JNEWS – Pemerintah lewat Kementerian Perdagangan terus memperkuat dukungannya dalam mendorong para pelaku UKM naik kelas hingga menembus pasar global. Komitmen ini ditegaskan Menteri Perdagangan Budi Santoso saat mengunjungi CV Berkah Pangan Nusantara dan PT Andara Cantika Indonesia di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur baru-baru ini.
Baik PT Andara maupun CV Berkah Pangan adalah alumni Export Coaching Program (ECP) Kemendag. “Kunjungan kali ini untuk memberikan dukungan sekaligus melihat langsung kemampuan UKM hasil program pendampingan ekspor terpadu Kemendag. Kami akan terus memperluas jangkauan program melaui penguatan desain kemasan agar sesuai dengan standar negara tujuan, strategi penjenamaan kemitraan ritel modern, serta ekspansi pasar luar negeri,” ujar Mendag Budi Santoso atau yang akarab disapa Busan.
CV Berkah Pangan Nusantara menjadi potret nyata keberhasilan UKM lokal asal Sidoarjo menembus pasar global. Perusahaan ini bergerak di industri makanan olahan dengan produk usaha tepung bumbu siap pakai dengan berbagai merek dagang, yaitu Syaza, Syakura, Geprek Crispy, dan Dapoerkoe. Komitmen terhadap kualitas dibuktikan dengan kepemilikan sertifikasi yang komprehensif, mulai dari sertifikat Halal, sertifikat Manufacturing Practice (GMP), hingga standar internasional keamanan pangan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).
Secara pemasaran, CV Berkah Pangan Nusantara awalnya hanya menjangkau pasar lokal di Jawa Timur. Namun, kini telah berkembang ke wilayah Jawa Tengah, Jabodetabek, hingga mulai merambah Makassar. Tak berhenti di pasar domestik, UMKM ini tengah bersiap ekspor perdana ke Nigeria setelah berhasil menjalin kontrak dengan buyer melalui partisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) dan ECP. Saat ini, perusahaan sedang menuntaskan proses administrasi izin edar di Nigeria sekaligus menjajaki peluang ekspansi pasar ke Malaysia.
Pemilik CV Berkah Pangan Nusantara, Ryza Sulistyanawati, mengungkapkan pengalamannya mengikuti ECP. Ia mengakui, program tersebut membuka wawasannya mengenai mekanisme ekspor, sekaligus mengikis keraguan yang selama ini ia rasakan.
Baca juga: Cara Mengatur Stok Barang agar Lebih Rapi dan Efisien untuk UMKM
“Saya jadi tahu cara bertransaksi dan negosiasi dengan buyer. Adanya pendampingan dan fasilitasi dari Atase Perdagangan RI dan Indonesian Trade Promotion Center dalam verifikasi dan pencarian buyer, membuat saya percaya perusahaan kami dapat memperluas pasar,” jelas Ryza.
Keberhasilan juga ditunjukkan oleh PT Andara Cantika Indonesia alumni ECP tahun 2023. UMKM produsen parfum dan perawatan kulit (skincare) ini telah berhasil menembus pasar ekspor ke Brunei Darussalam dan Singapura. *












