JNEWS – Kue basah tradisional sudah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat, baik sebagai teman minum teh, suguhan acara keluarga, maupun jajanan pasar yang mudah ditemukan. Dari generasi ke generasi, macam-macam kue basah tetap hadir dengan rasa dan bentuk yang akrab, meski zaman terus berubah.
Hingga saat ini, kue-kue ini terasa dekat dan mudah diterima oleh siapa saja. Kue basah tradisional masih punya tempat tersendiri di tengah banyaknya pilihan camilan modern.
Macam-Macam Kue Basah yang Masih Banyak Penggemarnya
Di balik tampilannya yang sederhana, setiap kue basah menyimpan cerita tentang kebiasaan dan selera lokal yang terbentuk dari waktu ke waktu. Ada yang dibuat dari singkong, ketan, atau tepung beras, ada pula yang mengandalkan santan dan gula merah sebagai penentu rasa.
Meski variasi macam-macam kue basah tradisional ini beragam, semuanya mudah dinikmati dan tidak terasa asing. Inilah yang membuat kue basah tradisional tetap bertahan dan terus dicari, bahkan oleh generasi yang tumbuh dengan jajanan kekinian.
Berikut macam-macam kue basah tradisional yang masih banyak dijumpai hingga sekarang dan tetap punya penggemar setia.
1. Amparan Tatak
Amparan tatak dikenal sebagai kue basah khas Kalimantan Selatan yang teksturnya lembut dan sedikit kenyal. Terbuat dari campuran tepung beras dan santan, lalu diberi topping pisang di bagian atas. Rasanya manis ringan dengan aroma santan yang cukup kuat.

2. Kue Ape
Kue ape punya ciri khas bentuknya yang melebar di pinggir dan tebal di tengah. Bagian pinggirnya cenderung kering dan renyah, sementara bagian tengahnya lembut. Rasanya manis, dan sekarang sering dikreasikan dengan topping modern.
Baca juga: Kue Ape: Warisan Kuliner Betawi yang Tak Lekang oleh Waktu
3. Kue Apem
Kue apem termasuk salah satu contoh dari macam-macam kue basah yang masih sering dijumpai hingga sekarang. Teksturnya empuk dan sedikit berpori karena proses fermentasi, dengan rasa manis yang tidak berlebihan serta aroma santan yang lembut. Kue ini kerap disajikan dalam acara adat atau selamatan terutama di Pulau Jawa.
4. Arem-Arem
Arem-arem adalah camilan berbahan nasi yang dimasak hingga pulen lalu dibungkus daun pisang. Isinya biasanya tumisan sayur atau ayam yang gurih. Bentuknya kecil tapi cukup mengenyangkan.
5. Bakpia
Bakpia adalah kue tradisional khas Jogja, berbentuk bulat pipih dengan kulit tipis dan isian lembut. Isian klasiknya kacang hijau, meski sekarang banyak varian rasa lain. Teksturnya bisa kering atau agak lembap tergantung jenisnya.
6. Bika Ambon
Bika ambon dikenal dari teksturnya yang berongga dan berserat. Proses fermentasinya membuat kue ini punya aroma khas. Rasanya manis legit, apalagi jika dimakan dalam kondisi segar.
7. Kue Bingka
Kue bingka termasuk salah satu dari macam-macam kue basah tradisional khas Kalimantan Selatan, yang dikenal dengan teksturnya yang padat namun tetap lembut saat digigit. Kandungan telur dan santannya cukup dominan sehingga rasanya gurih-manis dan terasa lebih kaya.
8. Bolu Kukus
Bolu kukus terkenal dengan tampilannya yang mekar di bagian atas. Teksturnya ringan dan empuk karena dimasak dengan uap. Rasanya sederhana dan cocok untuk berbagai suasana.
9. Combro
Combro dibuat dari parutan singkong yang digoreng hingga bagian luarnya renyah. Di dalamnya terdapat isian oncom khas Jawa Barat yang gurih dan sering kali pedas. Cocok dimakan hangat sebagai camilan sore.
10. Kue Cucur
Kue cucur memiliki bagian tengah yang tebal dan lembek, dengan pinggiran yang tipis dan berserat. Terbuat dari tepung beras dan gula merah. Rasanya manis dan agak lengket di mulut.
11. Carabikang
Carabikang dikenal dari bentuknya yang merekah seperti bunga, hasil dari adonan yang mengembang saat dimasak. Teksturnya lembut dan sedikit kenyal, dengan rasa manis yang ringan. Kue ini termasuk dalam macam-macam kue basah yang sering ditemui di pasar tradisional dan acara keluarga.
12. Kue Cubit
Kue cubit dimasak di cetakan kecil dengan waktu singkat. Teksturnya bisa disesuaikan, dari matang sempurna sampai setengah matang. Rasanya manis dan mudah dipadukan dengan berbagai topping.
13. Dadar Gulung
Dadar gulung terdiri dari kulit tipis berwarna hijau dengan isian kelapa parut dan gula merah. Kulitnya lembut dan tidak mudah sobek. Perpaduan rasa manis dan aroma pandan terasa seimbang.
14. Dodol
Dodol punya tekstur kenyal dan lengket yang khas. Dibuat melalui proses memasak lama dengan santan dan gula. Rasanya manis pekat dan cukup tahan lama disimpan.
15. Gemblong
Gemblong terbuat dari ketan yang digoreng lalu dilapisi gula merah cair. Bagian luarnya lengket, sementara bagian dalamnya kenyal. Rasanya manis, dengan aroma gula merah yang harum.
16. Getuk
Getuk berasal dari singkong yang direbus lalu dihaluskan. Biasanya diberi pewarna dan disajikan dengan kelapa parut. Getuk lindri adalah salah satu macam-macam kue basah asli Magelang. Sementara di daerah lain di Pulau Jawa juga ada jenis getuk lainnya yang tak kalah lezatnya.
17. Jalangkote
Jalangkote mirip pastel, tetapi kulitnya lebih tipis. Isinya beragam, mulai dari bihun, sayur, hingga telur. Biasanya dimakan bersama saus cuka yang asam pedas.
18. Lapis Legit
Lapis legit merupakan kue berlapis dengan rasa mentega yang kuat. Teksturnya padat dan lembut sekaligus. Proses pembuatannya cukup rumit karena dipanggang lapis demi lapis.
19. Kue Lapis
Kue lapis memiliki lapisan warna-warni yang mencolok. Teksturnya kenyal dan licin saat dimakan. Rasanya manis ringan dan sering dipotong tipis.
20. Lemper
Lemper dibuat dari ketan pulen yang diisi ayam suwir berbumbu. Dibungkus daun pisang sehingga aromanya khas. Rasanya gurih dan cukup mengenyangkan.
21. Lepet
Lepet dibuat dari ketan dan kacang tanah yang dimasak bersama santan hingga matang merata. Dibungkus dengan janur, tampilannya jadi khas dan mudah dikenali. Dalam ragam macam-macam kue basah tradisional, lepet dikenal dengan teksturnya yang padat serta rasa gurih yang cukup kuat.
22. Lumpia
Lumpia memiliki kulit tipis dengan isian rebung dan daging. Bisa disajikan goreng atau basah. Lumpia paling terkenal adalah yang asli Semarang, Jawa Tengah.
23. Kue Lumpur
Kue lumpur bertekstur sangat lembut dan agak basah. Bahan utamanya kentang, santan, dan telur. Rasanya manis gurih dan biasanya diberi topping sederhana, seperti kismis atau keju parut.
24. Lupis
Lupis dibuat dari ketan yang direbus lalu dipotong-potong, lalu disajikan dengan kelapa parut dan siraman gula merah cair. Teksturnya kenyal dan rasanya manis gurih.
25. Kue Mangkok
Kue mangkok mirip bolu kukus, bedanya kue mangkok dibuat dari adonan tepung beras yang difermentasi sehingga bisa mengembang dan mekar di bagian atas. Teksturnya empuk dan ringan saat dimakan.
26. Misro
Misro berasal dari singkong parut yang diisi gula merah, dengan nama yang diambil dari istilah amis di jero atau manis di dalam. Kue ini digoreng hingga bagian luarnya terasa renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan manis. Di antara macam-macam kue basah tradisional, misro dikenal lewat kontras tekstur dan rasa yang langsung terasa saat digigit.
27. Nagasari
Nagasari berisi potongan pisang yang dibungkus adonan santan dan tepung. Teksturnya lembut dan sedikit creamy. Biasanya dibungkus daun pisang.
28. Odading
Odading adalah roti goreng dengan bagian dalam empuk. Permukaannya agak kering dan berwarna cokelat keemasan. Rasanya manis dan cukup mengenyangkan.
29. Onde-Onde
Onde-onde berbentuk bulat dan dilapisi wijen. Isinya kacang hijau yang lembut. Saat digoreng, bagian luarnya renyah dan aromanya khas.
30. Panada
Panada adalah salah satu dari macam-macam kue basah khas Manado. Bentuknya mirip pastel, tetapi adonannya lebih menyerupai roti. Isinya ikan berbumbu yang gurih dan pedas. Teksturnya lembut dan mengenyangkan.
31. Kue Pukis
Kue pukis berbentuk setengah lingkaran dan dimasak di cetakan khusus. Teksturnya empuk dengan rasa manis. Biasanya diberi topping sederhana.
32. Kue Pancong
Pancong bentuknya mirip pukis, tapi dibuat dari tepung beras dan kelapa parut. Bagian bawahnya renyah, sedangkan bagian dalamnya lembut. Rasanya gurih dengan sentuhan manis.
33. Putu
Putu dimasak dengan cara dikukus dalam cetakan bambu. Isinya gula merah yang meleleh saat panas. Disajikan dengan kelapa parut yang gurih.
34. Putu Ayu
Putu ayu memiliki warna hijau dengan topping kelapa parut di atasnya. Teksturnya lembut dan ringan. Rasanya manis lembut dengan aroma pandan.
35. Klepon
Klepon berbentuk bulat kecil dengan warna hijau khas dari daun pandan atau suji. Di dalamnya tersimpan gula merah cair yang langsung lumer saat digigit. Kue ini termasuk jajanan yang hampir selalu muncul ketika orang membicarakan macam-macam kue basah tradisional karena memang sepopuler itu di seluruh Indonesia.
36. Semar Mendem
Semar mendem menggunakan ketan sebagai lapisan luar dan ayam sebagai isi. Dibungkus dadar tipis lalu daun pisang. Rasanya gurih dan teksturnya lembut.
37. Serabi
Serabi dimasak di wajan kecil dan berbentuk bundar. Teksturnya lembut dengan pinggir agak kering. Bisa disajikan polos atau dengan kuah manis.
38. Kue Talam
Kue talam terdiri dari dua lapisan dengan warna berbeda. Teksturnya lembut dan sedikit kenyal. Rasanya manis dengan sentuhan gurih dari santan.
39. Wajik
Wajik terbuat dari ketan, gula merah, dan santan. Teksturnya lengket dan padat. Rasanya manis legit dan cukup mengenyangkan.
40. Wingko
Wingko berbahan kelapa parut dan tepung ketan. Teksturnya padat dengan rasa gurih-manis. Biasanya dipanggang hingga bagian luarnya sedikit kering.
Baca juga: 10 Kuliner Khas Suku Sasak: Nikmati Lezatnya Hidangan Tradisional Lombok
Macam-macam kue basah tradisional yang masih bertahan hingga kini menunjukkan bahwa selera sederhana tetap punya tempat di tengah perubahan zaman. Bahan yang mudah ditemukan, cara pembuatan yang relatif tidak rumit, serta rasa yang akrab di lidah membuat kue-kue ini terus dicari dan dinikmati.