JNEWS – Oleh-oleh khas Kupang menawarkan pilihan yang sangat beragam. Kota di Nusa Tenggara Timur ini memiliki aneka buah tangan yang mencerminkan kekayaan kuliner, hasil alam, hingga kerajinan tradisional.
Ada se’i yang menjadi ikon kuliner, kopi Flores yang harum, olahan daun kelor, sampai kerajinan kayu cendana yang bisa dipilih untuk dibawa pulang seusai liburan. Semuanya mudah ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh.
Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Kupang
Jika sedang berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, daftar berikut bisa menjadi referensi untuk memilih oleh-oleh khas Kupang yang cocok dibawa pulang.
1. Se’i
Se’i selalu masuk daftar oleh-oleh khas Kupang favorit banyak orang. Olahan daging ini dibuat dengan cara mengiris daging tipis memanjang, lalu mengasapinya menggunakan kayu kosambi.
Teknik tersebut menghasilkan aroma smokey yang khas sekaligus mempertahankan warna daging tetap kemerahan. Variannya cukup beragam, mulai dari se’i sapi, babi, ikan, hingga lidah sapi.
Sebagian besar depot se’i di Kupang sudah menyediakan kemasan vakum beku sehingga praktis dibawa bepergian. Dalam kondisi tersegel, se’i mampu bertahan sekitar 3-4 hari pada suhu ruang dan aman disimpan di bagasi pesawat. Jika dimasukkan ke freezer, masa simpannya dapat mencapai 1-3 bulan.
Baca juga: Pulau Lumba-Lumba NTT: Destinasi Wisata Bahari yang Belum Banyak Dikenal
2. Dendeng Sapi Kupang
Dendeng sapi Kupang dikenal berkat rasa manis gurih yang meresap dan teksturnya yang empuk. Produk ini dibuat dari daging sapi segar pilihan tanpa tambahan pengawet maupun MSG. Kupang selama ini memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sapi unggulan di Indonesia. Tak heran, produk olahan daging sapinya berkualitas bagus, termasuk dendeng.
Salah satu tempat yang bisa dituju untuk membeli dendeng berkualitas adalah Toko Ibu Soekiran. Produk yang dijual di sini telah mengantongi sertifikat halal lho.
3. Keripik Paru Sapi
Bagi pencinta camilan gurih, keripik paru sapi layak masuk daftar belanja oleh-oleh khas Kupang. Teksturnya renyah dengan cita rasa rempah yang cukup kuat. Bahan bakunya berasal dari paru sapi segar berkualitas, kemudian diolah hingga kering agar lebih tahan lama.
Dalam kemasan vakum yang belum dibuka, keripik paru dapat disimpan sekitar 1–2 bulan pada suhu ruang. Praktis dibawa pulang tanpa memerlukan penyimpanan khusus. Salah satu tempat yang menyediakan produk ini ialah Pusat Oleh-Oleh Bu Pardi.

4. Abon Sapi
Masih produk olahan daging sapi, abon sapi khas Kupang dibuat dari 100% daging tanpa campuran serat nabati. Hasilnya berupa abon bertekstur halus dengan rasa gurih khas cita rasa daging sapi.
Salah satu merek yang cukup populer adalah Abon Sapi De Momang, produk UMKM lokal yang dikemas menggunakan pouch ziplock, sehingga praktis untuk dibawa sebagai oleh-oleh.
5. Sambal Lu’at
Sambal lu’at bercita rasa pedas, asam, segar, dengan aroma rempah yang kuat. Sambal khas Nusa Tenggara Timur ini paling cocok disajikan bersama se’I, yang membuat rasa gurih daging asap jadi lebih seimbang.
Cita rasanya akan semakin menyatu setelah didiamkan beberapa hari. Selama proses tersebut, bumbu dan rasa asamnya berfermentasi, sehingga menghasilkan rasa yang lebih kaya. Dalam kemasan botol yang masih tersegel, sambal lu’at dapat bertahan sekitar 1-2 minggu pada suhu ruang. Produk ini mudah ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh khas Kupang.
6. Jagung Titi
Jagung titi merupakan camilan tradisional yang dibuat dari jagung pulut putih lokal. Setelah disangrai, biji jagung ditumbuk hingga pipih menggunakan batu. Nama titi artinya memang ditumbuk.
Tanpa proses penggorengan, jagung titi memiliki tekstur renyah dengan kadar air rendah. Jika disimpan dalam kemasan rapat di tempat kering, daya simpannya bisa mencapai 3-6 bulan.
Produk ini tersedia di Posat Oleh-Oleh Khas NTT Bu Pardi dalam pilihan rasa original maupun mentega, bersama aneka olahan jagung khas NTT lainnya.
7. Kue Jawada
Kue jawada bentuknya yang menyerupai helaian rambut tipis berwarna cokelat keemasan. Karena itu, populer disebut juga kue rambut. Jajanan tradisional yang berasal dari Alor dan Flores ini menawarkan perpaduan tekstur renyah dengan rasa manis dari gula aren.
Proses penggorengan hingga benar-benar kering membuat kue jawada mampu bertahan sekitar 1-2 bulan pada suhu ruang. Kemasan siap bawa juga tersedia di berbagai pusat oleh-oleh di Kota Kupang.
8. Olahan Daun Kelor
Daun kelor telah lama menjadi salah satu komoditas unggulan Nusa Tenggara Timur. Kini, bahan tersebut diolah menjadi berbagai produk, seperti teh kelor, bubuk kelor, hingga pie kelor yang lezat.
Beragam produk olahan kelor dapat ditemukan di Pusat Oleh-Oleh Khas NTT Bu Pardi, La Moringa Kupang, maupun gerai Moringakoe. Masa simpannya yang cukup panjang membuat produk-produk ini cocok dibawa.
9. Gula Sabu dan Gula Semut
Gula Sabu dan gula semut merupakan pemanis alami khas Nusa Tenggara Timur yang dibuat dari nira pohon lontar. Keduanya memiliki aroma karamel yang khas sehingga sering digunakan sebagai pemanis minuman, kue, maupun masakan tradisional.
Gula Sabu berasal dari Pulau Sabu. Nira lontar dimasak dalam waktu lama hingga mengental dan berubah menjadi gula berwarna cokelat tua. Sementara itu, gula semut diproses lebih lanjut hingga membentuk butiran halus yang praktis disimpan dan mudah larut saat digunakan.
Kedua produk ini banyak dijual dalam kemasan siap bawa di berbagai pusat oleh-oleh khas Kupang.
10. Kopi Flores
Meski berasal dari perkebunan di Pulau Flores, kopi ini menjadi salah satu oleh-oleh yang paling mudah ditemukan di Kupang. Biji kopinya tumbuh di dataran tinggi dengan kondisi tanah yang menghasilkan aroma harum dan cita rasa yang khas.
Salah satu produk yang paling banyak dicari ialah Kopi Flores NTC Manggarai. Kopi robusta racikan lokal ini dikemas dalam bungkus kertas berwarna cokelat atau merah berukuran 450 gram. Aromanya kuat dan cocok diseduh sebagai kopi tubruk.
Pilihan lain tersedia dalam bentuk Kopi Flores Bajawa. Produk ini dijual sebagai biji sangrai maupun bubuk halus dengan kemasan pouch berkatup udara agar aroma tetap terjaga lebih lama.
Produk tersebut dapat ditemukan di Pusat Oleh-Oleh Khas NTT Bu Pardi maupun Toko Ibu Soekiran.
11. Kain Tenun Ikat
Kain tenun ikat merupakan salah satu kerajinan paling ikonik dari Nusa Tenggara Timur. Setiap lembar dibuat secara manual menggunakan alat tenun tradisional sehingga proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup panjang. Motifnya pun menyimpan makna budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Setiap daerah menghadirkan karakter yang berbeda. Tenun Sumba identik dengan motif figuratif seperti kuda, rusa, dan burung. Tenun Sikka atau Flores didominasi motif geometris berukuran kecil dengan warna-warna gelap. Tenun Rote tampil dengan pola kotak dan garis yang tegas, sedangkan tenun Sabu mudah dikenali dari warna dasar gelap yang dipadukan motif bunga-bunga kecil.
Pilihan tenun dari berbagai daerah dapat ditemukan di Dian Kios Kaos Kupang, Jalan Veteran, tepat di seberang Lippo Plaza Kupang. Selain kain, toko ini juga menjual pakaian berbahan tenun, kaus bertema NTT, dan aneka suvenir etnik.
12. Kerajinan Kayu Cendana
Selain kain tenun, Kupang juga terkenal dengan kerajinan kayu cendana. Kayu ini memiliki aroma harum alami yang dapat bertahan sangat lama, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan suvenir maupun koleksi.
Pilihan produknya cukup beragam, mulai dari tasbih, kipas, gantungan kunci, hingga pajangan meja. Kerajinan kayu cendana dapat ditemukan di Dian Kios Kaos Kupang.
Baca juga: 10 Pilihan Oleh-Oleh Khas Toraja untuk Buah Tangan Sepulang Liburan
Pilihan oleh-oleh khas Kupang sangatlah beragam. Agar mendapatkan kualitas terbaik, belilah oleh-oleh di toko atau pusat suvenir yang tepercaya dan sesuaikan pilihan dengan kebutuhan serta anggaran.