Pacu Perekonomian, Kemenhub Genjot Koneksivitas Logistik 

Pengemasan Barang untuk Pengiriman Logistik

 

Guna menopang kebangkintan perekonomian di Indonesia yang babak belur akibat pandemi Covid1-9, Kementerian Perhubungan bakal terus berupaya melancarakan transportasi logistik. Hal tersebut lantaran logistik merupakan akar dari semua kegiatan manusiaa.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam webinar bertema “Transportasi Untuk Kelancaran Logistik dan Kemajuan Ekonomi di Masa Pandemi”. yang dihelat Kemenhub sebagai bagian dari Kampanye Kolaboratif “Konektivitas Logistik Pacu Ekonomi”.

“Transportasi logistik adalah darah dari semua kegiatan dari kegiatan manusia Indonesia dan menjadi lokomotif serta penopang sektor lainnya untuk terus bergerak. Untuk itu kami berupaya memastikan pelayanan transportasi logistik terus berjalan untuk menopang ketahanan energi, pangan dan kegiatan di berbagai sektor lainnya sehingga ekonomi menjadi bangkit dan mencapai kondisi yang lebih baik,” ucap Budi.

Budi mengatakan, sebagaimana arahan Presiden bahwa dalam menghadapi pandemi, pemerintah di satu sisi berupaya menangani pencegahan penyebaran virus Covid-19. Namun di sisi lain, pemerintah juga berupaya membangkitkan perekonomian, dengan menerbitkan sejumlah regulasi dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional di berbagai sektor.

Baca JUGA : Kemenhub Temukan Pelanggaran Truk ODOl Capai 59 Persen

Kemenhub, menurut Budi, mendukung kebijakan tersebut melalui berbagai program, diantaranya melalui subsidi baik angkutan penumpang maupun angkutan logistik, serta terus mendorong revitalisasi dan pembangunan infrastruktur transportasi untuk meningkatkan konektivitas di berbagai wilayah Indonesia, guna semakin melancarkan pergerakan manusia maupun logistik.

Menhub Budi Karya Sumadi

Menhub mengungkapkan, di masa pandemi, aktivitas sektor logistik tetap berjalan relatif stabil dan aktivitas belanja daring semakin meningkat. Hal itu tentunya perlu didukung oleh jaringan transportasi yang memadai agar dapat berjalan lebih baik lagi.

“Untuk itu, Kemenhub akan terus melakukan pembangunan infrastruktur di tengah pandemi agar pasokan distribusi logistik untuk melayani masyarakat dapat dilakukan lebih efektif dan efisien,” tutur Menhub.

Menhub mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi agar tetap konsisten mewujudkan konektivitas melalui simpul-simpul transportasi dalam rangka mendukung kelancaran angkutan Logistik di Indonesia. Dengan konsistensi membangun konektvitas dan didukung dengan konsistensi penerapan protokol kesehatan yang baik, pemerintah optimis perekonomian nasional akan segera bangkit.

Dalam webinar ini turut hadir menjadi pembicara, Staf Khusus Menhub Bidang Komunikasi dan Bidang Komunikasi dan SDM Adita Irawati, Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia Nofrisel, dan pelaku usaha yang juga selebriti Indra Bekti.

OPERASIONAL TRUK BARANG SAAT MUDIK (foto: Antara)

Adita Irawati menjelaskan, Indonesia sebagai Negara Kepulauan tentunya membutuhkan konektivitas yang baik untuk melancarakan pergerakan manusia maupun distribusi logistik ke seluruh wilayah Indonesia sampai ke daerah terpencil, terluar, tertinggal dan perbatasan (3TP). Untuk itu dibutuhkan kolaborasi dan integerasi tidak hanya secara fisik infrastrukturnya, tetapi juga integrasi teknologi dengan melakukan digitalisasi sistem baik perizinan maupun pelayanan lainnya.

“Ada dua strategi yang dilakukan Kemenhub dalam rangka mendukung kelancaran distribusi logistik yaitu pertama: mengurangi biaya logistik dengan memotong rantai pasokan yang dapat membebani biaya logistik, melalui perbaikan proses bisnis kinerja dan menciptakan ekosistem logistik nasional yang terintegrasi. Kedua, mengembangkan sistem transportasi yang lebih terintegrasi dengan kawasan industri dan terintegrasi dengan moda transportasi lain. Misalnya antara tol laut dengan jembatan udara harus terintegrasi agar distribusi logistik sampai ke daerah pedalaman Papua,” tutur Adita.

BACA JUGA : Asperindo Jawab Kesiapan Logistik untuk Dongkrak Produk Lokal

Sementara itu, Nofrisel mengatakan, transportasi menjadi faktor terbesar dalam menekan biaya logistik di Indonesia, yang mencapai hampir mencapai 40% dari total biaya, dibandingkan dengan faktor lainnya seperti: pergudangan, ekspor-impor, pengemasan dan sebagainya.

“Oleh karena itu pembangunan infrastruktur transportasi, pembenahan pelabuhan dan kegiatan yang terkoneksi dengan kegiatan industri maka kita akan merasakan dampaknya secara langsung dengan kemudahan mendapatkan barang dan jasa. Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Kementerian Perhubungan karena apa yang sudah dilakukan sudah sangat luar biasa dalam mendukung sektor logistik,” jelas Nofrisel.

Exit mobile version