JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Menjelajahi Lubang Buaya, Destinasi Wisata Sejarah di Jakarta

by Penulis JNEWS
30 September 2026
Menjelajahi Lubang Buaya, Destinasi Wisata Sejarah di Jakarta

Sumber: Wikipedia/Si Gam

Share on FacebookShare on Twitter

Lubang Buaya di Jakarta Timur punya kaitan sangat erat dengan sejarah Indonesia. Kawasan ini berada di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, dan dikenal luas karena keberadaan Kompleks Monumen Pancasila Sakti. Nama kawasan ini sudah ada jauh sebelum peristiwa sejarah 1965 dan memiliki beberapa cerita mengenai asal-usulnya.

Kini, kawasan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata sejarah di Jakarta. Pengunjung bisa melihat sejumlah tempat yang berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965, termasuk Sumur Lubang Buaya, Monumen Pancasila Sakti, museum, serta beberapa bangunan yang menjadi bagian dari kompleks sejarah tersebut. Lokasinya berada di Jalan Raya Pondok Gede, Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Jejak Sejarah Lubang Buaya

Menjelajahi Lubang Buaya, Destinasi Wisata Sejarah di Jakarta
Sumber: Wikipedia/Chris Woodrich

Nama Lubang Buaya sudah digunakan untuk menyebut kawasan tersebut sebelum peristiwa G30S 1965. Salah satu penjelasan yang berkembang berkaitan dengan kondisi lingkungan di sekitar Kali Sunter. Pada masa lalu, wilayah di sekitar sungai masih berupa kawasan yang relatif alami dan konon menjadi habitat buaya.

Ada pula cerita rakyat mengenai asal-usul nama kawasan ini. Salah satu versi menyebut seorang ulama bernama Datok Banjir atau Mbah Datuk Banjir yang pernah melakukan perjalanan menggunakan getek di Kali Sunter. Dalam perjalanan tersebut, getek yang dinaikinya dikisahkan masuk atau tersedot ke sebuah lubang di sungai.

Cerita tersebut kemudian berkembang dengan kisah tentang buaya putih yang dipercaya menghuni kawasan Kali Sunter. Dalam versi lain, Datok Banjir disebut menghadapi sosok buaya putih yang dianggap sebagai makhluk gaib.

Kisah Datok Banjir dan buaya putih tersebut masuk dalam kategori legenda atau cerita rakyat. Tidak ada bukti sejarah yang cukup untuk menempatkannya sebagai fakta mengenai asal-usul nama kawasan. Karena itu, cerita tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari tradisi lisan masyarakat setempat.

Selain cerita rakyat, terdapat penjelasan yang lebih berkaitan dengan kondisi geografis masa lalu. Nama Lubang Buaya dikaitkan dengan keberadaan buaya dan lubang-lubang tempat hewan tersebut bersembunyi di sekitar sungai. Cerita mengenai lingkungan Kali Sunter kemudian terus diwariskan ketika kawasan tersebut berkembang menjadi permukiman.

Sejarah kawasan ini kemudian memasuki babak penting pada 1965. Pada akhir September tahun tersebut, terjadi Gerakan 30 September yang melibatkan penculikan sejumlah perwira Angkatan Darat. Rangkaian peristiwa itu berlangsung di tengah situasi politik Indonesia yang sedang mengalami ketegangan.

Kawasan Lubang Buaya menjadi salah satu lokasi penting dalam rangkaian peristiwa tersebut. Pada awal Oktober 1965, jenazah tujuh perwira Angkatan Darat yang menjadi korban penculikan ditemukan di sebuah sumur di kawasan tersebut. Sumur itu kemudian dikenal sebagai Sumur Lubang Buaya.

Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah politik Indonesia. Setelah kejadian 1965, terjadi perubahan besar dalam kehidupan politik dan pemerintahan Indonesia. Periode tersebut kemudian mengarah pada berakhirnya kekuasaan Presiden Soekarno dan lahirnya Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto.

Untuk mengenang peristiwa tersebut, kawasan Lubang Buaya kemudian dikembangkan menjadi kompleks memorial. Monumen Pancasila Sakti dibangun sebagai tempat untuk mengenang tujuh Pahlawan Revolusi yang menjadi korban dalam rangkaian peristiwa G30S.

Kompleks tersebut kini menjadi tempat bersejarah yang menyimpan berbagai benda, bangunan, dan lokasi yang berkaitan dengan peristiwa 1965. Kawasannya juga digunakan dalam kegiatan peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober.

Baca juga: Museum Taman Prasasti: Jejak Sejarah di Tengah Kota Jakarta

Lubang Buaya di Masa Kini

Menjelajahi Lubang Buaya, Destinasi Wisata Sejarah di Jakarta
Sumber: Wikipedia/Si Gam

Saat ini, Lubang Buaya menjadi kawasan wisata sejarah yang memiliki beberapa lokasi untuk dikunjungi dalam satu kompleks. Area utamanya berada di Kompleks Monumen Pancasila Sakti, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur. Berikut sejumlah tempat yang bisa ditemukan di sana.

1. Monumen Pancasila Sakti

Monumen Pancasila Sakti menjadi bangunan utama di kawasan wisata sejarah ini. Monumen tersebut dibuat untuk mengenang tujuh Pahlawan Revolusi yang menjadi korban dalam peristiwa G30S 1965.

Bagian utama monumen menampilkan patung para Pahlawan Revolusi bersama simbol Garuda Pancasila. Relief di area monumen juga menggambarkan sejumlah peristiwa dalam sejarah Indonesia yang berkaitan dengan Pancasila dan peristiwa 1965.

2. Sumur Lubang Buaya

Sumur ini menjadi lokasi yang paling kuat kaitannya dengan sejarah kawasan. Kini, lokasi sumur dipertahankan sebagai situs sejarah. Area di sekelilingnya ditata sebagai bagian dari kompleks memorial sehingga pengunjung bisa melihat langsung lokasi yang menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peristiwa 1965.

3. Museum Pengkhianatan PKI

Museum Pengkhianatan PKI menyajikan koleksi dan informasi mengenai sejarah Partai Komunis Indonesia serta sejumlah peristiwa yang berkaitan dengan konflik politik dan pemberontakan yang terjadi di Indonesia.

Materi di dalam museum disusun dalam bentuk diorama, foto, dokumen, serta keterangan sejarah. Museum ini menjadi salah satu bagian utama dalam narasi sejarah yang disampaikan oleh kompleks Monumen Pancasila Sakti.

4. Rumah Penyiksaan

Rumah Penyiksaan menjadi salah satu bangunan yang dipertahankan di dalam kompleks. Tempat ini berkaitan dengan narasi mengenai penculikan dan penyiksaan para perwira sebelum jenazah mereka dimasukkan ke dalam sumur.

Bagian dalam bangunan dilengkapi diorama yang menggambarkan situasi berdasarkan narasi sejarah yang digunakan dalam kompleks Monumen Pancasila Sakti.

5. Museum Paseban

Museum Paseban merupakan salah satu ruang pamer dengan koleksi yang menggambarkan sejarah peristiwa G30S dan perkembangan situasi politik Indonesia pada masa itu. Pengunjung bisa melihat berbagai dokumentasi dan materi visual yang disiapkan untuk mendukung informasi sejarah yang tersedia di kompleks.

6. Pos Komando

Pos Komando juga menjadi bagian dari kawasan memorial. Bangunan ini berkaitan dengan aktivitas kelompok yang terlibat dalam rangkaian peristiwa G30S di kawasan tersebut. Bangunan dipertahankan sebagai salah satu situs sejarah sehingga pengunjung dapat melihat bentuk fisiknya ketika mengelilingi kompleks.

7. Koleksi Kendaraan

Beberapa kendaraan yang berkaitan dengan peristiwa 1965 juga dipamerkan di kawasan Monumen Pancasila Sakti. Keberadaan kendaraan, diorama, dokumen, dan bangunan asli membuat kunjungan ke kompleks tidak hanya berpusat pada monumen. Ada cukup banyak materi yang bisa dilihat untuk memahami konteks sejarah kawasan.

8. Ruang Teater

Kompleks Monumen Pancasila Sakti juga memiliki ruang teater untuk penyajian materi audiovisual. Fasilitas ini melengkapi museum dan area pamer yang sudah tersedia. Materi audiovisual dapat membantu pengunjung mendapatkan gambaran mengenai rangkaian peristiwa yang menjadi latar berdirinya kompleks memorial tersebut.

Baca juga: Mengenal Rumah Bung Karno di Bengkulu, Saksi Jejak Perjuangan Sang Proklamator

Lubang Buaya menyimpan sejarah yang jauh lebih panjang daripada peristiwa 1965. Saat ini, Monumen Pancasila Sakti, Sumur Lubang Buaya, museum, rumah penyiksaan, pos komando, dan berbagai koleksi sejarah membuat kawasan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata sejarah di Jakarta yang menarik untuk dikunjungi.

Post Views: 31
Tags: 1 Oktober 196530 September 1965G30S 1965Gerakan 30 SeptemberHari Kesaktian PancasilaMonumen Pancasila SaktiPahlawan Revolusisejarah lubang buayawisata sejarah
Share188Tweet117
Next Post
Tempat Wisata di Brussel yang Menarik untuk Dijelajahi

8 Rekomendasi Tempat Wisata di Brussel yang Menarik untuk Dijelajahi

TERKINI

kepala cabang JNE di Denpasar

Tekad I Made Singgih Besarkan JNE di Pulau Dewata

30 September 2026
Tempat Wisata di Brussel yang Menarik untuk Dijelajahi

8 Rekomendasi Tempat Wisata di Brussel yang Menarik untuk Dijelajahi

30 September 2026
Menjelajahi Lubang Buaya, Destinasi Wisata Sejarah di Jakarta

Menjelajahi Lubang Buaya, Destinasi Wisata Sejarah di Jakarta

30 September 2026
Urutan Pengiriman JNE: Mengenal Proses Paket dari Pengirim hingga Tujuan

Urutan Pengiriman JNE: Mengenal Proses Paket dari Pengirim hingga Tujuan

30 September 2026
pasar klithikan pakuncen

Menggapai Asa Baru di Pasar Klithikan Pakuncen Yogyakarta

29 September 2026
jne x snada indonesia

Dukung Musik Nasional, JNE Jadi Official Logistics Partner Konser SNADA Indonesia 2026

29 September 2026

POPULER

Cara Menghadapi Overthinking dan Berhenti Terjebak dalam Pikiran Sendiri

Cara Menghadapi Overthinking dan Berhenti Terjebak dalam Pikiran Sendiri

by Penulis JNEWS
3 September 2026

Gunung Rinjani: Keindahan Alam dan Fakta Menarik tentang Gunung Ikonik di Lombok

Gunung Rinjani: Keindahan Alam dan Fakta Menarik tentang Gunung Ikonik di Lombok

by Penulis JNEWS
10 September 2026

Kuliner Pasar Ngasem yang Menggoda Selera, Wajib Masuk Wishlist

9 Kuliner Pasar Ngasem yang Menggoda Selera, Wajib Masuk Wishlist

by Penulis JNEWS
15 September 2026

Langkah Cara Hidup Hemat Tanpa Merasa Kekurangan

6 Langkah Cara Hidup Hemat Tanpa Merasa Kekurangan

by Penulis JNEWS
9 September 2026

Candi Brahu di Mojokerto, Menelusuri Jejak Sejarah Majapahit di Trowulan

Candi Brahu di Mojokerto, Menelusuri Jejak Sejarah Majapahit di Trowulan

by Penulis JNEWS
7 September 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1

©2020 - Your Trusted Logistic Portal