JNEWS – Ubai Dillah, seorang kurir dari JNE Cilegon punya pengalaman tersendiri ketika mengantarkan paket di bulan puasa ke kawasan Masjid Agung Banten. Suasananya dirasa lebih sejuk dan membuat semangat untuk ibadah serta kerja lebih terpacu.
Masjid Agung Banten merupakan salah satu masjid tertua di Tanah Air. Masjid yang berlokasi di Banten Lama, Kelurahan Banten, Kasemen, Kota Serang, Banten ini adalah salah satu dari sedikit peninggalan yang tersisa dari bekas Kota Kuno Banten. Tercatat pada pertengahan abad 16 kawasan ini sebagai pusat perdagangan yang makmur setelah jatuhnya Kesultanan Demak di Jawa Tengah.
Masjid yang hingga kini berdiri megah, kokoh dan indah ini dibangun pertama kali pada tahun 1556 oleh Sultan Maulana Hasanuddin, sultan pertama dari Kesultanan Banten. Sebagai peninggalan Sultan yang juga seorang ulama terkenal kala itu, Masjid Agung Banten hampir tak pernah sepi oleh para peziarah, sehingga kemudian dijadikan sebagai destinasi wisata religi unggulan nasional.
Sejak lima tahun lalu, Ubai Dillah hampir setiap hari mengantarkan paket ke kawasan masjid dan sekitarnya. “Alhamdulillah, meski terkadang macet karena banyaknya peziarah yang datang dari berbagai daerah, apabila memasuki kawasan masjid rasanya adem dan ingin beribadah. Hati dan pikiran menjadi terasa sejuk,” ujar Ubai kepada JNEWS, Jumat (20/2/2026).
Diungkapkannya, saat mengantar paket dan terdengar azan berkumandang dari Masjid Agung Banten, dirinya selalu menyempatkan diri untuk ikut salat berjamaah. “Ini masjid tertua dan menjadi saksi kejayaan Islam di Banten pada masa lalu. Saya yakin masjid ini banyak karomah-nya, terlebih di bulan Ramadan yang pahalanya berlipat ganda,” ucapnya.
Baca juga: JNE Prediksi Kiriman di Bulan Ramadan Meningkat 30 Persen di Cilegon
Jarak dari gudang tempat Ubai mengambil paket, yakni pergudangan Sultan Business Park di Jl. Raya Jakarta – Serang KM 05, ke kawasan Masjid Agung Banten hanya sekitar 45 menit, sehingga mudah untuk dijangkau.
“Pengurus masjidnya sudah lama menjadi pelanggan JNE. Paket yang sering saya antar berupa dokumen dan juga paket lainnya. Mereka juga sudah kenal dekat dengan saya dan selalu mengapresiasi JNE karena kirimannya yang cepat dan tepat waktu,” jelas Ubai.
Sebagai kurir yang setiap hari berada di lapangan, hati dan pikirannya serasa ada yang mengingatkan bila sudah berada di kawasan Masjid Agung Banten terlebih kala azan berkumandang. “Bulan Ramadan banyak peziarah maupun jamaah yang iktikaf dan tadarus serta ibadah lainnya. Hati terasa damai tenteram kalau sudah masuk ke dalam masjid ini,” tutup Ubai saat dihubungi JNEWS sedang berada di dalam masjid di sela istirahat mengantar paket. *
