12 Oleh-Oleh Khas Ponorogo yang Cocok Dijadikan Buah Tangan

JNEWS – Mencari oleh-oleh khas Ponorogo tidaklah sulit. Selain terkenal sebagai Kota Reog, Ponorogo juga memiliki beragam buah tangan yang sayang dilewatkan.

Ada banyak pilihan, mulai dari jajanan tradisional yang sudah melegenda, camilan kekinian, bumbu khas, hingga kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Tinggal dipilih untuk dipakai atau dikonsumsi sendiri maupun dibagikan untuk kerabat dan teman-teman.

Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Ponorogo untuk Dibawa Pulang

Berikut rekomendasi oleh-oleh khas Ponorogo yang paling populer dan wajib diburu saat berkunjung ke Bumi Reog.

1. Jenang Mirah

Jenang Mirah sudah menjadi ikon oleh-oleh khas Ponorogo sejak lama. Terbuat dari beras ketan, gula kelapa, dan santan murni tanpa bahan pengawet, camilan ini menawarkan tekstur lembut, kenyal, dengan rasa manis legit yang khas.

Untuk memperoleh jenang yang masih segar sekaligus terjamin keasliannya, bisa beli langsung di Toko Jenang Mirah Pusat, Jalan KH Moh. Mansyur No. 21, Josari Wetan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

Baca juga: 4 Tempat Terbaik untuk Menikmati Serabi Kuah Khas di Kota Ponorogo

2. Madumongso

Bagi pencinta jajanan tradisional, madumongso wajib dicoba. Camilan berbahan tapai ketan hitam, santan kental, dan gula merah ini rasanya campur; manis, gurih, serta sedikit asam segar dari proses fermentasi. Bentuknya sekilas menyerupai dodol, tetapi teksturnya lebih lembut, mudah lumer, dan tidak terlalu lengket.

Tanpa tambahan pengawet, madumongso dapat bertahan sekitar 2-3 bulan. Produk ini mudah ditemukan di toko oleh-oleh maupun deretan toko jenang di kawasan Jetis.

12 Oleh-Oleh Khas Ponorogo yang Cocok Dijadikan Buah Tangan
Sumber: Pemkab Ponorogo

3. Gethuk Golan

Kudapan khas Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, ini dibuat dari singkong murni tanpa campuran gula merah saat ditumbuk. Hasilnya berupa gethuk berwarna putih alami dengan tekstur pulen dan lembut.

Salah satu tempat yang bisa dituju untuk mendapatkan oleh-oleh khas Ponorogo sat ini adalah Gethuk Golan Mbok Jeminah di Jalan Srikaton, Desa Golan. Karena dibuat dari bahan segar tanpa pengawet, gethuk ini hanya bertahan sekitar 12 jam. Jadi, kalau mau beli untuk oleh-oleh, sebaiknya ketika sudah mau pulang.

4. Roti Z’mere Sate Ponorogo

Ingin membawa pulang oleh-oleh khas Ponorogo yang lebih kekinian? Roti Z’mere Sate Ponorogo bisa menjadi pilihan.

Produk dari Bila Bakery ini memadukan roti bolu yang lembut dengan isian bumbu kacang khas sate Ponorogo. Hasilnya, perpaduan rasa yang unik sekaligus berbeda dari oleh-oleh pada umumnya.

Roti ini diciptakan sebagai cara baru menikmati cita rasa sate Ponorogo dalam bentuk yang praktis dan tahan lama. Sejak diperkenalkan pada 2021, Z’mere semakin populer sebagai buah tangan premium. Bisa dibeli di toko pusat Bila Bakery, Jalan Gajah Mada No. 22, Surodikraman.

5. Lapis Kukus Dadak Merak

Lapis Kukus Dadak Merak punya tekstur yang lembut, ringan, tersedia dalam beragam varian rasa, serta dilengkapi topping yang melimpah. Nama Dadak Merak diambil dari ikon Reog Ponorogo, membuat kemasannya terasa lebih khas.

Produk ini bisa dibeli langsung di outlet resminya di Jalan KH Ahmad Dahlan No. 82A, Bangunsari. Membeli langsung di lokasi menjadi pilihan terbaik karena kue yang didapat masih segar dari dapur produksi.

6. Lentho Garing

Lentho garing atau yang juga dikenal sebagai thoring dan toreng menjadi camilan favorit bagi pencinta makanan gurih. Berbeda dengan lentho basah yang banyak dijumpai di daerah lain, versi Ponorogo diolah hingga benar-benar kering sehingga menghasilkan tekstur renyah yang tahan lama.

Karena kadar airnya sangat rendah, camilan ini mampu bertahan sekitar 2-3 bulan. Oleh-oleh ini mudah dijumpai di berbagai toko oleh-oleh khas Ponorogo, pasar tradisional, kawasan Jetis, hingga Pusat Oleh-Oleh Ponorogo Lala.

7. Kerupuk Lempeng Hitam

Warna hitam alaminya berasal dari ketan hitam, yang kemudian ditambah beras ketan putih, kelapa parut, dan bumbu rempah. Cita rasanya gurih khas.

Sebagian besar dijual dalam kondisi mentah agar lebih awet dan praktis dibawa pulang. Setelah digoreng, kerupuk akan mengembang dengan tekstur yang renyah. Daya simpannya mencapai 6 bulan hingga 1 tahun. Sentra pembuatannya dapat ditemukan di Kecamatan Tonatan.

8. Sambal Pecel Ponorogo

Sambal pecel selalu masuk daftar oleh-oleh khas Ponorogo favorit. Racikan bumbu kacangnya memiliki rasa pedas yang mantap, gurih, kaya rempah, dan tidak terlalu berminyak, berbeda dari sambal pecel daerah lain yang cenderung lebih manis.

Dalam wadah kedap udara, sambal pecel mampu bertahan sekitar 1 sampai 1,5 bulan. Jika disimpan di kulkas atau freezer, masa simpannya bisa mencapai 6 bulan. Penyajiannya juga mudah, cukup larutkan bumbu dengan air hangat hingga mendapatkan kekentalan yang diinginkan.

Produk ini banyak dijual di Pasar Pon, toko jenang di kawasan Jetis, maupun toko oleh-oleh yang tersebar di Kota Ponorogo.

9. Topeng Reog Ponorogo

Topeng Reog menjadi suvenir ikonik yang sarat nilai seni dan budaya. Harganya bervariasi, bergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan pengerjaannya.

Bagi yang ingin membeli langsung dari pengrajin, Sentra Kerajinan Reog Pak Sarju menjadi salah satu tujuan favorit. Pilihannya cukup lengkap, mulai dari topeng berukuran kecil untuk pajangan hingga versi besar yang biasa dipakai dalam pertunjukan.

Baca juga: Reog Ponorogo: Sejarah dan Makna Simbolis di Baliknya

10. Kaus Reog Ponorogo

Kaus Reog cocok dijadikan buah tangan karena praktis, mudah dipakai, dan tersedia dalam banyak pilihan desain. Motifnya mengangkat ikon budaya Ponorogo, seperti Singa Barong, Bujang Ganong, hingga ilustrasi bertema Reog yang khas.

Pusat penjualannya berada di kawasan Alun-Alun Ponorogo. Menjelang sore hingga malam, banyak kios yang menjual aneka kaus dengan harga terjangkau. Pilihannya lengkap dan harganya masih bisa ditawar.

11. Baju Warok Ponorogo

Baju Warok atau Busana Penadon menjadi simbol kuat budaya Reog Ponorogo. Dominasi warna hitam mencerminkan keteguhan, keberanian, kewibawaan, sekaligus budi pekerti luhur yang melekat pada sosok Warok.

Busana ini mudah ditemukan di deretan toko suvenir sekitar Alun-Alun Ponorogo, terutama di sisi barat dan utara. Selain pakaian utama, tersedia pula berbagai aksesori pelengkap dengan pilihan ukuran untuk anak-anak maupun dewasa.

12. Kerajinan Anyaman Bambu

Kerajinan anyaman bambu juga bisa dipilih untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Salah satu sentra anyaman bambu berada di Desa Ringinputih, Kecamatan Sampung. Di kawasan ini, banyak pengrajin yang menghasilkan berbagai produk, mulai dari kopiah bambu, tas etnik, hingga wadah parsel dengan desain yang lebih kekinian.

Beragam pilihan oleh-oleh khas Ponorogo membuktikan bahwa kota ini bukan hanya kaya akan seni dan budaya, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner serta kerajinan yang patut diapresiasi. Jadi, sebelum meninggalkan Bumi Reog, sempatkan berburu oleh-oleh favorit agar pengalaman berkunjung terasa semakin lengkap dan berkesan.

Exit mobile version