JNEWS – Pantai Tanjung Layar berlokasi di Desa Wisata Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Posisinya berada di pesisir selatan Pulau Jawa dan langsung menghadap Samudra Hindia.
Ciri khas pantai ini terlihat dari dua batu karang besar yang bentuknya mirip layar kapal. Formasi karang tersebut bahkan sudah menjadi ikon wisata Sawarna dan mudah dikenali dari berbagai foto perjalanan.
Selain melihat batu karang Tanjung Layar, pengunjung bisa menikmati hamparan pasir putih dan panorama laut lepas. Ombaknya cukup kuat karena karakter pantai selatan, sehingga kawasan ini juga menarik bagi pencinta selancar. Menjelang sore, area pantai kerap dipilih untuk menikmati matahari terbenam atau camping sambil menghabiskan waktu di tepi laut.
Nama Tanjung Layar sendiri berkaitan dengan bentuk batu karangnya. Dalam cerita lokal, keberadaan karang tersebut juga sering dikaitkan dengan legenda Sangkuriang.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Pantai Tanjung Layar

Datang ke Pantai Tanjung Layar tentu sayang kalau hanya melihat pemandangan lalu pulang. Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu selama berada di kawasan pantai. Apa saja?
1. Berfoto di Sekitar Karang Tanjung Layar
Dua batu karang raksasa berbentuk seperti layar kapal menjadi objek yang paling sering dicari wisatawan. Formasinya unik dan mudah dijadikan latar foto, terutama saat kondisi cahaya sedang bagus. Selain area karang, beberapa sudut pantai juga menarik untuk fotografi lanskap dengan latar Samudra Hindia.
Baca juga: Panduan Liburan ke Pantai Sawarna: Aktivitas, Akomodasi, dan Kuliner Lokal
2. Camping di Kawasan Pantai
Ingin menghabiskan waktu lebih lama di Sawarna? Camping bisa masuk dalam agenda perjalanan. Bermalam di sekitar pantai memberi kesempatan untuk menikmati suasana pesisir hingga malam dan bangun lebih pagi keesokan harinya. Sebelum mendirikan tenda, cari area yang diperbolehkan untuk camping dan tetap perhatikan jarak aman dari air laut.
3. Mencoba Selancar
Ombak khas pesisir selatan membuat kawasan Sawarna cukup menarik untuk aktivitas selancar. Peselancar dapat mencoba menghadapi gulungan ombak sambil menikmati panorama laut terbuka. Kondisi ombak perlu diperhatikan sebelum turun ke air, terutama bagi pemula yang belum terbiasa berselancar di pantai selatan.
4. Menunggu Matahari Terbit dan Terbenam
Pagi dan sore menawarkan suasana berbeda di Pantai Tanjung Layar. Datang sejak pagi memberi kesempatan menikmati kawasan pantai saat udara masih segar. Sementara itu, sore hari cocok dihabiskan dengan duduk di tepi pantai sambil menunggu matahari tenggelam dan mengambil beberapa foto sebelum hari mulai gelap.
5. Bermain Air di Tepi Pantai
Bermain air bisa dilakukan di sekitar tepian sambil menikmati udara laut. Namun, ombak Pantai Tanjung Layar dapat cukup kuat karena langsung berhadapan dengan Samudra Hindia. Sebaiknya pilih area yang lebih aman, tidak terlalu jauh dari daratan, dan selalu memperhatikan kondisi gelombang.
Panduan Kunjungan ke Pantai Tanjung Layar
Pantai Tanjung Layar dapat dikunjungi setiap hari selama 24 jam. Wisatawan bebas datang pada pagi, siang, sore, maupun malam sesuai agenda perjalanan.
Pagi hari bisa dipilih untuk menikmati suasana pantai sejak matahari terbit, sedangkan sore cocok untuk menunggu sunset. Selain itu, kawasan pantai juga kerap digunakan untuk camping, bersantai, dan mengambil foto dengan latar dua batu karang yang menjadi ikonnya.
Biaya masuk Pantai Tanjung Layar cukup terjangkau, yakni sekitar Rp5.000 per orang. Untuk kendaraan, tarif parkir motor sekitar Rp10.000 dan mobil Rp25.000. Tiket tersebut juga mencakup akses ke Pantai Pasir Putih Ciantir yang lokasinya berdekatan. Jadi, wisatawan dapat mengunjungi dua kawasan pantai dalam satu perjalanan. Namun, harga tiket ini bisa berubah sewaktu-waktu, sesuai kebijakan pengelola.
Pantai Tanjung Layar dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Berikut beberapa pilihan perjalanan menuju kawasan wisata ini.
1. Menggunakan Ojek atau Transportasi Lokal
Setelah tiba di pusat Desa Sawarna, perjalanan menuju Pantai Tanjung Layar dapat dilanjutkan menggunakan ojek atau transportasi lokal. Waktu tempuhnya sekitar 20 hingga 30 menit, tergantung titik keberangkatan dan kondisi jalan. Rute menuju pantai melewati kawasan desa, area persawahan, dan perbukitan.
2. Naik Bus Antar Kota
Wisatawan yang menggunakan transportasi umum dapat naik bus menuju Bayah atau kawasan Sawarna dari Terminal Merak maupun Labuan. Setelah tiba di titik pemberhentian terdekat, perjalanan bisa dilanjutkan dengan ojek atau kendaraan sewaan lokal hingga ke area pantai.
3. Membawa Kendaraan Pribadi
Dari Jakarta dan wilayah sekitarnya, perjalanan dapat diarahkan melalui Tol Jakarta-Merak, kemudian dilanjutkan ke Jalan Raya Labuan-Bayah menuju Sawarna. Perjalanan dari Labuan menuju kawasan Sawarna membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam, bergantung pada lalu lintas dan kondisi jalan. Kendaraan pribadi memberi keleluasaan untuk mengatur waktu keberangkatan dan berhenti selama perjalanan.
Sebelum berangkat, periksa kondisi jalan dan cuaca, terutama saat musim hujan karena beberapa jalur dapat licin. Siapkan air minum, makanan ringan, serta alas kaki yang nyaman. Dari titik tertentu, perjalanan menuju area pantai perlu dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati kawasan berpasir.
Baca juga: Pantai Carita: Daya Tarik, Aktivitas, dan Pesona Pantai Favorit di Banten
Batu karang berbentuk layar menjadi alasan Pantai Tanjung Layar begitu populer, tetapi daya tariknya tidak berhenti pada ikon tersebut. Ombak Samudra Hindia, hamparan pantai, hingga beragam aktivitas yang bisa dilakukan membuat destinasi di Sawarna ini layak masuk agenda liburan.
Jika berencana menjelajahi pesisir selatan Banten, jangan lewatkan Pantai Tanjung Layar.