JNEWS – Tak dipungkiri, moda transportasi massal kereta api selama ini menjadi andalan bagi masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan permukiman dan sentra perekonomian di Kabupaten Tangerang, Serang, Lebak, hingga Pandeglang berjalan beriringan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta. Pola komuter yang terbentuk kini semakin stabil dan menjadi bagian dari denyut harian kawasan urban.
Hal tersebut tercermin dari data penumpang kereta api jalur kulon (jalur barat) di mana jumlah penumpang transit di Stasiun Tanah Abang pada lintas Rangkasbitung tahun 2026 yakni rata-rata berkisar 120 ribu setiap harinya. Pada hari kerja jumlahnya mencapai sekitar 128 ribu pengguna, sementara pada hari libur tetap tinggi di angka 106 ribu penumpang. Angka tersebut menunjukkan bahwa koridor jalur kulon kian berkembang.
Tren pertumbuhan juga terlihat dari kinerja tahunan. Sepanjang 2025, lintas Tanah Abang–Rangkasbitung melayani sekitar 77 juta pengguna, meningkat dibandingkan 69 juta pengguna pada 2024 dan 62 juta pada 2023. Kenaikan ini memperlihatkan semakin kuatnya peran transportasi kereta api dalam menopang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat wilayah barat Pulau Jawa.
“Wilayah barat Pulau Jawa berkembang sebagai bagian integral dari sistem urban Jabodetabek. Transportasi berbasis rel hadir untuk menjaga mobilitas tetap lancar, terjangkau, dan berkelanjutan,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Sebagai bagian dari penguatan struktur kawasan, KAI menghadirkan Stasiun Jatake di Kabupaten Tangerang. Sejak beroperasi pada 28 Januari hingga 5 Februari 2026, stasiun ini mencatat 7.936 pengguna gate in dan 8.206 pengguna gate out. Kehadirannya memperpendek akses masyarakat menuju layanan KAI sekaligus mendukung tumbuhnya pusat aktivitas baru di sekitarnya.
Baca juga: 5 Museum Kereta Api di Indonesia, Dari Ambarawa sampai Sawahlunto
Wilayah barat juga memainkan peran strategis sebagai penghubung regional melalui lintas Merak yang terintegrasi dengan pelabuhan menuju Sumatera. Dukungan terhadap ekonomi lokal turut diperkuat melalui pengoperasian kereta khusus petani dan pedagang lintas Merak–Rangkasbitung sejak 1 Desember 2025 silam.
“Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam mengembangkan layanan perkeretaapian perkotaan secara bertahap, selaras dengan pertumbuhan kawasan hunian dan pusat ekonomi baru di wilayah barat Pulau Jawa,” tandas Anne Purba. *
