Mentan Dorong Pengusaha Muda Geluti Sektor Pertanian dan Perkebunan

sektor pertanian dan perkebunan punya potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut

Perkebunan kopi salah satu komoditas yang banyak dicari. (Foto: Istimewa)

JNEWS – Saat ini banyak anak muda yang mulai menjajal peruntungan di bidang pertanian dan perkebunan. Terlebih, dengan era digital dan medsos, para pelaku usaha termasuk di bidang pertanian dan perkebunan sekarang lebih mudah menjual produknya ke seluruh Tanah Air bahkan bisa menjual ke pasar ekspor. Hal tersebut disambut gembira oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Untuk itu ia pun memberi arahan dan tips agar para petani muda tersebut bisa meraih kesuksesan. Apalagi, sektor pertanian dan perkebunan memiliki potensi yang sangat menjanjikan.

Menteri Amran menegaskan bahwa keberanian menghadapi risiko dan kegagalan merupakan fondasi utama bagi para pengusaha. Menurutnya, tidak ada pengusaha termasuk konglomerat yang lahir tanpa melewati proses jatuh bangun. Karena itu, generasi muda yang ingin sukses di dunia usaha, khususnya sektor pertanian dan perkebunan, harus berani mengambil risiko dan pantang menyerah.

Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Pengusaha Tani Indonesia (PTI) di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Di hadapan para pengusaha muda dan mahasiswa, Mentan Amran mengungkapkan bahwa kerugian bukanlah akhir dari sebuah usaha, melainkan proses pembelajaran yang membentuk karakter seorang entrepreneur.

Menurutnya, pengalaman menghadapi kegagalan justru menjadi bekal paling berharga yang tidak akan diperoleh di bangku kuliah. Mereka yang takut rugi akan sulit berkembang karena enggan mengambil peluang dan tantangan. “Rugi itu adalah guru terbaik menuju sukses. Orang yang takut rugi tidak akan pernah menjadi pengusaha besar. Asal ada manusia takut rugi, tidak usah jadi pengusaha,” ujarnya.

Baca juga: Rangkul Petani Lokal, JNE Jember Fokus Tingkatkan Mutu Layanan dan Jaringan

Ia juga meluruskan anggapan bahwa sektor pertanian kurang menarik bagi generasi muda. Ia menunjukkan bahwa sebagian besar pengusaha besar di Indonesia justru membangun bisnis dari sektor berbasis pertanian, mulai dari pangan, perkebunan hingga industri pengolahan hasil pertanian. Saat ini kedua sektor ini masih sangat potensial dan menjanjikan.

“Masalahnya bukan di sektor pertaniannya, tetapi pada mindset kita. Hampir 80 persen konglomerat Indonesia bergerak di sektor berbasis pertanian. Artinya, pertanian adalah sektor yang menjanjikan jika dikelola dengan kerja keras, inovasi, dan keberanian mengambil risiko,” katanya.

Karena itu, Mentan Amran mendorong Pengusaha Tani Indonesia menjadi organisasi yang mampu melahirkan pengusaha-pengusaha muda tangguh sekaligus menjadi contoh keberhasilan usaha pertanian modern di setiap daerah.

Ia mengajak seluruh anggota PTI memanfaatkan setiap jengkal lahan produktif, membangun kawasan percontohan berbasis teknologi, serta menjadi motor penggerak pemberdayaan petani dan generasi muda di wilayah masing-masing.

“Bangunkan lahan tidur dan hidupkan pemuda. Jadilah teladan. Kalau pertanian dikelola secara modern dan profesional, saya yakin akan lahir semakin banyak pengusaha besar dari sektor pertanian Indonesia,” pungkas Mentan Amran. *

Exit mobile version