JNEWS – Palembang punya destinasi wisata yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan sungai. Namanya Pulau Kemaro, sebuah pulau di Sungai Musi yang berjarak sekitar 6 km dari Jembatan Ampera.
Pulau Kemaro cocok masuk daftar tujuan wisata saat berada di Palembang, terutama bagi pencinta wisata budaya dan sejarah. Selain menikmati bangunan ikoniknya, pengunjung bisa mengenal kisah di balik pulau ini sekaligus mencicipi kuliner khas Palembang yang dijajakan di sekitarnya.
Legenda dan Sejarah Pulau Kemaro

Asal-usul Pulau Kemaro berkaitan dengan legenda cinta saudagar Tiongkok bernama Tan Bun An dan Siti Fatimah, putri Raja Sriwijaya.
Menurut kisah yang tertulis pada sebuah batu di pulau tersebut, Tan Bun An membawa Siti Fatimah ke Tiongkok untuk bertemu orang tuanya. Saat kembali ke Palembang, mereka mendapat tujuh guci besar berisi bekal. Tan Bun An mengira isinya hanya sayuran sehingga membuang guci-guci itu ke Sungai Musi.
Namun, setelah mengetahui salah satunya berisi emas, ia terjun ke sungai untuk mengambilnya. Siti Fatimah menyusul karena khawatir dengan nasib kekasihnya. Legenda menyebutkan bahwa keduanya kemudian dimakamkan di Pulau Kemaro, yang hingga kini menjadi tempat ziarah.
Selain menyimpan cerita rakyat, Pulau Kemaro juga memiliki sejarah yang berkaitan dengan perjalanan sosial masyarakat Palembang.
Pada 1965 – 1967, sebagian lahannya seluas sekitar tiga hektare pernah digunakan sebagai kamp tahanan politik. Setelah periode tersebut, mulai 1968, kawasan pulau berkembang menjadi permukiman. Warga yang tinggal di sana juga membangun tempat ibadah, sehingga Pulau Kemaro semakin dikenal sebagai lokasi ibadah dan ziarah bagi masyarakat Tionghoa.
Baca juga: 6 Tempat Wisata di Palembang yang Sayang Dilewatkan Saat Liburan
Daya Tarik Wisata Pulau Kemaro
Seiring waktu, Pulau Kemaro berkembang menjadi destinasi wisata religi dan budaya. Keberadaan pagoda, klenteng, serta legenda yang melekat pada pulau ini menjadi daya tarik bagi pengunjung. Kegiatan wisata tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui usaha kuliner dan layanan wisata.
Jam operasional Pulau Kemaro adalah pukul 09.00 – 19.00. Namun, saat festival atau perayaan khusus berlangsung, jam kunjungannya bisa lebih panjang. Pulau yang berada di tengah Sungai Musi, Palembang, ini memiliki sejumlah daya tarik, mulai dari bangunan ikonik hingga situs yang lekat dengan legenda cinta dan sejarah setempat.
1. Pohon Cinta
Ada pohon beringin tua berukuran besar yang menjadi ikon Pulau Kemaro. Pohon ini dikaitkan dengan legenda cinta Tan Bun An dan Siti Fatimah, putri Raja Sriwijaya. Kisah tragis keduanya membuat pohon tersebut dikenal sebagai simbol cinta abadi.
Dahulu, pengunjung kerap menyelipkan kertas bertuliskan nama pasangan di sela rantingnya. Kini, pohon tersebut telah diberi pagar pelindung sehingga pengunjung tidak bisa lagi mendekatinya secara langsung.
2. Pagoda Sembilan Lantai
Pagoda setinggi sekitar 45 meter dengan sembilan lantai ini adalah daya tarik visual utama Pulau Kemaro. Bangunan dengan arsitektur khas Tionghoa ini berdiri mencolok di tengah kawasan pulau dan menjadi latar foto favorit wisatawan. Keberadaan pagoda juga memperkuat karakter pulau ini sebagai destinasi wisata yang memiliki perpaduan nilai budaya, sejarah, dan religi.
3. Klenteng Hok Tjing Rio dan Makam Bersejarah
Klenteng Hok Tjing Rio merupakan salah satu bangunan penting di kawasan ini yang mencerminkan tradisi dan kepercayaan masyarakat Tionghoa. Tak jauh dari klenteng, terdapat makam yang dipercaya merupakan makam Putri Sriwijaya Siti Fatimah.
Kedua tempat ini menambah nilai historis dan spiritual Pulau Kemaro. Kawasannya juga memiliki suasana teduh dengan arsitektur khas yang menarik perhatian pengunjung.
4. Wisata Kuliner Khas Palembang
Di sekitar dermaga pulau ini, juga ada deretan kedai dan penjaja makanan. Pengunjung dapat menemukan aneka kuliner khas Palembang, seperti pempek dan tekwan, serta berbagai olahan seafood.
Baca juga: 10 Makanan Khas Palembang yang Wajib Dicoba Selain Pempek
Panduan Berkunjung ke Pulau Kemaro
Pulau Kemaro terletak di Sungai Musi, sekitar 6 km dari pusat Kota Palembang. Ada dua pilihan transportasi air yang bisa digunakan untuk mencapai destinasi ini:
- Speedboat dari Dermaga Benteng Kuto Besak. Perjalanan dari Dermaga Benteng Kuto Besak memakan waktu sekitar 15 – 30 menit, dengan tarif berkisar Rp50.000 – Rp100.000 per orang untuk sekali jalan.
- Getek dari Dermaga Pabrik Ban Kalidoni. Cara ini bisa jadi alternatif yang relatif lebih terjangkau dibandingkan speedboat.
Untuk menjelajahi Pulau Kemaro, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Dana yang perlu disiapkan cukup untuk biaya transportasi air seperti di atas, karena pulau ini hanya bisa dijangkau menggunakan perahu.
Selain itu, siapkan uang tunai untuk membeli makanan dan minuman di kedai yang tersedia di kawasan pulau.
Pulau Kemaro menawarkan alasan kuat untuk menjelajahi Palembang lebih jauh, terutama bagi yang ingin mengenal sisi sejarah dan budaya kota ini. Pagoda ikonik, klenteng, hingga legenda Tan Bun An dan Siti Fatimah membuat kunjungan ke pulau ini punya cerita tersendiri.
Jadi, jika berkunjung ke Palembang, sempatkan menyeberang ke Pulau Kemaro dan kenali salah satu warisan budaya yang masih bertahan di tengah Sungai Musi.