JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Candi Agung dan Jejak Sejarah Kerajaan di Kalimantan Selatan

by Penulis JNEWS
19 February 2026
Candi Agung dan Jejak Sejarah Kerajaan di Kalimantan Selatan

Sumber: Wikipedia

Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Candi Agung Amuntai yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memang tidak semegah candi di Pulau Jawa. Namun, candi ini menyimpan sejarah panjang perkembangan agama Hindu di Kalimantan Selatan.

Pembangunan candi khususnya Hindu, memiliki fungsi sebagai tempat pemujaan dewa seperti Dewa Siwa, Dewa Brahma dan Dewa Wisnu. Selain itu, bangunan candi juga kerap dijadikan sebagai lokasi pemakaman raja.

Menilik Sejarah Panjang Candi Agung Amuntai

Candi Agung tidak sengaja ditemukan pada tahun 1962 saat Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara melakukan pemerataan tanah untuk pembangunan jalan dan perluasan wilayah tersebut.

Lokasi candi tepatnya berada di Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Candi ini dikelilingi tiga sungai yakni Sungai Negara, Sungai Tabalong, dan Sungai Balangan yang semuanya bermuara di Sungai Barito.

Hal menarik dari candi ini adalah sejarah pembangunannya. Dikutip dari website Kabupaten Hulu Sungai Utara, Candi Agung Amuntai adalah peninggalan Kerajaan Negara Dipa yang keberadaannya diperkirakan satu zaman dengan Kerajaan Majapahit.

Dari Hikayat Banjar, candi ini dibangun oleh Empu Jatmika, pendiri Kerajaan Negara Dipa di abad ke-14. Kerajaan ini merupakan cikal bakal dari Kota Amuntai.

Masih dari kisah dalam Hikayat Banjar, Empu Jatmika adalah seorang pedagang yang berasal dari Keling. Beliau melakukan perjalanan hingga menetap di Amuntai. Di masa tersebut, Empu Jatmika belum menjadi seorang raja.

Empu Jatmika kemudian membangun tempat untuk tinggal di tempat yang sekarang ini dikenal sebagai Candi Agung. Untuk melambangkan dirinya sebagai raja, beliau membuat patung visualisasi dirinya.

Ada sedikit perbedaan pendapat terkait tahun pembangunan candi ini. Apabila mengacu dari Hikayat Banjar yang diceritakan turun menurun, candi ini dibangun pada abad ke-14. Namun berbeda pendapat dari penelitian oleh para ilmuwan dari Balai Arkeolog Banjarmasin di tahun 1997. Penelitian tersebut menggunakan analisis radiokarbon C-14 dari sampel kayu ulin yang tertancap di halaman kerikil Candi Agung. Hasil analisis menunjukkan bahwa benda tersebut berasal dari tahun 750. Para peneliti pun berpendapat bahwa candi tersebut sudah ada sejak abad ke-8.

Baca juga: Menguak Sejarah Candi Gebang, Peninggalan Hindu Abad ke-9

Struktur Bangunan Candi Agung yang Unik

Candi Agung dan Jejak Sejarah Kerajaan di Kalimantan Selatan
Sumber: Media Center Kalimantan Selatan

Jika di pada umumnya desain candi di Pulau Jawa itu tinggi dan megah, berbeda halnya dengan Candi Agung. Candi ini memiliki struktur tembok atau fondasi yang disusun rapi dari batu bata kuno dengan luas sekitar 7×7 meter dan tidak tinggi. Bahan penyusun candi ini sekilas mirip dengan batu bata merah biasa, tapi sangat kokoh.

Kendati bangunannya sudah tidak lagi utuh, tapi struktur fondasi dan artefak yang ditemukan di sekitar kawasan Candi Agung, berhasil memberikan gambaran betapa megahnya kerajaan ini di masa lampau.

Adapun keseluruhan bangunan dibuat dari batu bata, sedangkan hiasan dari terakota. Material lain yang turut menjadi bahan penyusun adalah kayu ulin khas Kalimantan yang digunakan sebagai fondasi.

Hal menarik lainnya dari struktur bangunan Candi Agung adalah lokasi pembangunannya di atas tanah rawa yang diuruk. Sebelum diuruk, terlebih dahulu diberi tiang pancang dari kayu ulin tersebut. Lalu, setelah tanah urukan cukup kuat, baru dibuat konstruksi bangunannya.

Jika melihat dari sisa undakan, bangunan candi menghadap arah tenggara. Beralih ke dalam kompleks candi, ada banyak temuan seperti kaki candi yang berukuran 9,2 x 9,2 meter, tiang-tiang dari kayu ulin, fragmen kepala kala dari terakota, manik-manik dari bahan tanah liat bakar, tulang, pecahan tembikar dan keramik, periuk yang berisi sisa abu, tanah, lapik padma, hingga antefiks.

Di tahun 1970-an, Candi Agung Amuntai dipugar oleh Proyek Pemugaran dan Pemeliharaan Peninggalan Purbakala Kalimantan Selatan. Tujuan dari proyek pemugaran ini adalah untuk memperbaiki fondasi candi dan membuat pelindung berupa cungkup.

Titik Kunjungan di Candi Agung Amuntai

Candi Agung dan Jejak Sejarah Kerajaan di Kalimantan Selatan
Sumber: Wikimedia Commons

Di dalam kawasan Candi Agung Amuntai ada beberapa titik kunjungan yang menarik dan kental akan budaya Kalimantan Selatan. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Museum

Ada bangunan yang berbentuk rumah adat Banjar yang dijadikan sebagai museum. Letaknya berada di depan kompleks.

Di dalam museum terdapat beragam benda peninggalan zaman kerajaan yang masih dirawat hingga saat ini. Seperti batu bata merah yang merupakan material pembangunan candi, lalu ada tembikar dengan aksara Tiongkok, di bagian dinding dipajang dokumentasi penemuan Candi Agung.

2. Telaga Darah

Situs telaga darah adalah area yang menyerupai sumur. Ada kisah panjang yang dipercayai oleh masyarakat setempat melatari situs ini.

Konon dinamakan Telaga Darah karena dianggap sebagai tempat terbunuhnya Patmaraga dan Sukmaraga, anak dari Empu Mandastana. Kedua anak kembarnya tersebut dibunuh oleh adiknya sendiri, yakni Lambung Mangkurat.

3. Pertapaan Pangeran Suryanata

Pertapaan Pangeran Suryanata berada di depan situs utama Candi Agung. Tempat ini bentuknya berupa rumah tradisional Banjar tapi tidak utuh, terbuat dari kayu dan ada kain gorden warna kuning di beberapa bagian.

4. Situs Tiang Mahligai Putri Junjung Buih

Bangunan situs Tiang Mahligai Putri Junjung Buih bentuknya terbuka dan dikelilingi pagar dari kayu berwarna kuning. Di zaman dahulu, situs ini digunakan oleh Putri Junjung Buih untuk mandi dan berdandan. Menurut cerita, yang merias putri adalah Dayang Mayang Sari.

Oleh masyarakat Banjar, air sumur Mahligai ini digunakan untuk berbagai keperluan adat, seperti mandi dalam rangkaian acara perkawinan dan mandi bagi anak remaja. Airnya diyakini membawa berkah, bahwa siapa pun yang mandi dengan air tersebut dipercaya akan dipandang dengan penuh kasih sayang oleh orang lain.

Baca juga: Keunikan Budaya Kalimantan Selatan: Tradisi, Adat, dan Kearifan Lokal

Candi Agung ini merupakan warisan budaya sekaligus sarana edukatif yang memberikan informasi terkait perjalanan agama Hindu di Kalimantan Selatan. Lokasi candi tidak jauh dari pusat kota, tapi apabila dari Banjarmasin, waktu tempuhnya kurang lebih 4 jam. Untuk tiket masuk pun sangat terjangkau, Rp5.000 (dewasa) dan Rp3.000 (anak-anak).

Area sekitar candi ditata dengan rapi, titik kunjungan yang berada di sekitar kawasan pun turut menambah daya tarik Candi Agung Amuntai. Oleh masyarakat setempat, kawasan candi ini kerap dijadikan sebagai tempat berziarah.

Tags: candi agama hinducandi agung amuntaicandi di kalimantan selatancandi Hinduwisata kalimantan selatanwisata sejarah
Share189Tweet118
Next Post
Ragam Pengalaman di Restoran Jepang

Restoran Jepang dan Ragam Pengalaman Makan yang Ditawarkan

TERKINI

Mengenal Monyet Makaka Jepang, Si “Snow Monkey”

Mengenal Monyet Makaka Jepang, Si “Snow Monkey” yang Sedang Viral

11 March 2026
Pulau Lihaga: Surga Kecil Berpasir Putih di Sulawesi Utara

Pulau Lihaga: Surga Kecil Berpasir Putih di Sulawesi Utara

11 March 2026
Ichikawa City Zoo: Kebun Binatang di Chiba yang Mendadak Viral karena Punch

Ichikawa City Zoo: Kebun Binatang di Chiba yang Mendadak Viral karena Punch

11 March 2026
jne sungai selan

Kiriman Makanan Naik Tajam di JNE Sungai Selan

11 March 2026
Usaha Musiman dengan Keuntungan Besar yang Bisa Dilakukan Pemula

9 Usaha Musiman dengan Keuntungan Besar yang Bisa Dilakukan Pemula

11 March 2026
Negara Paling Aman di Dunia untuk Tinggal dan Berwisata

10 Negara Paling Aman di Dunia untuk Tinggal dan Berwisata

10 March 2026

POPULER

Tempat Wisata di Palopo yang Menarik Dikunjungi

Daftar Tempat Wisata di Palopo yang Menarik Dikunjungi

by Penulis JNEWS
17 February 2026

Kota Terkecil di Indonesia, Ada yang Jadi Tujuan Wisata Terpopuler

7 Kota Terkecil di Indonesia dan Fakta Menarik di Baliknya

by Penulis JNEWS
19 February 2026

Oleh-Oleh Khas Pangandaran untuk Buah Tangan Liburan

19 Pilihan Oleh-Oleh Khas Pangandaran untuk Buah Tangan Liburan

by Penulis JNEWS
24 February 2026

Tips Sahur Sehat dan Praktis untuk Aktivitas yang Padat

5 Tips Sahur Sehat dan Praktis untuk Aktivitas yang Padat

by Penulis JNEWS
27 February 2026

Bukber Hemat, Cara Siasati agar Tidak Boros

7 Cara Cerdas Menyiasati Ajakan Bukber agar Tidak Boros

by Penulis JNEWS
25 February 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal