Pendopo Agung Trowulan: Jejak Sejarah Majapahit yang Masih Terjaga

Sumber: srigitarja.mojokertokab.go.id

JNEWS – Pendopo Agung Trowulan merupakan salah satu situs cagar budaya yang berada di Dusun Nglinguk, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Tempat ini menjadi destinasi wisata sejarah yang ramai dikunjungi karena memiliki kaitan erat dengan masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Kawasan pendopo ini hingga kini sering dikunjungi oleh mereka yang ingin mengenal lebih dekat sejarah, budaya, dan peninggalan kerajaan terbesar di Nusantara tersebut.

Menurut kepercayaan masyarakat, lokasi ini merupakan bekas kompleks istana Majapahit sekaligus tempat Mahapatih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa. Ikrar tersebut menjadi simbol tekad Gajah Mada untuk mempersatukan wilayah Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.

Meski para sejarawan masih memperdebatkan letak pasti istana kerajaan, Pendopo Agung Trowulan tetap menjadi salah satu ikon sejarah yang melekat kuat dengan kisah Gajah Mada dan kebesaran Majapahit.

Sejarah Pembangunan Pendopo Agung Trowulan

Pendopo Agung Trowulan: Jejak Sejarah Majapahit yang Masih Terjaga
Sumber: Tripadvisor

Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, ring Sunda, ring Palembang, ring Tumasik, samana isun amukti palapa.

Demikian bunyi Sumpah Palapa yang diikrarkan oleh Mahapatih Gajah Mada. Masyarakat meyakini ikrar tersebut diucapkan di kawasan Pendopo Agung Trowulan. Kepercayaan itulah yang menjadikan tempat ini dikenal sebagai salah satu situs bersejarah yang erat kaitannya dengan kejayaan Kerajaan Majapahit.

Bangunan Pendopo Agung Trowulan yang berdiri saat ini bukan merupakan struktur asli dari abad ke-14, melainkan replika bergaya rumah Joglo khas Jawa. Pembangunannya dilakukan oleh Kodam V/Brawijaya melalui Yayasan Bina Mojopahit pada periode 1964–1973 sebagai upaya melestarikan kawasan yang memiliki nilai sejarah penting bagi Kerajaan Majapahit.

Meski bangunannya tergolong modern, beberapa bagian tetap menggunakan peninggalan asli Majapahit. Tak jauh dari bangunan utama berdiri sebuah joglo lain yang oleh masyarakat setempat diyakini sebagai tempat Raja Brawijaya bersemedi untuk memperoleh petunjuk sebelum membuka Hutan Tarik. Kawasan hutan tersebut kemudian dipercaya menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Majapahit.

Baca juga: 10 Tempat Wisata di Mojokerto dengan Jejak Sejarah Kerajaan Majapahit

Daya Tarik Utama di dalam Kompleks Pendopo Agung Trowulan

Sumber: iNews

Kompleks Pendopo Agung Trowulan memiliki lebih banyak hal untuk dijelajahi daripada sekadar bangunan pendopo utama berukuran 22 x 22 meter. Di berbagai sudut kawasan, pengunjung dapat melihat sejumlah monumen, artefak, hingga petilasan yang erat kaitannya dengan sejarah Kerajaan Majapahit. Berikut beberapa yang menarik.

1. Patung Mahapatih Gajah Mada

Salah satu ikon yang paling ikonik di sini adalah patung dada Mahapatih Gajah Mada. Monumen yang diresmikan pada 1986 ini menjadi simbol penghormatan kepada tokoh yang dikenal melalui Sumpah Palapa dan perannya dalam memperluas pengaruh Majapahit. Patung ini juga menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto sebelum berkeliling ke area lainnya.

2. Patok Gajah

Di dalam kompleks terdapat sebuah batu andesit yang disebut Patok Gajah. Batu ini tertancap dalam posisi miring dan dipercaya sebagai tempat menambatkan gajah tunggangan Ratu Tribhuwana Tunggadewi.

Ada kisah menarik yang berkembang di masyarakat, yakni batu tersebut tidak pernah berhasil dicabut sejak pertama kali ditemukan pada 1927. Cerita inilah yang membuat Patok Gajah menjadi salah satu objek yang paling sering menarik perhatian wisatawan.

3. Relief Sejarah Majapahit

Dinding belakang pendopo dihiasi relief yang menggambarkan perjalanan Kerajaan Majapahit. Relief tersebut menyajikan rangkaian peristiwa penting, termasuk penobatan Raden Wijaya sebagai raja pertama Majapahit pada 1293.

Keberadaan relief ini membantu pengunjung memahami sejarah kerajaan secara visual sehingga lebih mudah diikuti.

4. Petilasan Raden Wijaya

Di bagian belakang kompleks terdapat Sanggar Agung Songsong Bawono yang dipercaya sebagai petilasan Raden Wijaya. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, lokasi ini merupakan tempat sang pendiri Kerajaan Majapahit bersemedi.

Hingga kini, area tersebut masih sering dikunjungi oleh peziarah maupun wisatawan yang ingin mengenal sisi sejarah dan tradisi yang berkembang di kawasan Trowulan.

Informasi Kunjungan Wisata Pendopo Agung Trowulan

Pendopo Agung Trowulan cocok dijadikan tujuan wisata bersama keluarga, rombongan sekolah, maupun siapa saja yang ingin mengenal sejarah Majapahit dari dekat. Kawasannya cukup rindang dengan banyak pepohonan, sehingga nyaman untuk berjalan kaki sambil menikmati suasana. Selain bangunan bersejarah, tersedia lapangan terbuka, taman bermain anak, dan penangkaran rusa yang membuat kunjungan semakin menarik, terutama bagi anak-anak.

Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, sehingga pengunjung memiliki waktu yang cukup leluasa untuk menjelajahi seluruh kompleks. Datang pada pagi atau sore hari menjadi pilihan yang nyaman karena cuacanya cenderung lebih sejuk.

Fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap, mulai dari area parkir, toilet, hingga warung makan yang menjual aneka makanan dan minuman. Setelah berkeliling, pengunjung dapat beristirahat tanpa perlu keluar dari kawasan wisata.

Keunggulan lain Pendopo Agung Trowulan adalah lokasinya yang berdekatan dengan sejumlah situs bersejarah lain di kawasan Trowulan, seperti Candi Tikus dan Gapura Bajang Ratu. Karena jaraknya tidak terlalu jauh, beberapa destinasi tersebut dapat dikunjungi dalam satu perjalanan sehingga wisata sejarah di Trowulan menjadi lebih lengkap.

Baca juga: Candi Tikus: Mengenal Situs Bersejarah di Trowulan yang Unik

Pendopo Agung Trowulan bisa dikunjungi jika ingin mengenal lebih dekat jejak kejayaan Kerajaan Majapahit. Perpaduan antara nilai sejarah, suasana yang nyaman, serta lokasinya yang berdekatan dengan berbagai situs peninggalan Majapahit membuat destinasi ini layak masuk dalam daftar wisata saat berkunjung ke Mojokerto.

Exit mobile version