JNEWS – Industri kreatif Tanah Air khususnya di bidang animasi kembali menghadirkan karya anak bangsa lewat film animasi ‘Foufo’. Film Foufo garapan SKAK Studios dan SinemArt ini mengangkat budaya, talenta dan potensi daerah khususnya dari Madura.
Atas hadirnya film animasi besutan talenta animator lokal Indonesia tersebut mendapat support dan apresiasi dari Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya.
“Kami mengapresiasi upaya SKAK Studios dan SinemArt yang menghadirkan film dengan mengangkat kearifan lokal Madura. Hari ini kita melihat komitmen terwujudnya sebuah karya yang siap dinikmati masyarakat. Ini membuktikan bahwa cerita dari daerah mampu menjadi tontonan yang menarik sekaligus memiliki potensi ekonomi,” ujar Menteri Ekraf saat menghadiri gala premiere film Foufo di Epicentrum XXI, Jakarta, belum lama ini.
Dukungan Kementerian Ekraf diberikan sejak tahap pengembangan film melalui rangkaian audiensi. Dalam proses tersebut, kedua pihak membahas peluang kolaborasi strategis, mulai dari penguatan Intellectual Property (IP), fasilitasi kolaborasi strategis lintas sektor, hingga perluasan awareness terhadap film melalui berbagai kesempatan. Produksi film ini melibatkan sekitar 90 persen talenta lokal, serta 120 animator dari Hompimpa Animworks Surabaya untuk pengembangan karakter Foufo.
Menteri Ekraf menegaskan bahwa Foufo menjadi bukti nyata bahwa budaya dapat menjadi fondasi produk ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Keberanian mengangkat bahasa daerah, memberikan ruang bagi talenta baru, serta pengembangan IP merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Baca juga: JNE Magelang dan UMKM Lokal, Kompak Majukan Ekonomi Kreatif
Sementara itu, sutradara Foufo sekaligus Founder SKAK Studios, Bayu Skak, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Ekraf yang telah membantu membuka jejaring hingga fasilitasi produksi di daerah. “Visi Kementerian Ekraf membangun ekonomi kreatif dari daerah sangat selaras dengan apa yang kami lakukan melalui Foufo. Kami ingin membuktikan bahwa talenta di daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berkembang di industri perfilman Indonesia,” ungkapnya. *












