JNEWS – Sebanyak 47 karyawan JNE Jakarta mondok atau tinggal di pesantren mengikuti program Pesantren Express Nurani (Nurturing Value and Integrity in Ramadan), 7-8 Maret 2026. Berbagai kegiatan yang ada di pesantren dilaksanakan, seperti pengajian, salat tahajud, sahur bersama dan kegiatan lainnya.
Malam mulai larut, Jumat (6/3/2026). Jarum jam sudah beranjak dari pukul 22.00 WIB. Hujan yang turun rintik-rintik membuat udara terasa cukup dingin menusuk kulit. Di sebuah ruangan yang berada di lantai 2 Pondok Pesantren Al Muttaqien Payaman 3 yang berlokasi di Jl Ancol Selatan, Sunter Agung, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, puluhan karyawan JNE duduk bersila sambil melingkar. Sementara pimpinan pondok pesantren, KH. Khozinatul Asror juga ikut dalam lingkaran tersebut.
Tradisi duduk bersila dan melingkar merupakan tradisi para santri apabila tengah mengaji atau yang biasa disebut sorogan. Dalam kegiatan tersebut KH Khozinatul memaparkan materi Nurani yang berkaitan dengan core value perusahaan JNE yakni Jujur, Disiplin, Bertanggungjawab dan Visioner.
Namun penyampaiannya sesuai dengan pandangan Islam, dengan mengutip dari berbagai sumber, apakah itu dari Al Quran, hadis hingga kitab-kitab klasik yang ditulis oleh ulama-ulama terdahulu.

Kepada JNEWS, KH Khozinatul mengungkapkan, bahwa program Pesantren Express Nurani sangat baik. “Kami mengapresiasi JNE dengan program ‘Mondok 1 Hari’, biar bisa merasakan seperti apa menjadi santri dan melihat secara langsung suasana dan keadaan pesantren. Di pesantren ini semuanya bersih dan nyaman, bahkan banyak tamu dari luar negeri yang singgah di sini,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, nilai-nilai dan budaya yang ada di pesantren bisa diterapkan saat bekerja di JNE, seperti disiplin waktu, kerja sama tim atau kekompakan, kerja keras dan selalu dekat dengan Allah SWT.
Baca juga: Melongok Syiar Ramadan JNE Medan: dari Tadarus sampai Pesantren Express
“Terima kasih JNE yang telah menjadikan pesantren kami untuk program Pesantren Express Nuraninya. Silakan menikmati suasana dan kehidupan ala pesantren. Kami dan para santri mendoakan JNE agar ke depannya semakin sukses sehingga bisa terus menebar kebaikan,” ucapnya.
Sementara itu, HC Development Division JNE, Fikri Al Haq, yang juga menjadi salah satu peserta menyatakan, bahwa program ini bertujuan agar para karyawan lebih paham tentang nilai-nilai budaya perusahaan dari sudut pandang agama. “Di bulan Ramadan ini kita juga mencari pahala dan keberkahan serta bisa melihat langsung dan merasakan bagaimana tinggal di pondok pesantren,” ungkapnya.
Weno, salah seorang peserta dari JNE Sunter, mengaku berkesan bisa mengetahui dan tinggal langsung di pondok pesantren. “Selama ini hanya lihat di medsos, tetapi sekarang bisa merasakan langsung seperti apa mondok di pesantren. Bisa mengaji langsung dari kiai dan bisa melihat suasana pondok yang ternyata mengasyikkan,” ucapnya.
Hal senada diutarakan oleh Kris Pramono dari JNE Tomang. “Alhamdulillah bisa ikut serta. Ternyata menyenangkan hidup ala santri. Mereka disiplin waktu saat azan berkumandang secara serentak langsung ke masjid. Mereka juga hidup sederhana meskipun mungkin mereka ada dari keluarga orang kaya. Yang jelas sangat berkesan,” pungkasnya. *