JNEWS – Myanmar punya banyak pilihan buah tangan yang menarik, mulai dari makanan tradisional hingga kerajinan tangan yang masih dibuat dengan teknik turun-temurun. Memilih oleh-oleh khas Myanmar bisa menjadi cara untuk membawa pulang sedikit cerita dari perjalanan, apalagi jika barangnya punya ciri khas yang jarang ditemukan di Indonesia.
Daftar Oleh-Oleh Khas Myanmar yang Banyak Direkomendasikan

Berikut daftar rekomendasi oleh-oleh khas Myanmar yang bisa dijadikan pilihan, lengkap dengan keunikan dan tempat membelinya agar lebih mudah menentukan buah tangan sesuai selera.
1. Bedak Thanaka
Bedak Thanaka merupakan kosmetik tradisional Myanmar yang telah digunakan selama lebih dari 2.000 tahun. Bedak berwarna kuning pucat ini dibuat dari kulit batang pohon Thanaka yang diparut hingga halus. Pohon tersebut banyak tumbuh di wilayah Myanmar bagian tengah. Masyarakat setempat mengoleskan Thanaka pada wajah sebagai bagian dari perawatan kulit sehari-hari sekaligus untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
Selain digunakan sebagai tabir surya alami, Thanaka dikenal memberikan sensasi sejuk pada kulit. Kandungan senyawa di dalamnya juga diteliti karena berpotensi membantu meredakan jerawat, mengurangi minyak berlebih, serta memberikan efek antioksidan yang dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan.
Jika ingin membeli Thanaka, dua varietas yang cukup terkenal adalah Shwebo Thanaka dari Wilayah Sagaing dan Shinmadaung Thanaka dari Wilayah Magway.
Baca juga: 13 Oleh-Oleh Khas Filipina yang Unik dan Mudah Dibawa Pulang
2. Longyi
Longyi adalah pakaian tradisional Myanmar berbentuk kain silinder yang dikenakan seperti sarung. Busana ini dipakai oleh pria maupun wanita dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari bekerja hingga menghadiri acara resmi. Longyi juga masih dikenakan oleh pejabat negara dalam berbagai acara formal.
Longyi terdiri atas dua jenis, yaitu paso untuk pria dan htamein untuk wanita. Paso umumnya menggunakan motif geometris, kotak-kotak, atau garis dengan warna yang cenderung netral. Sementara itu, htamein biasanya memiliki nuansa warna cerah dengan motif bunga dan pola yang lebih rumit.
Jika ingin membeli longyi sebagai oleh-oleh khas Myanmar, Bogyoke Aung San Market di Yangon dan Zegyo Market di Mandalay bisa menjadi pilihan.
3. Payung Pathein
Payung Pathein merupakan kerajinan tradisional dari Kota Pathein, Myanmar, yang terkenal dengan warna-warna cerah dan hiasan lukisan tangan. Payung ini dibuat menggunakan teknik kerajinan turun-temurun, dengan motif bunga atau pemandangan alam yang dilukis langsung pada permukaannya.
Dahulu, payung Pathein digunakan oleh kalangan kerajaan dan para biksu. Seiring waktu, kerajinan ini berkembang menjadi salah satu produk khas Myanmar yang dikenal hingga mancanegara.
4. Lahpet
Lahpet atau laphet adalah daun teh fermentasi khas Myanmar yang diolah menjadi makanan, camilan, dan hidangan untuk menjamu tamu. Oleh-oleh ini tersedia dalam kemasan siap saji yang praktis dibawa pulang. Isinya biasanya terdiri dari pasta daun teh berbumbu dan campuran kacang-kacangan goreng yang bisa dicampur sebelum disajikan.
Di Yangon, lahpet kemasan bisa dibeli di supermarket modern seperti City Mart atau Marketplace by City Mart.

5. Keripik Kentang Pedas
Keripik kentang pedas khas Myanmar merupakan camilan renyah yang memadukan irisan kentang goreng dengan cabai kering dan kacang tanah goreng. Perpaduan rasa pedas dan gurih membuatnya cocok dijadikan oleh-oleh bagi pencinta camilan berbumbu. Camilan ini bisa ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket di Yangon.
6. Black Sesame Brittle
Black sesame brittle merupakan camilan tradisional Myanmar yang mirip enting-enting atau ampyang. Penganan ini dibuat dari biji wijen hitam yang dicampur dengan gula merah tebu yang disebut jaggery. Hasilnya, perpaduan rasa manis dan gurih dengan aroma wijen sangrai yang khas.
Camilan ini cocok dinikmati bersama teh hijau hangat tanpa gula untuk menyeimbangkan rasa manisnya. Jika ingin membelinya sebagai oleh-oleh, Bogyoke Aung San Market di Yangon menyediakan berbagai penganan tradisional Myanmar, termasuk camilan berbahan wijen yang dijual dalam kemasan maupun secara kiloan.
7. Jaggery Kelapa
Jaggery kelapa khas Myanmar merupakan camilan manis yang dibuat dalam potongan kecil. Rasanya manis legit dengan sentuhan karamel, berpadu dengan gurihnya kelapa.
Teksturnya yang relatif kering membuat camilan ini praktis dibawa sebagai oleh-oleh khas Myanmar dan dapat bertahan cukup lama jika disimpan dalam wadah kedap udara.
Jika berkunjung ke Bagan, jaggery kelapa bisa dibeli di toko-toko kecil di sekitar pedesaan dan jalur menuju kawasan wisata. Beberapa penjual menawarkan produk buatan tradisional yang dikemas dalam wadah anyaman bambu yang disebut toke yang unik.
8. Manisan Buah Plum
Manisan plum khas Myanmar, yang dikenal sebagai zee yo atau zee toffee, merupakan camilan berbahan buah plum dengan beragam tekstur dan rasa. Berbeda dari manisan plum dari Tiongkok yang cenderung kering dan asin, versi Myanmar tersedia dalam bentuk kenyal, lembaran tipis, hingga varian berbumbu pedas.
Untuk oleh-oleh, manisan ini bisa dicari di supermarket City Mart. Merek Tree Food menawarkan varian Plum Masala Jaggery, sedangkan Kan Sein dikenal dengan produk Plum Toffee dan Plum Flakes. Kemasannya praktis dibawa pulang dan cocok dijadikan buah tangan untuk pencinta camilan manis-asam.
9. Kerajinan khas Bagan
Kerajinan pernis Bagan atau lacquerware (yun-de) merupakan salah satu produk kerajinan khas Myanmar yang terkenal. Pembuatannya menggunakan anyaman bambu tipis atau kayu yang dilapisi getah pohon pernis.
Produknya beragam, mulai dari kotak perhiasan, cangkir teh, mangkuk saji, hingga piring dekoratif. Untuk membeli kerajinan ini, bisa berkunjung ke Desa Myinkaba di Bagan yang memiliki sejumlah bengkel keluarga, seperti Golden Cuckoo Lacquerware dan U Ba Nyein Lacquerware. Pengunjung juga bisa melihat langsung proses pembuatannya sebelum memilih produk untuk dijadikan oleh-oleh.
10. Lukisan Pasir Bagan
Lukisan pasir Bagan merupakan kerajinan seni khas Myanmar yang banyak dijual di sekitar kompleks kuil kuno Bagan. Karya ini dibuat dengan melapisi kain menggunakan lem, menaburkan pasir halus dari Sungai Irrawaddy, lalu melukis permukaannya dengan kuas dan pewarna tekstil setelah kering.
Motifnya banyak terinspirasi dari mural kuil kuno, kisah Jataka tentang kehidupan Buddha, zodiak tradisional Burma, hingga pemandangan kuil Bagan saat matahari terbit. Lukisan ini cocok dijadikan oleh-oleh karena kainnya bisa dilepas dari rangka, digulung, dan disimpan di koper tanpa memakan banyak tempat.
11. Tenun Tradisional
Wilayah pedesaan di sekitar Bagan juga memiliki industri rumahan yang memproduksi kain katun dan sutra menggunakan alat tenun kayu tradisional. Para perajin lokal mengolah benang menjadi kain dengan beragam motif dan warna, termasuk warna alami dari bahan seperti kulit kayu dan buah-buahan.
Produk yang dihasilkan antara lain longyi, syal katun, jubah, dan selimut tebal. Tekstil tenun ini bisa menjadi oleh-oleh khas Myanmar yang fungsional sekaligus memperlihatkan keterampilan perajin lokal.

13. Tas Kain
Tas kain Shwe Chi Doe merupakan kerajinan sulam khas Myanmar yang menggabungkan teknik bordir tradisional dengan bentuk aksesori modern.
Terinspirasi dari seni permadani dinding kalaga, tas dan dompet ini dihiasi sulaman timbul menggunakan benang emas, benang perak, serta payet berkilau di atas kain beludru. Motifnya sering menampilkan gajah putih dan tokoh mitologi Burma, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh bagi pencinta aksesori dengan detail kerajinan tradisional.
Baca juga: 21 Oleh-Oleh Khas Thailand yang Sulit Dilewatkan saat Liburan
Oleh-oleh khas Myanmar punya pilihan yang cukup beragam. Pilihannya tinggal disesuaikan dengan selera, bujet, dan ruang di koper, supaya buah tangan yang dibawa pulang benar-benar punya arti bagi penerimanya.
Sebelum membeli beragam oleh-oleh khas Myanmar, periksa kualitas barang dan bandingkan harga di beberapa toko, terutama jika berbelanja di pasar wisata. Dengan begitu, pilihan buah tangan tidak berhenti pada tampilan luarnya, tetapi juga mempertimbangkan kualitas dan kegunaannya setelah sampai di rumah.











