Kemendag Buka Kesempatan UMKM Fesyen Masuk Pasar Ritel Modern

umkm fesyen masuk pasar ritel modern

Foto: Istimewa

JNEWS – Kementerian Perdagangan terus mendorong para UMKM yang bergelut di bidang fesyen agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Untuk itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso memperkuat sinergi antara pelaku UMKM fesyen dan ritel modern. Syaratnya, fesyen lokal produk para UMKM terus menjaga kualitas.

Mendag Budi Santoso menegaskan adanya kemitraan dengan peritel modern merupakan salah satu implementasi Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri. Dalam hal ini, UMKM fesyen lokal yang berdaya saing akan berpeluang memperluas pasarnya dengan cara memenuhi standar ritel modern.

“Kita ingin pasar dalam negeri yang besar ini diisi oleh produk-produk lokal. Kita tidak anti terhadap produk asing, tetapi ingin produk lokal dapat berdampingan dan bersaing dengan produk asing. Masuknya produk dari 11 UMKM terpilih binaan Kemendag ke pasar ritel modern menjadi bukti bahwa produk-produk tersebut telah mampu bersaing dengan produk asing,” ujarnya.

Ada pun 11 UMKM fesyen yang masuk di gerai ritel modern Metro Department Store yaitu Bhumitala, Bersama Teman Hidup, Cya Wardrobe, Karimake, Dots Indonesia, HRG All, Lavanya, Cylvies, Jemma Modest, Yusuf.ind, dan Bendera.co. Kontrak dagang dengan 11 UMKM ini menjadi bentuk tindak lanjut MoU Kemendag dan Metro Department Store.

Mendag Busan menegaskan, Metro Department Store adalah mitra strategis untuk menjadi jalur distribusi potensial bagi produk UMKM, khususnya di sektor fesyen, alas kaki, dan aksesori. Kemitraan ini mencerminkan semakin meningkatnya kualitas produk UMKM Indonesia sehingga mampu memenuhi standar ritel modern dan diterima pasar.

“Syarat utama bagaimana bisa masuk di ritel modern adalah kualitasnya, karena kualitas ini akan menjaga kepercayaan. Oleh karena itu, kami selalu sampaikan ke UMKM untuk terus mempertahankan kualitas sehingga mampu bersaing dengan produk-produk lainnya,” tandas Mendag.

Dalam hal ini Kemendag terus membuka kesempatan bagi UMKM untuk memperluas pemasarannya di dalam negeri melalui penguatan kemitraan dengan pelaku ritel modern. Sepanjang 2025 hingga 2026, Kemendag telah memfasilitasi 1.477 UMKM dalam program perluasan akses pasar dalam negeri melalui berbagai kegiatan. *

Exit mobile version