JNEWS – Ada banyak pilihan menarik kalau bicara soal oleh-oleh khas Sukabumi. Dari makanan yang masih dibuat dengan cara tradisional sampai produk baru, semuanya punya daya tarik sendiri. Pilihannya juga tidak itu-itu saja, jadi tidak cepat bosan saat mencari sesuatu untuk dibawa pulang.
Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Sukabumi

Yang menarik, ada banyak oleh-oleh khas Sukabumi yang menyimpan kisah berbeda. Ada yang sudah dikenal sejak zaman kolonial, ada yang dikembangkan sesuai selera kekinian. Mana yang enak? Semuanya enak. Ragamnya juga banyak, dari mulai makanan sampai batik.
Buat yang ingin membawa pulang sebagian Sukabumi ke rumah, berikut beberapa rekomendasinya.
1. Mochi Sukabumi
Mochi sudah lama dikenal sebagai oleh-oleh khas Sukabumi paling ikonik. Bahkan, sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat lho.
Salah satu yang paling dikenal adalah Mochi Lampion atau Mochi Kaswari, yang sudah ada sejak 1983. Lokasinya di Gang Kaswari, yang sering disebut sebagai Kampung Mochi karena banyak produsen mochi di sana.
Tekstur mochi Sukabumi ini kenyal, dengan isian yang cukup beragam. Tidak hanya kacang sebagai rasa klasik, tapi juga ada pilihan lain seperti keju, durian, sampai cokelat.
Baca juga: 7 Oleh-Oleh Khas Sumedang yang Bikin Perjalanan Makin Berkesan
2. Bolu Pisang
Selain mochi, bolu pisang juga cukup sering diburu sebagai oleh-oleh khas Sukabumi. Tekstur bolu pisang Sukabumi ini lembut, dibuat dari pisang raja.
Salah satu yang paling dikenal adalah Bolu Pisang Ibu Sari. Produk ini sudah lama jadi andalan dan cukup mudah ditemukan. Selain versi original, ada juga tambahan topping seperti keju dan cokelat untuk yang ingin variasi. Pusatnya ada di sekitar Jalan Dr. Kusuma Atmaja dekat Balai Kota, tapi sekarang cabangnya sudah menyebar ke setiap sudut Kota Sukabumi.
3. Kue Jahe
Kue jahe, atau kue bangket jahe, termasuk camilan lama dari Sukabumi yang sudah ada sejak masa kolonial Belanda. Teksturnya renyah saat digigit, lalu muncul kombinasi manis dari gula aren dan hangat pedas dari jahe asli.
Salah satu yang cukup dikenal adalah Kue Jahe Animo. Produksinya sudah berjalan turun-temurun sejak 1959. Kemasannya praktis, jadi mudah dibawa sebagai oleh-oleh khas Sukabumi.
4. Serabi Durian
Serabi durian termasuk varian modern dari jajanan pasar yang cukup populer di Sukabumi. Dibanding serabi polos atau serabi oncom yang cenderung gurih, versi ini lebih menonjolkan rasa manis dari durian. Teksturnya lembut dan agak fluffy, dipadukan dengan kuah kental dari daging durian asli yang memberi rasa lebih kuat dan khas.
Paling enak dimakan saat masih hangat karena kuahnya masih creamy dan aromanya belum hilang. Kalau ingin dibawa pulang, kuah durian sebaiknya dipisah dari serabi, jadi kue tidak cepat lembek selama perjalanan. Saat mau dimakan, baru disiram lagi.
5. Piscok Cakra
Piscok Cakra dikenal sebagai salah satu jajanan pisang cokelat yang cukup melegenda di Sukabumi, sudah ada sejak sekitar tahun 1990-an. Isiannya melimpah, cokelatnya lumer saat digigit padahal kulit luarnya renyah. Kombinasi ini yang bikin banyak orang rela antre, apalagi kalau masih hangat.
Kedai utamanya agak tersembunyi lokasinya, di area parkir Tiara Toserba di Jalan A. Yani. Untuk yang ingin membawanya pulang, tersedia juga versi frozen atau mentah. Kalau matang, piscok hanya tahan sekitar dua hari di suhu ruang, sedangkan versi frozen bisa disimpan sampai seminggu di kulkas.
6. Cokelat Unai Choco
Cokelat Unai Choco termasuk oleh-oleh modern dari Sukabumi yang cukup diminati, terutama oleh anak muda. Produk ini menawarkan konsep cokelat artisan dengan tampilan yang lebih kekinian.
Selain varian original, tersedia juga beberapa pilihan rasa seperti stroberi dan varian lainnya. Produk ini cukup mudah ditemukan di toko oleh-oleh, terutama di sekitar Jalan Bhayangkara atau Jalan Siliwangi. Kehadirannya sering jadi pelengkap, terutama kalau sudah membeli oleh-oleh klasik seperti mochi atau kue jahe. Jadi ada kombinasi antara rasa tradisional dan modern dalam satu paket.
7. Roti Priangan
Roti Priangan, dulu dikenal sebagai Roti Oey Tjiang Lie, sudah ada sejak 1943. Keunikan roti ini ada pada cara pembuatannya yang masih dilakukan dengan metode lama, termasuk penggunaan oven batu besar. Proses ini memberi tekstur dan aroma yang berbeda dibanding roti modern, lebih padat tapi tetap empuk saat dimakan.
Roti ini dibuat segar setiap hari tanpa bahan pengawet, jadi masa simpannya relatif singkat, biasanya sekitar 2 – 3 hari. Varian yang tersedia mulai dari roti tanduk yang paling dikenal, hingga isi cokelat, keju, kismis, nanas, pisang, gula susu, dan roti tawar. Untuk yang ingin mendapatkan versi paling fresh, bisa membeli langsung di pabriknya yang berada di kawasan Nyomplong, tepatnya di Jalan Parigi, dekat Rumah Duka Paramarta.
8. Opak Ketan
Opak ketan termasuk camilan tradisional khas Jawa Barat yang cukup banyak ditemukan di Sukabumi, terutama dari daerah Jampang. Berbeda dengan opak berbahan singkong, versi dari beras ketan ini teksturnya lebih ringan dan renyah saat digigit. Rasa gurihnya juga terasa lebih kuat karena menggunakan santan kelapa dalam proses pembuatannya.
Selain varian original yang asin gurih, ada juga versi manis dengan tambahan gula merah. Termasuk camilan kering, opak ketan merupakan oleh-oleh khas Sukabumi yang aman disimpan lama.
9. Sagon Bakar
Sagon bakar termasuk oleh-oleh khas Sukabumi yang cukup dikenal. Cita rasanya manis dan gurih, terbuat dari tepung ketan, parutan kelapa, dan gula, lalu dipanggang sampai kering.
Camilan ini cukup mudah ditemukan di berbagai toko oleh-oleh, terutama di sekitar Jalan Bhayangkara dan Jalan Siliwangi. Di area Stasiun Sukabumi juga biasanya tersedia, jadi praktis untuk dibeli sebelum perjalanan pulang.
Karena dipanggang sampai kering, sagon bakar tergolong tahan lama. Dalam wadah tertutup, bisa disimpan hingga beberapa bulan tanpa banyak perubahan rasa atau tekstur.
10. Batik Lokatmala
Batik Lokatmala merupakan batik khas Sukabumi yang mulai dikembangkan sejak 2010. Nama Lokatmala diambil dari istilah Sunda untuk bunga edelweis.
Motif yang diangkat cukup beragam, mulai dari ikon kota, kondisi alam Sukabumi, flora dan fauna, sampai cerita rakyat Sunda. Dari segi tampilan, komposisinya cenderung lebih modern, jadi terasa lebih ringan saat dilihat maupun dipakai.
Warna yang digunakan juga punya karakter khas, mengacu pada filosofi kasundaan seperti Tritangtu. Sampai sekarang, Batik Lokatmala sudah menghasilkan lebih dari 50 motif, dengan beberapa di antaranya sudah terdaftar secara resmi (HKI). Karya-karyanya juga sudah diperkenalkan ke berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Amerika.
Baca juga: 9 Tempat Wisata di Sukabumi yang Wajib Dikunjungi untuk Liburan Seru
Dengan pilihan yang cukup beragam, oleh-oleh dari Sukabumi bisa dipilih sesuai selera. Saat sudah tahu karakter tiap produk, keputusan jadi lebih mudah dan tidak asal pilih.