JNEWS – Setelah tiang-tiang beton monerel yang terbengkalai lama dicopot, kawasan sepanjang Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan kini ditata ulang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan penataan kawasan strategis tersebut baru-baru ini. Proyek penataan ini mengubah kawasan yang dulunya masih terdapat tiang-tiang monorel yang mangkrak, menjadi sebuah ikon baru yang lebih rapi dan sedap dipandang.
Dalam peresmian tersebut, juga menandai diaktifkannya kembali Car Free Day (CFD) setiap akhir pecan di Jl. Rasuna Said. Dalam acara juga diresmikan penamaan Halte Gedung KPK menjadi Halte Setiabudi Integritas.
Gubernur Pramono berharap penataan kawasan ini sekaligus mencerminkan semangat Jakarta sebagai kota metropolitan dan global kebanggaan Indonesia. Bekas 109 tiang monorel yang telah dibongkar, kini dirapikan serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas. “Saya yakin jalan ini akan menjadi landmark baru bagi Jakarta, karena semua orang melihat sekarang jauh menjadi lebih tertata dan lebih rapi,” ungkapnya.
Selain menata kawasan tersebut, Pramono juga menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air untuk membersihkan aliran Kali Cideng yang berada di sepanjang Jl HR Rasuna Said. Sementara terkait hak penamaan Halte Setiabudi Integritas, Pramono menjelaskan bahwa pembangunannya tidak menggunakan dana APBD, melainkan dari pembiayaan kreatif atau creative financing.
Penamaan halte ini merupakan wujud komitmen kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan KPK. “Pembiayaannya sepenuhnya dari naming right dan juga iklan yang ada. Sehingga inilah sebagai cara bagaimana Jakarta membangun kotanya, tidak semata-mata bergantung pada APBD tetapi kita berikan kesempatan naming right untuk itu,” terang Pramono.
Baca juga: 10 Fakta Menarik Kota Jakarta yang Perlu Diketahui di Hari Jadinya
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo menjelaskan, proses pembongkaran 109 tiang monorel telah diselesaikan dalam waktu satu bulan. Sebelum dilakukan penataan, Jl HR Rasuna Said terbagi menjadi dua jalur, yakni jalur cepat dan jalur lambat.
Setelah dilakukan penataan, kondisi jalan menjadi lebih luas dan rata, sekaligus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kemudahan akses masyarakat, termasuk pedestrian. “Trotoar yang kami bangun sudah komplit semua, baik jalan dan trotoarnya sudah ada bangku juga kami siapkan di sini. Jadi kalau yang mau berjalan sudah mau istirahat ada di bangku ini, kemudian utilitas juga sudah kami pindahkan,” tandas Heru Suwondo. *
