JNEWS – Sejak diluncurkan beberapa bulan silam, Kereta Petani-Pedagang rute Rangkasbitung-Merak yang bertarif Rp 3.000 sudah mencatatkan sekitar 25 ribu perjalanan pelanggan sejak mulai beroperasi.
Kehadiran Kereta Petani-Pedagang ini menjadi salah satu moda transportasi penunjang aktivitas ekonomi di Provinsi Banten. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Kereta Petani dan Pedagang mencatat 20.908 perjalanan pelanggan. Adapun sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga akhir Mei 2026, layanan tersebut telah mencatat sebanyak 25.023 perjalanan pelanggan.
Data tersebut menunjukkan adanya mobilitas ekonomi yang berlangsung secara konsisten dari hari ke hari. Yang menarik, di balik data perjalanan tersebut terdapat aktivitas perdagangan dan distribusi yang terus bergerak. “Ada pedagang yang berangkat untuk memperoleh pasokan barang dagangan, petani yang menuju pasar untuk menjual hasil panen, hingga pelaku usaha mikro yang memanfaatkan kereta sebagai sarana perjalanan yang hemat biaya dan mudah dijangkau,” ungkap Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Menurut Anne, dengan tarif Rp 3.000 untuk satu kali perjalanan, layanan ini setiap hari menghubungkan kawasan permukiman, pusat perdagangan, kawasan industri, pusat pemerintahan, fasilitas pendidikan, hingga Pelabuhan Merak sebagai salah satu simpul transportasi terpenting yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
Dengan tiket Rp 3.000, biaya transportasi yang rendah memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk mengalokasikan pendapatannya ke kebutuhan lain seperti pendidikan, konsumsi rumah tangga, maupun pengembangan usaha. Di titik inilah transportasi publik berperan sebagai sarana perjalanan sekaligus pendukung efisiensi ekonomi masyarakat.
Anne Purba mengatakan bahwa keberhasilan sebuah layanan transportasi publik selain diukur dari jumlah pelanggan yang dilayani, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Panduan Lengkap Cara Refund Tiket Kereta dengan Mudah
“Transportasi publik yang terjangkau memberikan dampak ekonomi yang luas. Masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan biaya yang lebih efisien, memiliki akses yang lebih besar terhadap lapangan pekerjaan, serta menjangkau pusat-pusat ekonomi yang sebelumnya membutuhkan biaya perjalanan lebih tinggi,” ujarnya.
Peran tersebut semakin penting jika melihat karakteristik wilayah yang dilalui. Lintas Rangkasbitung–Merak menghubungkan Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, hingga kawasan Pelabuhan Merak. Kedua wilayah ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh sektor perdagangan, jasa, manufaktur, serta aktivitas pelabuhan. *
