JNEWS – Kalau sedang berada di Yogyakarta dan ingin kulineran makanan tradisional, Pasar Ngasem punya banyak pilihan yang menarik untuk dicoba. Kuliner Pasar Ngasem tersedia dalam bentuk jajanan, makanan berat, minuman tradisional, sampai oleh-oleh. Suasananya juga khas pasar pagi, dengan penjual yang sibuk menyiapkan pesanan dan pembeli yang datang silih berganti.
Rekomendasi Wisata Kuliner Pasar Ngasem Populer

Beberapa lapak kuliner Pasar Ngasem sudah buka selama puluhan tahun dan punya banyak pelanggan tetap yang setia sampai sekarang. Pilihannya cukup beragam, sehingga urusan makan di Pasar Ngasem bisa menjadi bagian menarik saat menjelajahi kawasan sekitar. Berikut beberapa rekomendasinya yang paling populer.
1. Apem Beras Bu Wanti
Apem Beras Bu Wanti menjadi salah satu jajanan tradisional yang banyak dicari di Pasar Ngasem, Yogyakarta. Usaha ini sudah ada sejak 1990-an dan kini diteruskan oleh generasi kedua. Saat ini, Apem Beras Bu Wanti bisa ditemukan di dua titik kios berbeda di dalam Pasar Ngasem.
Daya tariknya ada pada cara pembuatan yang masih mempertahankan teknik lama. Adonan apem dipanggang langsung dalam cetakan baja di atas tungku arang, sehingga menghasilkan aroma khas dan tekstur yang cukup padat. Rasanya manis, berpadu pas dengan gurih alami dari kelapa muda dan santan.
Baca juga: Selain Gudeg, Ini 16 Makanan Khas Jogja yang Belum Banyak Dikenal
2. Jenang Yu Jumilah
Jenang Yu Jumilah menjadi salah satu tempat kuliner Pasar Ngasem yang sangat populer disinggahi untuk sarapan. Tersedia sembilan jenis jenang tradisional dengan warna dan tekstur yang beragam.
Salah satu pilihan favoritnya adalah Paket Komplit 9 Jenang, yang terdiri atas sumsum original, sumsum pandan, mutiara, candil ketan, candil singkong atau candil telo, pati telo, lobe-lobe, ketan hitam, dan ngangrang.
Lapaknya ramai sejak pagi dan antreannya bisa semakin padat saat akhir pekan atau hari libur. Jika ingin mendapat pilihan menu yang lengkap, terutama lobe-lobe, sebaiknya datang sebelum pukul 08.00 WIB.
3. Carabikang Bu Kristi
Carabikang Bu Kristi termasuk salah satu kuliner Pasar Ngasem yang juga tak kalah terkenal. Kue ini disajikan hangat langsung dari cetakan baja, dengan bentuk merekah seperti bunga dan warna yang beragam.
Selain pandan, tersedia pilihan rasa seperti es doger atau coco pandan, cokelat, nangka, dan ubi ungu. Varian tersebut membuat carabikang Bu Kristi punya pilihan rasa yang lebih beragam dibandingkan carabikang klasik yang umumnya hanya menggunakan satu warna atau rasa.
Cara pesan di lapak ini juga cukup khas. Setibanya di sana, pembeli perlu menulis nama dan jumlah pesanan di buku antrean yang tersedia di meja. Karena jumlah pembelinya bisa sangat banyak, terutama pada pagi hari, sebaiknya datang sekitar pukul 06.00 WIB agar waktu menunggunya tidak terlalu lama.
4. Wingko dan Bakpia Pak Bambang Wiwid
Wingko dan Bakpia Ngasem Pak Bambang Wiwid merupakan salah satu lapak oleh-oleh yang sudah berjualan di Yogyakarta sejak 1996. Proses pembuatannya masih menggunakan tungku arang. Bakpia dan wingko dipanggang setiap hari sehingga pembeli bisa mendapatkannya dalam kondisi hangat dan segar.
Bakpianya memiliki kulit tipis dengan bagian luar yang renyah saat masih hangat, sementara bagian dalamnya lembut dan berisi kacang hijau cukup padat. Wingkonya juga punya bentuk khas, yaitu kotak dan pipih, bukan bulat tebal seperti yang umum dijumpai. Teksturnya lembut dan kenyal, dengan perpaduan rasa manis dan gurih dari kelapa parut.
Rasa original bakpia tersedia isian kacang hijau, sedangkan wingko hadir dengan rasa kelapa. Ada pula varian seperti keju, cokelat, dan durian, tetapi untuk rasa-rasa tersebut pembeli disarankan melakukan pemesanan sehari sebelumnya karena tidak selalu dibuat setiap hari.
5. Dawet Durian Bu Oshin
Selain berupa makanan, ada pula lapak-lapak yang khusus menyediakan minuman tradisional. Salah satu yang cukup terkenal di Pasar Ngasem, Yogyakarta adalah Es Dawet Bu Oshin, yang sudah berjualan sejak 1960. Di sini, ada es dawet beras dengan tambahan daging durian asli.
Es dawet durian memang menjadi menu andalan di sini. Selain itu, ada pula es dawet nangka, dawet alpukat, dan dawet original tanpa tambahan buah.
6. Wedang Sendang Ayu Mbak Marsuwe
Wedang Sendang Ayu Mbak Marsuwe menyediakan minuman herbal hangat, yang banyak dicari pada pagi hari. Yang paling unik di sini adalah cara penyajiannya. Potongan jeruk nipis ditata di tepi gelas, sementara aneka rempah disusun rapi sehingga tampilannya menyerupai bunga. Setiap pesanan diracik langsung saat dipesan dengan isian jahe bakar yang digeprek, serai, cengkih, kapulaga, kayu manis, kolang-kaling, dan irisan jeruk nipis. Racikan tersebut kemudian diberi air gula batu dan perasan empon-empon.
Selain Wedang Sendang Ayu, Mbak Marsuwe juga menyediakan beberapa minuman hangat lain, seperti Wedang Jahe Sereh, Wedang Serling (Sereh Kelapa Keling), Wedang Ambyar, dan Wedang Empon-empon.
7. Warung Makan Yu Ira
Kalau ingin sarapan berat khas Jawa, ada Warung Makan Yu Ira yang bisa disinggahi. Kuliner Pasar Ngasem satu ini berupa warung prasmanan dengan beragam masakan rumahan, dan sejak pagi sudah ramai pembeli.
Salah satu menu yang paling dicari adalah sate koyor, berupa potongan lemak sapi berukuran tebal yang dibakar di atas arang. Saat masih hangat, koyor memiliki tekstur lembut dan gurih, lalu disajikan dengan kecap manis khas Jawa.
Pilihan lauk dan sayurnya juga cukup beragam. Pembeli bisa mengambil nasi pecel, nasi uduk, gudeg sayur krecek, brongkos, orek tempe, hingga sate ayam kampung berukuran jumbo. Untuk minuman, tersedia beberapa pilihan jamu dan wedang seperti Wedang Sengkuni, Tape Ijo, Kunir Asem, serta Wedang Sereh Jahe yang cocok diminum hangat setelah menyantap hidangan berbumbu dan berlemak.
8. Warung Makan Bu Sirep
Sejarah warung satu ini berawal dari Mbah Sirep yang sudah berjualan di kawasan pasar sejak 1960-an. Pada 2010, usaha tersebut diteruskan sang cucu dalam bentuk warung makan prasmanan dengan menu rumahan khas Jawa.
Konsepnya prasmanan nasi rames campur, sehingga pembeli bisa memilih sendiri lauk dan sayur dari lebih dari 15 pilihan yang tersedia di nampan besar. Beberapa menu yang banyak dicari adalah sayur brongkos serta bubur gudeg krecek. Pilihan lainnya mencakup sayur lodeh, bobor kelor, dan oseng bunga turi.
9. Warung Yu Ngademi
Pilihann menu makanan berat lain juga tersedia di spot kuliner Pasar Ngasem lainnya, yakni Warung Makan Yu Ngademi. Warung ini sudah menyajikan masakan rumahan sejak 1983.
Salah satu menu yang menjadi andalanny6a adalah bubur atau nasi kelor dengan bobor kelor, berupa sayur berkuah santan putih yang encer dengan daun kelor sebagai bahan utama. Rasanya gurih dan ringan, cocok disantap sebagai menu sarapan. Ada pula tumis genjer, dengan tekstur renyah dan bumbu gurih sedikit pedas. Menu ini termasuk yang cepat habis karena cukup banyak dicari pembeli.
Baca juga: Raminten Jogja: Dari Warung Makan Unik ke Kerajaan Bisnis Budaya Jawa
Pasar Ngasem punya banyak pilihan makanan yang bisa mengisi pagi, mulai dari sarapan berat, jajanan tradisional, sampai minuman khas. Keberadaan warung dan penjual yang sudah bertahan selama puluhan tahun juga membuat pilihan kuliner di Pasar Ngasem semakin menarik. Resep lama masih dipertahankan, sementara beberapa menu hadir dengan variasi yang mengikuti selera sekarang.