JNEWS – Wilayah Indonesia bagian timur, khususnya Sulampapua (Sulawesi, Ambon dan Papua) dikenal kaya dengan berbagai potensi ekonomi, terutama dari sumber daya alam (SDA). Jelas ini menjadi peluang besar bagi JNE untuk memaksimalkan sektor pengiriman sesuai dengan kebutuhan customer di wilayah tersebut.
Sejumlah provinsi di kawasan timur Indonesia kini mengalami petumbuhan ekonomi yang cukup pesat. Seperti misalnya Maluku Utara yang menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi secara nasional dengan angka fantastis mencapai 19,64%. Lonjakan tersebut didorong ekspansi sektor industri pengolahan dan hilirisasi tambang yang terus berkembang pesat.
Tumbuhnya perekonomian di kawasan timur Indonesia ini, membawa optimisme bagi JNE Regional Sulampapua. Menurut Head Regional JNE Sulampapua, Andrey Laogi, potensi di wilayah Sulampapua masih sangat besar, yang penuh dengan keanekaragaman dan kekayaan hasil alam sehingga JNE bisa memaksimalkan pengiriman dengan menyesuaikan kebutuhan dari para customer.
“Beberapa produk yang dapat menjadi solusi adalah pengiriman CTC, intercity, intraregional. Sebagian wilayah yang juga menjadi penghasil tambang terbesar tentunya potensi pengiriman hasil tambang juga menjadi sektor yang dapat digarap dengan lebih maksimal lagi ke depannya,” ujar Andrey saat berbincang dengan JNEWS, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, potensi yang bisa digarap oleh JNE antara lain pengiriman alat berat, material proyek, sparepart, dokumen, barang hilirisasi dari smelter ke pelabuhan dan juga yang lainnya.
Sementara potensi UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat, masing-masing wilayah di regionalnya mempunyai industri kreatif dengan produk yang sangat khas yang tidak ada di tempat lain.
Produk-produk tersebut di antaranya berbahan dasar kayu, anyaman bambu dan rotan serta makanan olahan. “Dalam hal ini pelaku UMKM bisa memanfaatkan penjualan via e-commerce dan juga soscom. Untuk distribusi produknya bisa mengandalkan pengiriman lewat JNE,” terang Andrey.
Terkait layanan JNE sendiri selama ini yang banyak dipilih oleh customer didominasi kiriman CTC, Reguler dan kargo logistik atau JTR guna mendukung bisnis dan usaha mereka, baik itu dari pengiriman personal maupun corporate.
Baca juga: Geliat E-Commerce Dongkrak Jasa Ekspedisi, JNE Jadi Jembatan Produk Unggulan NTB ke Pasar Nasional
“Setahun terakhir hampir semua cabang di Sulampapua mengalami pertumbuhan. Cabang Utama JNE Gorontalo memperlihatkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Begitu pula dengan Cabang Utama Ambon, Kendari dan Cabang Utama Timika di Papua,” jelasnya.
Pada tahun ini sedang digarap juga koneksi pulau Sulawesi dengan Kalimantan untuk meningkatkan kiriman Cargo JTR yang akan dikemas dengan harga yang menarik bagi para customer. “Kami terus membuat program atau terobosan agar JNE Region Sulampapua terus tumbuh dan bisa menggapai target yang terlah ditentukan oleh manajemen JNE Pusat,” pungkas Andrey.
Seperti diketahui JNE Regional Sulampapua, saat ini membawahi 12 kantor cabang utama, yang terdiri Kantor Cabang Utama JNE Makasar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Jayapura, Ambon, Ternate, Sorong, Timika, Merauke dan Kantor Cabang Utama JNE Manokwari. Selain itu juga didukung 141 cabang di zona B dan 281 mitra agen penjualan. *











