tradisional. Uramaki bisa jadi sesi perkenalan yang pas buat yang baru mencoba jenis-jenis sushi pertama kali. California roll misalnya, menghadirkan rasa creamy dari alpukat dan kepiting.

Ada juga yang diberi saus di atasnya, seperti saus manis atau pedas, membuat rasanya lebih kaya dan bahkan lebih kuat dibanding maki biasa. Ada juga yang memakai belut panggang, memberi sentuhan manis-gurih yang khas.

5. Temaki

Temaki berbentuk kerucut dan biasanya dibuat langsung saat dipesan. Nasi dibungkus nori, lalu isiannya terbuka di bagian atas. Nori pada temaki biasanya lebih renyah.

Temaki dimakan langsung dari tangan, tanpa dipotong seperti maki. Ukurannya besar sehingga satu saja sudah cukup mengenyangkan.

Isian temaki bisa sangat beragam. Spicy tuna misalnya, memberi rasa pedas dan gurih sekaligus. Ada juga kombinasi salmon dengan alpukat yang terasa lembut dan creamy.

6. Inari Sushi

Inari berbeda dari jenis-jenis sushi yang lain karena tidak memakai ikan mentah. Nasi sushi dimasukkan ke dalam kantong tahu goreng yang sudah dimasak dengan bumbu manis. Tahu ini disebut aburaage, teksturnya lembut dan sedikit kenyal. Rasa manis dari tahu menyatu dengan nasi yang bercita rasa asam. Perpaduan ini cukup ramah di lidah.

Karena itu, inari cocok buat yang tidak suka seafood mentah. Rasanya lebih bersahabat dan cenderung ringan. Tidak ada rasa atau aroma laut yang khas. Teksturnya pun lembut secara keseluruhan, tanpa kontras tajam.

7. Chirashi

Chirashi disajikan dalam mangkuk dengan nasi sushi di bagian bawah dan aneka topping di atasnya. Tidak digulung atau dibentuk, tampilan chirashi jadi lebih bebas. Chirashi cocok untuk yang ingin mencoba banyak jenis ikan sekaligus tanpa harus memesan banyak piring.

Dalam seporsinya, ada potongan ikan, telur, sayur, dan kadang rumput laut yang ditata berwarna-warni. Karena tidak dibatasi bentuk gulungan, potongan topping tersebut juga jadi lebih besar.

Dari segi rasa, chirashi menawarkan variasi dalam satu sajian. Dalam satu sendok, kita bisa mendapat salmon dan nasi. Di sendok berikutnya mungkin tuna dan telur.

Baca juga: Panduan Lengkap Membuat Saus Sushi di Rumah

mengenal jenis-jenis sushi membuat kita melihat bahwa sushi bukan satu hidangan dengan rasa yang seragam. Setiap bentuk dan cara penyajian membawa karakter yang berbeda, meski bahan dasarnya banyak yang mirip.

Exit mobile version