JNEWS – Ada beberapa strategi marketing murah yang bisa membantu UMKM menjangkau lebih banyak calon pembeli tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk promosi.
Modal yang dibutuhkan bisa berupa media sosial yang sudah dimiliki, pelanggan lama, komunitas sekitar, sampai kemampuan membuat konten sendiri. Dengan cara yang tepat, aktivitas marketing tetap bisa berjalan rutin tanpa mengganggu anggaran usaha.
Strategi Marketing Murah untuk UMKM

Yang namanya pemasaran itu tidak selalu harus mahal. Yang penting, mesti sesuai dengan kondisi bisnis dan kebiasaan calon pelanggan.
Nah, masing-masing strategi akan butuh “modal” yang berbeda, sehingga hasilnya juga akan bervariasi. Karena itu, penting bagi pemilik UMKM untuk memahami dan kemudian memilah sesuai kebutuhan bisnisnya.
Berikut beberapa strategi marketing murah yang bisa dipertimbangkan untuk diterapkan.
1. Maksimalkan WhatsApp untuk Menjaga Pelanggan Tetap Ingat
WhatsApp bisa dipakai sebagai strategi marketing murah untuk menawarkan produk tanpa biaya iklan. Manfaatkan Status untuk mengunggah stok terbaru, promo harian, proses pembuatan, testimoni, atau produk yang baru tersedia.
Jika punya daftar pelanggan, kirim informasi secara selektif dan hindari terlalu sering mengirim pesan agar tidak dianggap mengganggu. Konten yang singkat, informatif, dan punya penawaran yang jelas lebih mudah mendapat respons.
Baca juga: Cara Menggunakan WhatsApp for Business untuk Berjualan
2. Pastikan Bisnis Muncul di Google Maps
Calon pembeli sering mencari toko, tempat makan, atau jasa melalui Google sebelum datang langsung. Daftarkan bisnis di Google Business Profile, lalu lengkapi alamat, nomor telepon, jam buka, foto, menu, dan informasi produk.
Setelah muncul di Google Maps, minta pelanggan yang sudah pernah beli atau berkunjung untuk memberikan ulasan. Semakin lengkap informasi yang tersedia, semakin mudah calon pelanggan menentukan apakah bisnis tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka.
3. Minta Pelanggan Memberikan Review
Setelah pelanggan menerima produk atau selesai menggunakan jasa, minta mereka memberikan ulasan. Permintaannya bisa disampaikan lewat WhatsApp, kartu kecil di dalam kemasan, atau pesan setelah transaksi. Beri arahan singkat tentang tempat memberikan review, misalnya Google Maps atau marketplace.
Kumpulan ulasan positif dapat membantu calon pelanggan menilai kualitas bisnis sebelum memutuskan membeli.
4. Manfaatkan Konten dari Pelanggan
Foto atau video dari pelanggan bisa menjadi materi promosi tanpa perlu menyewa fotografer. Sebelum dipakai, tetap minta izin dulu ya. Tanyakan apakah mereka berkenan untuk ditandai juga.
Agar pelanggan tertarik membuat konten, berikan bonus kecil seperti voucher, tambahan topping, atau potongan harga untuk transaksi berikutnya. Testimoni dengan pengalaman nyata juga membantu calon pembeli memahami produk sebelum mencoba.
5. Buat Program Referral
Ajak pelanggan lama membawa pembeli baru dengan sistem referral yang gampang dilakukan. Contohnya, pelanggan mendapat voucher Rp10.000 setelah temannya melakukan transaksi pertama menggunakan kode referral.
Nilai hadiahnya bisa disesuaikan dengan margin produk agar biaya promosi tetap terkendali. Catat siapa yang membawa pelanggan baru supaya programnya mudah dipantau dan tidak menimbulkan kesalahan saat pemberian bonus.

6. Kerja Sama dengan UMKM di Sekitar
Cari bisnis lain yang memiliki calon pelanggan serupa dan tawarkan promosi silang. Misalnya, bisnis salon bisa bekerja sama dengan toko fashion, kedai kopi dengan toko kue, atau fotografer dengan penyedia jasa dekorasi.
Bentuk kerjanya bisa berupa voucher silang, paket bersama, giveaway kecil, atau saling membagikan konten. Biayanya dapat ditekan karena masing-masing bisnis memanfaatkan kanal promosi yang sudah dimiliki.
7. Masuk ke Komunitas yang Sesuai dengan Target Pasar
Grup WhatsApp, Facebook, atau komunitas lokal bisa menjadi tempat mencari pelanggan baru. Pelajari aturan grup sebelum menawarkan produk dan hindari mengirim promosi berulang yang tidak berkaitan dengan percakapan.
Berikan informasi yang memang dibutuhkan anggota, lalu tawarkan produk ketika konteksnya sesuai. Untuk bisnis lokal, komunitas sekitar tempat usaha bisa sangat membantu karena anggota grup berada dalam jangkauan layanan.
8. Buat Promo dengan Batas Waktu
Promo yang punya batas waktu membuat pelanggan memiliki alasan untuk mengambil keputusan lebih cepat. Misalnya, berikan harga khusus selama satu hari atau bonus untuk 10 pembeli pertama.
Pastikan syarat, periode promo, dan produk yang berlaku ditulis secara jelas agar tidak menimbulkan kebingungan.
Nah, tapi khusus untuk strategi marketing murah ini, pastikan untuk tidak terlalu sering membuat promo besar juga, karena pelanggan bisa menunggu diskon alih-alih mau belanja dengan harga normal.
9. Fokus Membuat Pelanggan Lama Kembali Membeli
Setelah transaksi pertama selesai, hubungan dengan pelanggan masih bisa dilanjutkan. Simpan data pelanggan dengan izin dan gunakan untuk memberi informasi saat ada produk baru, restock, atau promo yang memang sesuai dengan kebiasaan belanjanya.
Contohnya, pelanggan yang rutin beli lip tint bisa diberi kabar ketika stok lip tint dengan beragam warna tersedia kembali. Pembelian berulang dapat membantu menjaga omzet tanpa harus mencari pelanggan baru setiap hari.

10. Coba Kerja Sama dengan Micro Influencer Lokal
Akun dengan jumlah pengikut kecil antara 100-1000 bisa menjadi pilihan ketika anggaran promosi terbatas. Pilih kreator yang audiensnya berada di sekitar lokasi bisnis atau memang sering membahas kategori produk yang dijual.
Kerja sama bisa berupa pemberian produk, kode diskon khusus, atau komisi dari setiap transaksi yang datang melalui kreator tersebut. Minta hasil promosi dicatat supaya bisnis tahu apakah biaya atau produk yang diberikan menghasilkan penjualan.
Baca juga: Mau Belajar Digital Marketing, dari Mana Mulainya?
Marketing murah bukan berarti promosi seadanya. UMKM bisa mulai dari kanal yang sudah tersedia, pelanggan yang pernah membeli, dan jaringan di sekitar usaha, lalu melihat mana yang benar-benar membawa transaksi.
Jangan habiskan anggaran untuk promosi yang hanya mengejar views atau jumlah pengikut. Ukur hasilnya, ulangi cara yang berhasil, dan hentikan aktivitas yang tidak memberi dampak ke penjualan.











