JNEWS – Pemerintah terus mendorong agar UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional terus tumbuh berkembang dan mampu menjawab tantangan di era digital. Untuk itu, Kementerian Perdagangan terus mendukung inovasi dan penguatan kapasitas para pelaku UMKM di era digital agar dapat bersaing di pasar domestik dan global.
Menurut Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, kini pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, tidak cukup hanya mampu menghasilkan produk yang baik. UMKM juga perlu memahami pasar, menjaga kualitas, memenuhi standar, membangun merek, memanfaatkan teknologi, serta mampu membangun kepercayaan dengan calon buyer, baik di dalam dan luar negeri.
“Berbagai kapasitas tersebut sangat dibutuhkan, mengingat saat ini sektor perdagangan tengah mengalami perubahan sangat cepat yang dipengaruhi perkembangan digitalisasi, kecerdasan buatan, platform digital, ekonomi hijau, dan preferensi konsumen yang semakin dinamis serta perkembangan rantai pasok global,” urai Wamendag Roro.
Untuk itu, pemerintah berkomitmen terus mendorong dan memfasilitasi UMKM untuk naik kelas, selain pangsa domestik juga bisa menggarap pangsa pasar luar negeri. “Sebagian UMKM masih memandang ekspor sebagai proses yang rumit dan hanya bisa dilakukan perusahaan besar. Namun sebenarnya, dengan pendampingan yang tepat, teknologi yang sesuai, serta akses pasar yang terarah, UMKM dapat memulai perjalanan ekspor bertahap, dengan langkah awal menjadi bagian dari rantai pasok yang berorientasi ekspor,” ujarnya.
Kementerian Perdagangan, lanjut Wamendag Roro memiliki tiga pilar program utama dalam menjawab tantangan perdagangan. Pertama, Pengamanan Pasar Dalam Negeri yang berfokus pada penguatan fondasi pasar domestik, tempat UMKM akan tumbuh membangun skala usaha, produk, dan daya saing.
Baca juga: JNE Magelang dan UMKM Lokal, Kompak Majukan Ekonomi Kreatif
Kedua, Perluasan Pasar Ekspor, yang mendorong diversifikasi pasar, promosi dagang, business matching, pemanfaatan perjanjian dagang, serta penguatan informasi pasar agar makin banyak produk Indonesia mampu diterima di pasar internasional. Dan ketiga, Dari Lokal untuk Global, yang menjadi pilar semangat memastikan produk Indonesia tidak hanya tumbuh dan dicintai di dalam negeri, tapi juga mampu tampil, bersaing, dan dipercaya di pasar dunia.
“Meskipun tantangan yang dihadapi sektor perdagangan saat ini sangat dinamis, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan perdagangan yang positif. Namun, pekerjaan kita ke depan bukan hanya menjaga surplus perdagangan, tetapi juga memperluas basis pelaku ekspor. Kita ingin makin banyak pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu masuk ke pasar regional dan global,” tandas Wamendag Roro. *











