Kemendag Dorong Waralaba Jadi Katalis Pengembangan UMKM

waralaba jadi katalisator pengembangan umkm

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri

JNEWS – Sektor UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Untuk itu, pemerintah terus memberi dukungan agar para pelaku UMKM bisa tumbuh dan berkembang di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu lini bisnis UMKM adalah bisnis model waralaba atau franchise.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, waralaba merupakan sektor strategis untuk mempercepat pertumbuhan UMKM dan menciptakan perekonomian yang tangguh.

Hal tersebut diutarakan Wamendag Roro dalam sambutannya pada Pembukaan Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 di Palembang, Sumatra Selatan baru-baru ini. Menurutnya, Provinsi Sumatra Selatan mencatat pertumbuhan sebesar 5,35 persen, tertinggi kedua di pulau Sumatra setelah Kepulauan Riau.

“UMKM telah memberikan kontribusi besar terhadap PDB dengan angka lebih dari 60 persen. Maka dari itu, untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi ini, dukungan terhadap kewirausahaan perlu terus kita tingkatkan. Perluasan kesempatan berusaha menjadi agenda penting dan waralaba hadir sebagai model bisnis yang efektif. Sifat kemitraan waralaba yang terstandardisasi dan mudah direplikasi sangat potensial bagi UMKM kita,” jelas Wamendag Roro.

Lebih lanjut ia berharap, angka pertumbuhan ekonomi yang positif tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam menopang ekonomi daerah dan berkontribusi signifikan terhadap ketahanan ekonomi nasional.

“Untuk mencapainya, diperlukan kolaborasi antarpelaku usaha, pemerintah, dan asosiasi. “Seluruh pihak harus bertekad untuk bergandengan tangan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Sinergi ini diharapkan menjadi komitmen jangka panjang,” tambahnya.

Baca juga: 11 Tools Gratis untuk UMKM Online agar Bisnis Lebih Mudah Dikelola

Wamendag Roro mengapresiasi atas terselenggaranya roadshow IFBC di Palembang, Yogyakarta, dan Jakarta. Ia menilai pameran IFBC ini sejalan dengan semangat Kementerian Perdagangan yang terus berupaya mewadahi dan mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor.

“Dengan menghadirkan ruang diskusi yang produktif antara pemilik waralaba (franchisor), calon investor, serta penyedia jasa penunjang seperti logistik dan perbankan, maka kita optimis kegiatan ini dapat turut mendongkrak pertumbuhan UMKM,” pungkasnya. *

 

Exit mobile version