JNEWS – Oleh-oleh khas Filipina identik dengan makanan dan juga beragam kerajinan tangan yang menjadi bagian dari budaya setempat. Banyak wisatawan yang suka membawa pulang suvenir jenis ini karena lebih awet, tampil unik, dan memiliki nilai seni yang tinggi.
Beberapa di antaranya bahkan masih dibuat secara tradisional oleh perajin lokal, sehingga cocok dijadikan kenang-kenangan sekaligus hadiah setelah berlibur di Filipina.
Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Filipina

Liburan ke Filipina rasanya belum lengkap kalau belum berburu oleh-oleh. Pilihannya juga jauh lebih beragam. Supaya tidak bingung saat berbelanja, berikut beberapa oleh-oleh khas Filipina yang paling populer dan mudah ditemukan.
1. Dried Mangoes (Mangga Kering)
Mangga kering menjadi oleh-oleh khas Filipina yang paling banyak diburu wisatawan. Camilan ini dibuat dari mangga Carabao, varietas lokal yang terkenal karena daging buahnya tebal, manis, berair, dan hampir tidak memiliki serat.
Di antara banyak pilihan, 7D Dried Mangoes termasuk merek yang paling populer. Teksturnya pas dengan rasa manis yang seimbang.
Produk ini mudah ditemukan di supermarket seperti SM Supermarket dan Robinsons. Dalam kondisi kemasan masih tersegel, mangga kering umumnya dapat bertahan sekitar 6–12 bulan sehingga aman dibawa pulang ke Indonesia.
Baca juga: 8 Tempat Terbaik di Palawan untuk Menikmati Surga Tropis Filipina
2. Polvoron
Polvoron adalah kue kering tradisional yang hampir selalu masuk daftar oleh-oleh khas Filipina. Bahan utamanya berupa tepung terigu sangrai, susu bubuk, mentega atau margarin, serta gula. Teksturnya rapuh, langsung hancur di mulut dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang khas.
Salah satu merek yang paling banyak dicari ialah Goldilocks. Kalau ingin mencicipi beberapa rasa sekaligus, kemasan assorted bisa menjadi pilihan karena berisi aneka varian dalam satu kotak. Produk Goldilocks mudah ditemukan di gerainya maupun supermarket besar seperti SM Markets.
3. Choc Nut
King Choc⋆Nut sudah lama menjadi salah satu jajanan legendaris Filipina. Permen cokelat kacang ini memiliki rasa yang khas dan masih digemari lintas generasi.
Produk ini sangat mudah ditemukan. Hampir semua grocery store, supermarket, toko suvenir Kultura, hingga warung kelontong tradisional atau Sari-Sari Store, menyediakan choc nut dalam berbagai ukuran kemasan.
4. Ube Jam
Ube Jam atau Ube Halaya menjadi salah satu produk berbahan ubi ungu yang paling terkenal di Filipina. Selai ini dibuat dengan memasak ubi ungu bersama santan, susu evaporasi, susu kental manis, dan mentega hingga menghasilkan tekstur yang lembut serta creamy. Rasanya manis dengan aroma khas ube yang dipadukan sedikit sentuhan gurih.
Merek Good Shepherd (Mountain Maid) populer sebagai merek ube jam berkualitas. Produk buatan para suster di Baguio City ini memakai bahan alami tanpa pewarna buatan. Hasil penjualannya juga dimanfaatkan untuk mendukung program beasiswa bagi pelajar setempat.
Karena tidak mengandung banyak bahan pengawet, masa simpannya lebih singkat dibandingkan selai biasa. Setelah dibawa pulang, ube jam sebaiknya langsung disimpan di dalam kulkas meskipun kemasannya belum dibuka.
5. Otap
Otap atau utap merupakan biskuit puff pastry khas Cebu yang terkenal berkat teksturnya yang tipis dan renyah. Camilan ini dibuat dari tepung terigu, shortening, kelapa, serta taburan gula.
Merek Shamrock adalah yang paling populer. Produsen ini telah berdiri sejak 1950-an. Produknya tersedia di supermarket besar seperti SM Supermarket dan Robinsons, toko suvenir Kultura, maupun gerai resmi Shamrock di Cebu.

6. Hopia
Hopia menjadi salah satu camilan klasik yang cocok dibawa sebagai oleh-oleh khas Filipina. Bentuknya kecil, mirip bakpia di Indonesia. Ada isiannya juga di bagian tengah, seperti kacang hijau, ubi ungu, hingga varian modern dengan cita rasa yang lebih kekinian.
Salah satu nama yang paling terkenal adalah Eng Bee Tin, produsen legendaris yang berdiri sejak 1912 di kawasan Binondo, Manila. Merek ini dikenal sebagai pelopor Hopia Ube dan menggunakan kemasan kedap udara sehingga lebih tahan dibawa bepergian. Produknya tersedia di toko resmi Eng Bee Tin, Kultura, maupun bagian pasalubong di supermarket besar.
7. Boy Bawang Cornick
Boy Bawang Cornick cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas Filipina bagi pencinta camilan gurih. Isinya berupa biji jagung utuh yang direbus, dikeringkan, lalu digoreng hingga renyah sebelum diberi bumbu.
Varian bawang putih menjadi rasa yang paling banyak dicari, meski pilihan rasa lain juga cukup beragam. Masa simpannya juga cukup panjang, bahkan bisa mencapai lebih dari satu tahun selama kemasannya belum dibuka.
8. Teh Khas Filipina
Selain camilan, Filipina juga memiliki teh herbal tradisional yang dikenal dengan sebutan tsaa. Berbeda dengan teh pada umumnya, minuman ini lebih banyak menggunakan campuran rempah, tanaman herbal, dan buah lokal daripada daun teh Camellia sinensis.
Salah satu merek yang banyak diminati ialah Tsaa Laya. Varian yang cukup populer antara lain Ube Dream, perpaduan ube, kelapa, dan pandan, serta Bughaw yang memadukan bunga telang dengan serai.
9. Kubing
Kubing bentuknya menyerupai genggong dari Bali atau karinding dari Sunda. Alat musik ini masih digunakan oleh sejumlah masyarakat adat di Mindanao dan menjadi salah satu simbol kekayaan budaya Filipina.
Kubing cukup mudah ditemukan di toko suvenir budaya seperti Kultura Filipino, pasar kerajinan Quiapo Market, maupun toko yang menjual alat musik tradisional.
10. Miniatur Jeepney
Jeepney adalah kendaraan umum ikonik Filipina yang berasal dari jip militer Amerika Serikat peninggalan Perang Dunia II yang dimodifikasi dengan warna-warni mencolok. Bahan miniaturnya beragam, mulai dari kayu, logam, resin, hingga plastik.
Untuk hasil pengerjaan yang lebih rapi, Kultura Filipino menjadi salah satu tempat belanja yang direkomendasikan. Selain model pajangan, tersedia pula versi mini berupa magnet kulkas dan gantungan kunci yang lebih praktis dibawa jadi oleh-oleh khas Filipina.
11. Sungka
Sungka mirip dengan congklak. Papan kayunya memiliki deretan cekungan kecil yang digunakan untuk memindahkan biji atau kerang sesuai aturan permainannya.
Papan sungka tersedia dalam berbagai ukuran. Ada juga yang dihias dengan ukiran-ukiran tradisional yang cantik. Produk ini bisa didapatkan di banyak tempat. Tapi, kalau mau yang berkualitas, bisa datang ke Kultura Filipino. Produk yang dijual di sini umumnya berbahan kayu dengan finishing yang rapi dan sudah dilengkapi satu set kerang untuk dimainkan.
12. Banig dan Abaca
Banig dan abaca termasuk kerajinan tangan khas Filipina yang banyak dipilih sebagai oleh-oleh. Keduanya dibuat dari bahan alami dan masih diproduksi menggunakan teknik tradisional sehingga memiliki nilai budaya sekaligus nilai seni.
Banig merupakan tikar anyaman yang dibuat dari daun pandan laut, daun palem buri, atau tanaman lain sesuai daerah asalnya. Sementara itu, abaca berasal dari serat tanaman Musa textilis yang lebih dikenal di dunia sebagai Manila hemp. Serat ini terkenal sangat kuat sehingga banyak dimanfaatkan untuk membuat tas, dompet, keranjang, alas meja, hingga dekorasi rumah.
Produk banig dan abaca berkualitas premium tersedia di Kultura Filipino. Pilihan yang lebih beragam dengan harga relatif lebih terjangkau dapat ditemukan di Dapitan Arcade maupun Quiapo Market.

13. Barong Tagalog dan Kain Piña
Barong Tagalog dan kain piña menjadi salah satu simbol warisan tekstil Filipina. Keduanya dibuat secara manual oleh para perajin lokal.
Barong Tagalog adalah pakaian formal tradisional pria yang berbentuk kemeja berlengan panjang dengan potongan longgar. Busana ini dikenakan di luar celana. Bahannya ringan, dengan sulaman pada bagian depan. Sementara itu, kain piña dikenal sebagai bahan tekstil premium yang kerap digunakan untuk membuat pakaian adat maupun busana resmi.
Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang Barong sebagai oleh-oleh khas Filipina, Kultura Filipino menjadi salah satu pilihan terbaik. Gerai ini menyediakan berbagai ukuran siap pakai dengan kualitas bahan dan sulaman yang rapi.
Baca juga: 21 Oleh-Oleh Khas Thailand yang Sulit Dilewatkan saat Liburan
Oleh-oleh khas Filipina menawarkan pilihan yang beragam. Agar tidak kehabisan barang favorit, sebaiknya sisihkan waktu khusus untuk berbelanja di supermarket, toko suvenir, atau pasar tradisional selama berada di Filipina.












