JNEWS – Tanjakan Gentong di jalan nasional Bandung – Tasikmalaya, Jawa Barat, dikenal sebagai tanjakan ekstrim. Kondisi tanjakan yang tajam dan berkelok-kelok membuat tanjakan Gentong juga cukup berbahaya, sehingga sering dijuluki sebagai tanjakan tengkorak.
Pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 lalu, kondisi lalu lintas di tanjakan Gentong sangat padat sehingga terjadi kemacetan parah. Puluhan kendaraan pemudik mogok dan menepi karena tak kuat menanjak.
Namanya Irfan Adrian. Ia adalah seorang kurir dari Hub JNE Ciawi, yang berada di bawah operasional JNE Cabang Utama Tasikmalaya yang setiap hari melewati tanjakan tersebut.
“Betul, saat kemacetan parah di momen mudik Lebaran kemarin saya juga lewat tanjakan dan lingkar Gentong itu. Kondisinya macet parah, kendaraan banyak yang mogok mengeluarkan asap. Tetapi, Alhamdulillah mobil blindvan yang saya bawa aman meski terjebak kemacetan,” ujar Irfan mengawali ceritanya kepada JNEWS, Selasa (7/4/2026) siang seraya berkabar bahwa dirinya sedang di balik kemudi di jalan lingkar Gentong, sebelum akhirnya sesaat menepi saat berbincang dengan JNEWS via telepon.
Menurut karyawan yang sudah hampir 5 tahun melewati tanjakan Gentong untuk melakukan delivery paket tersebut, untuk melewati tanjakan Gentong diperlukan kemahiran mengemudi dan harus ekstra hati-hati serta diusahakan jangan berada langsung di belakang truk besar yang penuh muatan.
“Karena banyak kejadian truk yang penuh muatan tak kuat menanjak sehingga akhirnya mundur seketika. Kondisi ini bisa membahayakan kendaraan yang ada di belakangnya. Saya bersyukur, selama ini sih saya aman, tidak pernah mengalami kejadian buruk. Kuncinya kendaraan harus dipastikan laik jalan, ekstra hati-hati dan tentunya sebelum berangkat berdoa supaya diberi keselamatan,” jelasnya.
Ia sendiri beberapa waktu lalu pernah menyaksikan secara langsung sebuah truk trailer dengan muatan berat tak kuat menanjak dan mundur kembali yang kemudian menimpa kendaraan yang ada di belakangnya.
Sebagai driver yang hampir setiap hari melewati tanjakan Gentong, Irfan sudah mengetahui kapan tanjakan tersebut macet dan lancar dilewati kendaraan. Hal itu sangat penting diketahui karena bila terjebak macet, paket kiriman akan terlambat sampai ke para pelanggan.
Baca juga: Ikut Merintis JNE di Bandung, Potret 30 Tahun Perjalanan Karier Satriadi
“Biasanya macet saat sore hari karena banyak truk besar menuju Bandung dan kota-kota lainnya yang berjalan pelan. Untuk itu saya berangkat di pagi atau siang hari. Banyak paket dengan destinasi seperti ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap Karaha Bodas ataupun perlengkapan dapur MBG yang cukup berat yang saya bawa,” tambahnya.
Dari JNE Hub Ciawi menuju tanjakan Gentong butuh waktu sekitar 40 menit. Namun bila kondisi macet parah seperti pada arus mudik dan balik Lebaran kemarin butuh waktu berjam-jam. Tanjakan Gentong juga dikelilingi pemandangan indah nan asri yang bisa memanjakan mata. Begitu juga udaranya segar.
Meski setiap hari melawati tanjakan ekstrim atau tanjakan tengkorak, Irfan mengaku bangga sudah menjadi bagian dari keluarga besar JNE yang setiap hari mengantarkan kebahagiaan kepada para pelanggan setia. *
