JNEWS – Membangun praktik baik di lingkungan kerja, kini menjadi perhatian Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Untuk itu, Kemnaker berharap, praktik baik dalam membangun lingkungan kerja yang produktif, adaptif, inklusif, dan kondusif perlu dibagikan dan digalakkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas di dunia kerja, baik itu bagi para pekerja maupun stakeholder lainnya.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi mengatakan, upaya membangun lingkungan kerja yang baik tidak hanya berkaitan dengan kondisi tempat kerja, tetapi juga dengan penguatan keterikatan antara pekerja dan perusahaan (employee engagement).
“Karena itu, pembangunan lingkungan kerja perlu diikuti dengan penguatan keterikatan antara pekerja dan perusahaan sebagai bagian dari budaya di tempat kerja,” kata Cris saat menjadi keynote speaker pada Penganugerahan Stellar Workplace Award 2026 di Jakarta, baru-baru ini.
Cris mengungkapkan, perusahaan yang mampu menciptakan tempat kerja yang baik memiliki fondasi yang lebih kuat untuk berkembang menjadi perusahaan yang produktif, inovatif, berkelanjutan, dan kompetitif. “Keberhasilan satu perusahaan dapat ditularkan kepada perusahaan lain agar penerapan praktik baik tersebut semakin luas,” ucapnya.
Menurut Cris, semakin luas praktik baik diterapkan di tempat kerja, semakin besar pula peluang keterikatan antara pekerja dan perusahaan berkembang menjadi bagian dari budaya yang lebih kuat di dunia kerja.
Cris juga berharap agar perhatian terhadap praktik kerja yang baik diperluas pada aspek inklusivitas. Menurutnya, penghargaan ke depan dapat memberikan perhatian terhadap upaya perusahaan dalam menciptakan kesempatan kerja yang inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas. *
Baca juga: Para Penyandang Disabilitas di antara Rombongan Umrah Karyawan JNE
